Kumpulan Cerita Silat

31/12/2007

Hina Kelana: Bab 105. Lolos dari Lubang Jarum

Filed under: +Hina Kelana, Jin Yong — Tags: — ceritasilat @ 2:28 pm

Hina Kelana
Bab 105. Lolos dari Lubang Jarum
Oleh Jin Yong

“Jangan kau mengaco-belo tak keruan,” bentak Ing-ing. “Ini, Tiat-bok-leng (kayu besi tanda pengenal) Kaucu berada padaku. Menurut perintah Kaucu, Kah Po telah mengadakan persekutuan jahat, hendaklah setiap anggota segera menangkap dan membunuhnya bila melihatnya, untuk mana hadiah disediakan.”

Habis berkata ia terus acungkan tangannya tinggi-tinggi, benar juga sepotong kayu hitam yang dikenal sebagai Tiat-bok-leng memang betul dia pegang.
(more…)

Hina Kelana: Bab 104. Asal Usul Pi-sia-kiam-hoat

Filed under: +Hina Kelana, Jin Yong — Tags: — ceritasilat @ 2:26 pm

Hina Kelana
Bab 104. Asal Usul Pi-sia-kiam-hoat
Oleh Jin Yong

“Kalau dipikir menurut ceritamu, agaknya kesepuluh gembong Mo-kau itu masuk perangkap Ngo-gak-kiam-pay, mereka terpancing ke dalam gua sehingga tidak mampu lolos,” kata Hong-ting.

“Ya, Wanpwe juga berpikir demikian,” jawab Lenghou Tiong. “Dari sebab itu gembong-gembong Mo-kau itu merasa penasaran, lalu mereka mengukir tulisan untuk mencaci maki Ngo-gak-kiam-pay serta melukiskan jurus-jurus ilmu silat mereka yang telah mengalahkan ilmu pedang Ngo-gak-kiam-hoat agar diketahui angkatan yang akan datang, supaya angkatan berikutnya mengetahui kematian mereka itu bukan kalah tanding, tapi terjebak oleh tipu muslihat musuh. Hanya saja di samping beberapa tulang itu terdapat pula beberapa batang pedang yang jelas adalah senjata dari pihak Ngo-gak-kiam-pay.”
(more…)

28/12/2007

Maling Romantis (16) (Tamat)

Filed under: Gu Long, Maling Romantis — ceritasilat @ 12:07 am

Maling Romantis (16)
Oleh Gu Long

Kontributor: budiwibowo, monica

Setiap gerak-gerik tangannya sedemikian hati-hati, waspada dan tepat, memang dia sedang pinjam gerakan yang lambat dan mantap ini untuk menekan dan mencuci bersih pikiran batinnya yang sedang kalut dan risau.

Lalu dengan kedua tapak tangannya ia bimbing secangkir air teh yang masih panas mengepul itu dan diangsurkan ke hadapan Thian-hong Taysu dengan laku hormat, katanya dengan suara berat, “Terima kasih, Taysu!”
(more…)

27/12/2007

Maling Romantis (15)

Filed under: Gu Long, Maling Romantis — ceritasilat @ 12:07 am

Maling Romantis (15)
Oleh Gu Long

Kontributor: ferawati, axd002, monica, kalenteha, tanjung, mtv2006, agusis

Tatkala itulah mendatangi dua laki-laki besar berjubah sutera memasuki warung teh ini sambil mengobrol panjang pendek. Salah seorang laki-laki bermuka burik, di punggungnya menggendong sebuah buntalan kain kuning, sembari jalan ia berkata dengan tertawa: “Bertemu sahabat karib di rantau, sungguh merupakan kesenangan yang tak terhingga. Hari ini Siaute harus ajak Pang-heng minum sepuasnya!”

Laki-laki yang lain mukanya penuh ditumbuhi cambang bauk yang kaku, katanya bergelak tawa: “Chi-heng sudah lama menetap di Binglam ini, apakah hobimu hanya minum teh saja dan tak suka minum arak lagi?”
(more…)

26/12/2007

Hina Kelana: Bab 103. Seksi Istimewa Hing-san-pay

Filed under: +Hina Kelana, Jin Yong — Tags: — ceritasilat @ 4:04 pm

Hina Kelana
Bab 103. Seksi Istimewa Hing-san-pay
Oleh Jin Yong

Lenghou Tiong lantas menyambung, “Jika kalian mau menjadi anggota Hing-san-pay, ya boleh juga. Cuma kalian tidak perlu mengangkat guru segala, cukup dianggap sudah menjadi anggota. Untuk selanjutnya Hing-san-pay boleh mengadakan suatu… eeh suatu… suatu ‘seksi istimewa’. Kukira Thong-goan-kok di sebelah sana adalah suatu tempat tinggal yang baik bagi kalian.”

Thong-goan-kok adalah suatu lembah tidak jauh di sebelah Kian-seng-hong, puncak Hing-san tertinggi di mana biara induk Hing-san-pay berada. Meski jarak lembah itu tidak jauh, tapi untuk menuju ke puncak Kian-seng-hong harus melalui jalanan yang terjal dan berbahaya. Dengan menempatkan orang-orang kasar itu di lembah terpencil itu maksud Lenghou Tiong ialah untuk memisahkan mereka dari para nikoh.
(more…)

Maling Romantis (14)

Filed under: Gu Long, Maling Romantis — ceritasilat @ 12:06 am

Maling Romantis (14)
Oleh Gu Long

Kontributor: kalenteha, sikasep, iwan1991

“Bagaimanapun, tidak bisa dikatakan dia mengorbankan diri sendiri.” ujar Coh Liu-hiang. “Meski dia tidak mempersunting perempuan tercantik di dunia, namun dia memperoleh kehalusannya, keagungannya, serta isteri yang setia.”

“Terima kasih, terima kasih akan kata-katamu ini” kata Chiu Ling-siok lembut. “Selamanya kau tidak akan mengerti, setelah mendengar kata-katamu ini betapa riang gembira hatiku ini.”
(more…)

25/12/2007

Ilmu Ulat Sutera (24)

Filed under: Ilmu Ulat Sutera — Tags: — ceritasilat @ 12:23 am

Ilmu Ulat Sutera (24)
Oleh Huang Ying

Tangan Kiu-bwe-hu bergerak. Dia telah menggenggam sebuah Panji Telapak Darah. “Perintah dari Pangcu, harap Siocia ikut aku pulang sekarang juga!”

“Kalau aku tidak bersedia?”
(more…)

Ilmu Ulat Sutera (23)

Filed under: Ilmu Ulat Sutera — Tags: — ceritasilat @ 12:22 am

Ilmu Ulat Sutera (23)
Oleh Huang Ying

Terdengar suara embusan angin. Seorang manusia berpakaian hitam melesat ke arahnya. Rupanya ilmu meringankan tubuh orang ini lebih tinggi dari yang lainnya. Golok di tangannya menekan pedang Wan Fei-yang.

“Terima cepat telan!” seru orang itu tidak terduga. Tangan kirinya mengibas. Dua bungkus obat meluncur ke arah Wan Fei-yang.
(more…)

Maling Romantis (13)

Filed under: Gu Long, Maling Romantis — ceritasilat @ 12:06 am

Maling Romantis (13)
Oleh Gu Long

Kontributor: kalenteha, sikasep, bpranoto, agusis, axd002, iwan1991

“Permainan caturku ini teramat menakjubkan. Silahkan kau peras otak memecahkannya, aku berkesempatan untuk menunaikan hajat, di mana tempat hajat yang terdekat, terpaksa Lamkiong-heng harus tolong menunjukkan tempatnya.”

Dengan tersenyum Lamkiong Ling bawa dia ke belakang. Coh Liu-hiang sudah kebelet dan di ujung tanduk, terburu-buru ia berlari masuk, namun lewat lobang angin di sebelah belakang sana ia meluncur keluar. Lobang angin ini kira-kira satu kaki lebarnya, bocah ingusan pun sukar lewat lobang sekecil ini, siapa tahu tulang belulang dan badan Coh Liu-hiang sudah dilatihnya sedemikian rupa sehingga bisa dipasang-surutkan menjadi kecil dan lemas, cara yang ditempuh benar-benar jalan yang tak mungkin dibayangkan orang lain.
(more…)

24/12/2007

Hina Kelana: Bab 102. Lenghou Tiong Dilarang Menjabat Ciangbunjin Hing-san-pay oleh Co Leng-tan

Filed under: +Hina Kelana, Jin Yong — Tags: — ceritasilat @ 10:26 pm

Hina Kelana
Bab 102. Lenghou Tiong Dilarang Menjabat Ciangbunjin Hing-san-pay oleh Co Leng-tan
Oleh Jin Yong

Karena menduga takkan kedatangan tamu, maka para murid juga tidak menyiapkan tempat pondokan dan makanan bagi tetamu. Mereka cuma sibuk menggosok lantai, mengapur dinding, dan bikin pembersihan di mana perlu. Masing-masing anak murid itu pun membuat baju dan sepatu baru. The Oh dan lain-lain juga membuatkan suatu setel jubah hijau bagi Lenghou Tiong untuk dipakai pada hari upacara nanti.

Pagi-pagi hari tanggal 16 bulan dua, waktu Lenghou Tiong bangun, dilihatnya suasana puncak Kian-seng-hong di Hing-san itu benar-benar meriah. Anak murid Hing-san-pay itu ternyata sangat rajin mengatur perayaan yang akan dilangsungkan itu. Lenghou Tiong merasa terharu, “Lantaran diriku sehingga kedua suthay tua mengalami nasib malang, tapi anak muridnya tidak menyalahkan aku, sebaliknya malah menghargai diriku sedemikian rupa. Maka kalau tidak dapat membalaskan sakit hati kematian ketiga suthay tua, percumalah aku menjadi manusia.”
(more…)

Ilmu Ulat Sutera (22)

Filed under: Ilmu Ulat Sutera — Tags: — ceritasilat @ 12:22 am

Ilmu Ulat Sutera (22)
Oleh Huang Ying

Tanpa mengeluarkan gelang besar itu saja, Fu Hiong-kun sudah mengenalinya sebagai Ci-bu-kim-hoan Ci. Hatinya tergetar. Tanpa disadari kakinya mundur satu langkah.

Lu Ci tertawa dingin. “Kau tentu masih kenal siapa diriku. Mana soat tian dari Ping san itu?” bentaknya lantang.
(more…)

Ilmu Ulat Sutera (21)

Filed under: Ilmu Ulat Sutera — Tags: — ceritasilat @ 12:21 am

Ilmu Ulat Sutera (21)
Oleh Huang Ying

“Ternyata ilmu silat Lu-tayjin memang tinggi sekali,” kata kedua utusan Nepal itu memuji tiada hentinya. Sejenak kemudian yang usianya lebih tua bertanya. “Entah orang dari golongan mana yang mempunyai nyali sebesar itu?”

“Dia adalah seorang kepala perampok yang menguasai wilayah Kang-pak, namanya Cong Siau-yan.”
(more…)

Maling Romantis (12)

Filed under: Gu Long, Maling Romantis — ceritasilat @ 12:05 am

Maling Romantis (12)
Oleh Gu Long

Kontributor: ndy, bpranoto, agusis, axd002

Tiba-tiba terbuka lebar kedua biji mata Thian-hong-cap-si-long, katanya bengis: “Kalian pasti hendak jalan lewat sini? Apakah hendak menemui Chiu Ling-siok?”

Melonjak jantung Coh Liu-hiang, orang asing ini kiranya pun tahu akan nama Chiu Ling-siok. Dilihatnya Lamkiong Ling mengerutkan alis, katanya: “Chiu Ling-siok..? Apakah maksud Cianpwee adalah Jin-hujin?”
(more…)

23/12/2007

Ilmu Ulat Sutera (20)

Filed under: Ilmu Ulat Sutera — Tags: — ceritasilat @ 12:21 am

Ilmu Ulat Sutera (20)
Oleh Huang Ying

Kuan Tiong-liu tidak menunjukkan sikap gentar sedikit pun. Dia malah tertawa lebar. “Kalian tidak perlu sok gagah di hadapanku. Siapa orangnya yang kalian undang untuk menghadapiku, suruh keluar saja sekalian!”

Seraut wajah tua Peng Ti-houw sampai merah padam mendengar sindiran tersebut. Sebuah suara yang nyaring memecahkan keheningan seketika. “Bukankah aku sudah keluar?” kata orang itu sambil tertawa terbahak-bahak.
(more…)

Ilmu Ulat Sutera (19)

Filed under: Ilmu Ulat Sutera — Tags: — ceritasilat @ 12:20 am

Ilmu Ulat Sutera (19)
Oleh Huang Ying

Anak muda itu melirik Tok-ku Hong sekilas. Tapi gadis itu memalingkan wajahnya. Wan Fei-yang menarik napas panjang. Tubuhnya berkelebat beberapa kali. Gerakannya seperti hantu gentayangan. Tahu-tahu serangan Kongsun Hong sudah mengenai tempat yang kosong.

Kongsun Hong tertawa terbahak-bahak.
(more…)

Older Posts »

Blog at WordPress.com.