Kumpulan Cerita Silat

30/03/2008

Pendekar Empat Alis

Filed under: Gu Long, Pendekar Empat Alis — ceritasilat @ 11:40 am

Pendekar Empat Alis
Buku 07: Duel di Bu Tong
Bab 06 (Tamat)
Oleh Gu Long

(Terima Kasih kepada Hiu_Khu)

Tertampak Ong Cap-te telah muncul.

Sesudah berduduk dan mengusap keringatnya dan mengembus napas, perlahan barulah Ong Cap-te bertutur, “Pejabat ketua Bu-tong yang ke-13, Ciok Gan, sudah wafat pada sebelum lohor tanggal 14 bulan empat dalam usia 47.”
(more…)

Advertisements

29/03/2008

Pendekar Empat Alis

Filed under: Gu Long, Pendekar Empat Alis — ceritasilat @ 11:38 am

Pendekar Empat Alis
Buku 07: Duel di Bu Tong
Bab 05
Oleh Gu Long

(Terima Kasih kepada Hiu_Khu)

Tentu saja Siau-hong terkejut. Begitu masuk, serentak dia melompat ke atas. Belandar ruang pendopo itu sedikitnya sepuluh tombak tingginya dari permukaan lantai. Tidak ada orang mampu sekali lompat mencapai sepuluh tombak tingginya.

Tapi Liok Siau-hong letap Liok Siau-hong. Selagi mengapung di udara, segera ujung kaki kanan menginjak telapak kaki kiri. Dengan tenaga tolakan ini kembali tubuhnya menjulang lebih tinggi lagi ke atas dan kembali sekali lagi dengan cara yang sama dapatlah dia mencapai belandar tengah ruang pendopo.
(more…)

28/03/2008

Pendekar Empat Alis

Filed under: Gu Long, Pendekar Empat Alis — ceritasilat @ 11:37 am

Pendekar Empat Alis
Buku 07: Duel di Bu Tong
Bab 04
Oleh Gu Long

(Terima Kasih kepada Hiu_Khu)

Tanggal sepuluh bulan empat, cuaca cerah.

Waktu Jing-jing mendusin, sang surya telah memancarkan cahaya yang gemilang di luar jendela.
(more…)

27/03/2008

Misteri Kapal Layar Pancawarna (20)

Filed under: +Misteri Kapal Layar Pancawarna, Gu Long — ceritasilat @ 10:17 pm

Misteri Kapal Layar Pancawarna (20)
Oleh Gu Long

“Betapapun tinggi kepandaian yang dibekalnya, karena usianya masih kecil, bila berhadapan dengan jago yang benar-benar kosen, sudah tentu ia tetap dikalahkan. kaum pesilat di sana meski berwatak kejam dan suka bunuh, namun terhadap bocah yang lihai ini mereka tidak tega membunuhnya. Oleh karena itu, meski anak ini sering menderita kalah, namun belum menemui ajalnya.

“Dari setiap pengalaman tempur, dari kekalahan demi kekalahan yang dialaminya, bocah ini justru tergembleng lebih matang, lebih peka dan tajam. Masa anak yang indah bagi bocah lain justru ia lewatkan dalam kehidupan yang serba sengsara, boleh dikatakan setiap hari ia harus dihajar dan dihajar. Namun demikian, pengorbanannya itu berhasil memperoleh sukses yang besar, imbalan itu cukup setimpal dibanding seluruh pengorbanannya. Waktu ia berusia delapan belas, seluruh jago silat di Tang-ing sudah disapunya bersih, meski jago angkatan tua juga dikalahkan dalam beberapa gebrak saja.
(more…)

Pendekar Empat Alis

Filed under: Gu Long, Pendekar Empat Alis — ceritasilat @ 11:36 am

Pendekar Empat Alis
Buku 07: Duel di Bu Tong
Bab 03
Oleh Gu Long

(Terima Kasih kepada Hiu_Khu)

Rencana “Operasi Halilintar” dibagi menjadi empat tahap. Tahap pertama, menyerang dan memilih anggota peserta serta membagi tugas. Tahap kedua, menyamar dan berganti rupa serta turun gunung secara berkelompok. Tahap ketiga, berkumpul dan menunggu perintah, siap tempur. Tahap keempat, barulah operasi total secara resmi.

Apa yang dimulai sekarang baru tahap pertama namun cara berlangsungnya sudah cukup mendebarkan hati orang.
(more…)

26/03/2008

Misteri Kapal Layar Pancawarna (19)

Filed under: +Misteri Kapal Layar Pancawarna, Gu Long — ceritasilat @ 10:13 pm

Misteri Kapal Layar Pancawarna (19)
Oleh Gu Long

Karena menahan sakit dan derita yang sangat, suara gemetar itu berubah parau, tapi Po-giok masih kenal siapa orang yang sedang sekarat itu.

Jantung Po-giok bergetar mata melotot gusar, desisnya geram, “kau Gui …”
(more…)

Pendekar Empat Alis

Filed under: Gu Long, Pendekar Empat Alis — ceritasilat @ 11:34 am

Pendekar Empat Alis
Buku 07: Duel di Bu Tong
Bab 02
Oleh Gu Long

(Terima Kasih kepada Hiu_Khu)

Setiba kembali di sana, perjamuan ternyata belum lagi dimulai, sebab masih harus menunggu kehadiran seorang, seorang yang tidak boleh absen.

Diam-diam Siau-hong masuk ke ruangan, dengan tersenyum Yap Ling ikut di belakangnya, senyumnya sangat gembira, sebaliknya Siau-hong tampak muram durja, bersungut-sungut, dia harap orang lain tidak memperhatikan dia. Akan tetapi semua orang justru memperhatikan dia, setiap orang sama menatapnya dengan sikap yang aneh.
(more…)

25/03/2008

Misteri Kapal Layar Pancawarna (18)

Filed under: +Misteri Kapal Layar Pancawarna, Gu Long — ceritasilat @ 10:07 pm

Misteri Kapal Layar Pancawarna (18)
Oleh Gu Long

“Itu paling baik,” ucap Siau-kong-cu, dengan tertawa, “Asalkan kau lakukan sesuai dengan perkataanku kelak tentu mendatangkan manfaat bagimu. Nah, boleh kau pergi saja sekarang.”

Ban-lo-hu-jin, mengiakan dengan menunduk, waktu ia menengadah, ternyata si nona entah sudah menghilang ke mana.
(more…)

Pendekar Empat Alis

Filed under: Gu Long, Pendekar Empat Alis — ceritasilat @ 11:33 am

Pendekar Empat Alis
Buku 07: Duel di Bu Tong
Bab 01
Oleh Gu Long

(Terima Kasih kepada Hiu_Khu)

Lereng yang mereka lalui tandus tanpa tetumbuhan apapun, batu padas licin dan tajam! Mendadak Hoa-kuahu berhenti dan memandang kaki sendiri, kakinya yang putih halus itu tampak melepuh dan berdarah.

“Engkau tidak bersepatu?” tanya Siau-hong.
(more…)

24/03/2008

Pendekar Empat Alis

Filed under: Gu Long, Pendekar Empat Alis — ceritasilat @ 11:32 am

Pendekar Empat Alis
Buku 06: Perkampungan Hantu
Bab 09: Pergi (Tamat)
Oleh Gu Long

(Terima Kasih kepada Hiu_Khu)

Tempat tidur di kamar si janda Hoa memang sangat besar, sepreinya putih bersih, kasur selimutnya masih baru, begitu masuk ke situ, dengan kemalas-malasan Hoa-kuahu lantas menjatuhkan diri di tempat tidur.

Siau-hong hanya berdiri saja di depan ranjang.
(more…)

23/03/2008

Pendekar Empat Alis

Filed under: Gu Long, Pendekar Empat Alis — ceritasilat @ 11:31 am

Pendekar Empat Alis
Buku 06: Perkampungan Hantu
Bab 08: Kesulitan datang
Oleh Gu Long

(Terima Kasih kepada Hiu_Khu)

Satu-satunya suara yang dapat menggembirakan dia pagi ini adalah suara ketukan pintu waktu pengantar makan datang.

Pengantar itu seorang burik, mukanya kaku, giginya kuning, mungkin tidak parnah disikat. Satu-satunya bagian tubuhnya yang menyenangkan orang hanya tangannya yang menjinjing rantang santapan itu.
(more…)

22/03/2008

Pendekar Empat Alis

Filed under: Gu Long, Pendekar Empat Alis — ceritasilat @ 11:26 am

Pendekar Empat Alis
Buku 01: Perkampungan Hantu
Bab 07: Orang-orang mati yang hidup kembali
Oleh Gu Long

(Terima Kasih kepada Hiu_Khu)

Tiba-tiba dari kegelapan berkumandang lagi suara orang, “Sekarang apakah kau mau manusia yang menjadi petunjuk jalanmu?’”’

Yang dilihatnya sekarang memang manusia benar, yaitu Yap Ling.
(more…)

21/03/2008

Pendekar Empat Alis

Filed under: Gu Long, Pendekar Empat Alis — ceritasilat @ 11:30 am

Pendekar Empat Alis
Buku 06: Perkampungan Hantu
Bab 06: Si Anjing
Oleh Gu Long

(Terima Kasih kepada Hiu_Khu)

Siau-hong tidak sempat berpikir, sebab didengarnya di luar ada suara kaki yang sangat perlahan. Hanya telapak kaki yang berkulit tebal seperti harimau atau singa saja yang dapat berjalan tanpa menimbulkan suara keras.

Biasanya juga cuma orang Kangouw ulung yang punya Ginkang tinggi saja yang dapat berjalan seringan binatang buas semacam ini. Di perkampungan hantu ini masa juga terdapat tokoh sehebat ini?
(more…)

Misteri Kapal Layar Pancawarna (17)

Filed under: +Misteri Kapal Layar Pancawarna, Gu Long — ceritasilat @ 12:09 am

Misteri Kapal Layar Pancawarna (17)
Oleh Gu Long

Meski Ban-Cu-liang dan lain-lain sama yakin Po-giok pasti bukan pengecut, juga pasti bukan pendusta, namun dari berbagai gejala yang terlihat sama menandakan Po-giok seakan-akan sengaja menghilang tanpa pamit.

Mereka tidak habis mengerti mengapa Po-giok menghilang begitu saja tanpa memberi kabar. Meski mereka yakin perbuatan Po-giok tentu ada alasan yang sukar dijelaskan, tapi tidak ada seorang pun menyangka anak muda itu telah terjeblos ke dalam jaringan tipu muslihat musuh yang rapi dan ruwet seperti jaring labah-labah dan anak muda itu sendiri tersiksa lahir batin. Sebab itulah, sedikit banyak timbul juga rasa tidak puas mereka terhadap Po-giok karena anak muda itu telah mengecewakan harapan mereka.
(more…)

20/03/2008

Pendekar Empat Alis

Filed under: Gu Long, Pendekar Empat Alis — ceritasilat @ 11:24 am

Pendekar Empat Alis
Buku 06: Perkampungan Hantu
Bab 05: Teman pertama
Oleh Gu Long

(Terima Kasih kepada Hiu_Khu)

Dan begitulah, secara tidak jelas apa sebabnya dari orang hidup ia telah berubah menjadi ‘orang mati’, secara tidak jelas duduknya perkara ia pun mendapatkan sebuah rumah.

Dia masih punya kaki, tapi tempat mana pun tidak dapat didatangi.
(more…)

Older Posts »

Blog at WordPress.com.