Kumpulan Cerita Silat

31/12/2008

Pengenalan

Filed under: Meteor, Kupu-Kupu dan Pedang — ceritasilat @ 4:47 pm

Oleh Gu Long

(Terima Kasih kepada danivn)

PARA TOKOH

Kisah ini akan melibatkan banyak tokoh. Sulit membedakan mana kawan mana lawan. Untuk memudahkan pembaca, berikut ini diberikan daftar para tokoh yang akan di-update sesuai kemunculan pada setiap babnya.

Meng Xin Hun
Pembunuh bayaran berdarah dingin yang mulai jenuh dengan profesinya. Pedangnya sangat mematikan.

Gao Lao Da
Kakak tertua. Di usia tiga belas ia telah membuat empat keajaiban. Ia menyelamatkan empat nyawa: Ye Xiang, Shi Qun, Xiao He, dan Meng Xin Hun. Dalam melakukan segala sesuatu, Gao Lao Da memang hanya menuruti hati kecil. Ia tidak tahu batasan benar dan salah karena tidak seorang pun memberitahunya. Pokoknya, asalkan bisa bertahan hidup, perbuatan apa pun boleh dilakukan.

Ye Xiang
Pembunuh bayaran yang sudah tiga kali gagal dan kini hanya bisa bermabukkan. Ia sangat mengkhawatirkan nasib Meng Xin Hun.

Sun Yu Bo
Ia senang membantu orang, dan orang-orang memanggilnya Paman Bo. Ia bangga dan senang membantu seperti ia menyukai bunga-bunga yang bermekaran.

Han Tang
Ia galak tapi sopan, matanya selalu memancar dingin. Tidak ada yang mau berteman dengannya. Ia sendiri tidak mau dekat dengan orang lain. Ia sudah melakukan sesuatu yang tidak pernah dilakukan orang, juga tidak akan ada orang lagi yang akan melakukannya

Sun Jian
Anak Sun Yu Bo. Seperti ayahnya, ia juga senang menolong. Sifat Sun Jian sangat keras seperti bara, berangasan, setiap saat dapat meledak. Sifat seperti ini sering membuatnya salah langkah. Karena itu juga ia sering kehilangan teman.

Lu Xiang Chuan
Tangan kanan Sun Yu Bo, sekaligus sudah dianggap anak sendiri. Ia tidak memerlukan senjata karena sanjatanya adalah senjata rahasia. Ia terlihat sangat terpelajar, terkadang musuh meremehkannya, menganggap ia tidak bisa apa-apa. Ini adalah kesalahan sepele yang bisa berakibat fatal.

Wan Peng Wang
Musuh terbesar dan terkuat Sun Yu Bo. Sebelum berumur tujuh belas, tidak ada yang tahu asalnya. Sesudah berumur tujuh belas, ia sudah bekerja pada sebuah perusahaan. Setengah tahun kemudian, ia sudah naik jabatan. Pada umur sembilan belas, ia membunuh bos perusahaannya dan menjadi bos perusahaan itu. Setahun kemudian ia menjual perusahaan dan menjadi seorang polisi. Dalam tiga tahun, ia menangkap dan membunuh sejumlah penjahat. Semenjak itu, ia punya dua puluh satu pembantu yang sangat setia padanya. Waktu berumur dua puluh empat, ia keluar dari kepolisian dan mendirikan perkumpulan Da Peng. Mula-mula hanya memimpin 100 orang, tapi sekarang anak buahnya sudah mencapai puluhan ribu orang. Kekayaanya sudah tidak terhitung lagi.

Xiao Tie
Gadis setan arak, sangat cantik. Biasanya gadis cantik yang tahu dirinya cantik selalu menebar pesona pada sekelilingnya. Tapi gadis ini tidak seperti gadis lain, seakan ia tidak perduli dirinya cantik atau tidak.

Xiao He
Paling kecil di antara empat bocah yang diselamatkan Gao Lao Da. Waktu Gao Lao Da mengangkat tiga bocah lain, ia iri dan marah, dan karenanya sering mengadu domba mereka.

Tu Da Peng, Jin Peng, Yin Peng, Nu Peng
Empat anak buah Wan Peng Wang dengan tingkat kungfu yang tinggi

Advertisements

Pisau Terbang Li (61)

Filed under: Pisau Terbang Li — ceritasilat @ 12:19 pm

Permintaan

(Terima kasih kepada Saudara Dodokins)

Tiba-tiba di wajah Lu Feng Xian terbayang kesepian yang mendalam… Jika seseorang merasa kesepian, ia pasti sangat merindukan persahabatan. Sayangnya, persahabatan sejati tidak dapat dimiliki setiap orang.

Lu Feng Xian berkata dingin, “Jadi maksudmu, kau sanggup mati demi dia, dan dia sanggup mati demi engkau?”
(more…)

30/12/2008

Pisau Terbang Li (60)

Filed under: Pisau Terbang Li — ceritasilat @ 12:17 pm

Persahabatan

(Terima kasih kepada Saudara Dodokins)

Ah Fei masih berdiri di situ ragu-ragu. Akhirnya ia bertanya, “Gadis yang tadi…siapakah dia?”

Jawab Li Xun Huan, “Namanya LingLing. Ia adalah seorang anak yang tidak bahagia.”
(more…)

29/12/2008

Pisau Terbang Li (59)

Filed under: Pisau Terbang Li — ceritasilat @ 12:12 pm

Keberanian

(Terima kasih kepada Saudara Dodokins)

Gadis itu mengikuti pandangan si jubah putih dan menoleh. Ketika ia melihat Li Xun Huan, segera ia berlari menyongsong dan memeluk pinggang Li Xun Huan.

Ia tersenyum lebar, “Aku tahu kau pasti kembali. Aku tahu kau tidak akan melupakanku.”
(more…)

28/12/2008

Pisau Terbang Li [58]

Filed under: Pisau Terbang Li — ceritasilat @ 12:11 pm

Pendekar

(Terima kasih kepada Saudara Dodokins)

Pedang Jin Wu Ming telah menusuk bahu kanan Ah Fei. Namun hanya satu inci saja.

Pedang Ah Fei masih terpaut beberapa inci dari leher Jin Wu Ming.
(more…)

27/12/2008

Pisau Terbang Li (57)

Filed under: Pisau Terbang Li — ceritasilat @ 12:09 pm

Kembang Api

(Terima kasih kepada Saudara Dodokins)

Ia mengenakan jubah biasa berwarna hijau. Waktu ia pertama mengenakannya jubah itu sangat bersih, namun kini jubah itu penuh dengan lumpur dan keringat. Celananya robek di lutut.

Tubuhnya kotor dan rambutnya berantakan.
(more…)

26/12/2008

Pisau Terbang Li (56)

Filed under: Pisau Terbang Li — ceritasilat @ 12:07 pm

Pedang Keluar dari Sarungnya

(Terima kasih kepada Saudara Dodokins)

Pedang.

Sebilah pedang yang sangat tipis. Sangat ringan. Bahkan pegangannya pun terbuat dari kayu yang paling ringan.
(more…)

25/12/2008

Pisau Terbang Li (55)

Filed under: Pisau Terbang Li — ceritasilat @ 12:06 pm

(Terima kasih kepada Saudara Dodokins)

Kegelapan.

Dalam kegelapan itu terdengar suara nafas merintih.
(more…)

24/12/2008

Pisau Terbang Li (54)

Filed under: Pisau Terbang Li — ceritasilat @ 12:04 pm

Transaksi

(Terima kasih kepada Saudara Dodokins)

Kedua orang ini tentunya adalah Jin WuMing dan ShangGuan JinHong. Mungkin dalam dunia ini tidak ada orang lain seperti kedua orang ini.

Seseorang yang begitu kaya, begitu ternama, begitu berpengaruh, seperti Ketua Partai Uang Emas hidup di tempat yang begitu sederhana seperti ini. Tidak pernah akan pernah ada yang mengira.
(more…)

23/12/2008

Pisau Terbang Li (53)

Filed under: Pisau Terbang Li — ceritasilat @ 12:02 pm

Tipuan

(Terima kasih kepada Saudara Dodokins)

Long Xiao Yun berpura-pura tertawa. Katanya, “Seseorang mungkin punya nama yang salah, tapi julukan itu selalu benar. Seseorang yang bodoh seperti keledai mungkin bernama Tuan Pintar. Tapi jika seseorang dijuluki Si Gila, dia pasti benar-benar gila.

Awalnya Li Xun Huan tidak ingin menanggapi. Namun akhirnya ia berkata, “Namun jika seseorang itu terlalu pandai, tahu terlalu banyak, mungkin sedikit demi sedikit ia bisa menjadi gila.”
(more…)

22/12/2008

Pisau Terbang Li (52)

Filed under: Pisau Terbang Li — ceritasilat @ 12:01 pm

Jebakan

(Terima kasih kepada Saudara Dodokins)

Si pengemis menggeleng-gelengkan kepalanya dan berkata, “Aku tidak mengenal siapapun. Siapapun tidak mengenalku. Aku tidak mengenal seorangpun. Seorangpun tidak mengenal aku.”

Orang ini pasti agak terbelakang. Kalau tidak, buat apa ia membuat jawaban yang singkat begitu bertele-tele?
(more…)

21/12/2008

Pisau Terbang Li (51)

Filed under: Pisau Terbang Li — ceritasilat @ 12:00 pm

Peristiwa Aneh

(Terima kasih kepada Saudara Dodokins)

Kabut mulai menipis.

Jin Wu Ming masih berdiri tegak di tempat yang sama. Matanya yang kelabu dan mati tertuju pada embun yang menetes di salah satu sisi topinya.
(more…)

20/12/2008

Pisau Terbang Li (50)

Filed under: Pisau Terbang Li — ceritasilat @ 11:57 am

Perangkap Kelembutan

(Terima kasih kepada Saudara Dodokins)

Xie TianLing adalah ketua aliran Dian Cang. Ia dijuluki Si Pedang Pertama Langit Selatan. Ia tidak pernah menemukan lawan setanding dalam hidupnya, kecuali tiga kali dikalahkan oleh Guo Song Yang. Tiga-tiganya, ia kalah telak.

Jika seseorang mampu membunuh Guo Song Yang, sudah pasti ia lebih baik daripada Xie TianLing. Murid Xie TianLing bukanlah lawannya.
(more…)

Pisau Terbang Li (50)

Filed under: Pisau Terbang Li — ceritasilat @ 11:57 am

Perangkap Kelembutan

(Terima kasih kepada Saudara Dodokins)

Xie TianLing adalah ketua aliran Dian Cang. Ia dijuluki Si Pedang Pertama Langit Selatan. Ia tidak pernah menemukan lawan setanding dalam hidupnya, kecuali tiga kali dikalahkan oleh Guo Song Yang. Tiga-tiganya, ia kalah telak.

Jika seseorang mampu membunuh Guo Song Yang, sudah pasti ia lebih baik daripada Xie TianLing. Murid Xie TianLing bukanlah lawannya.
(more…)

19/12/2008

Pisau Terbang Li (49)

Filed under: Pisau Terbang Li — ceritasilat @ 11:56 am

Rencana Tiap-Tiap Orang

(Terima kasih kepada Saudara Dodokins)

Saat bicara, air mata turun membasahi wajahnya. Ia berkata pelan, “Kau tahu bahwa aku sudah mengembalikan uang yang dulu itu, sesuai dengan perkataanmu. Kau tidak percaya?”

Ah Fei menghela nafas panjang. Katanya, “Bukan aku tidak percaya. Hanya saja…akulah yang harus mengurusmu. Aku tidak mau membiarkan kau yang bekerja mencari uang.”
(more…)

Older Posts »

Blog at WordPress.com.