Kumpulan Cerita Silat

29/09/2008

Memanah Burung Rajawali – 49

Filed under: Jin Yong, Memanah Burung Rajawali — ceritasilat @ 1:30 am

Memanah Burung Rajawali – 49
Bab 49. Pertempuran di Dalam Rumah Makan
Oleh Jin Yong

(Terima kasih kepada Chu)

“Sungguh berbahaya!” kata Kwee Ceng perlahan. “Jikalau tidak ada kau, tidak dapat aku mengendalikan diri, dan itu artinya bahaya…”

“Masih ada enam hari dan enam malam, kau mesti janji akan dengar kata aku,” kata si nona.
(more…)

20/09/2008

Duke of Mount Deer (42)

Filed under: Duke of Mount Deer, Jin Yong — ceritasilat @ 12:36 am

Duke of Mount Deer (42)
Oleh Jin Yong

(Terima kasih kepada Hy_edl048)

“Bibi, ada baiknya bibi masuk saja menjadi anggota Tian-te hwe?” kata Siau Po kemudian. Dalam hatinya dia berpikir, jumlah anggota Tian-te hwe banyak sekali, sehingga bibinya tidak perlu merasa takut.

Hong Eng merasa heran dan menatap Siau Po lekat-lekat. “Mengapa kau menyuruh aku masuk menjadi anggota perkumpulanmu?” tanyanya.
(more…)

16/09/2008

Hina Kelana: Bab 139. Jiwa Kesatria Hing-san-pay yang Tak Tertaklukkan

Filed under: +Hina Kelana, Jin Yong — ceritasilat @ 12:16 am

Hina Kelana
Bab 139. Jiwa Kesatria Hing-san-pay yang Tak Tertaklukkan
Oleh Jin Yong

Habis berkata, segera ia gandeng tangan Lenghou Tiong dan diajak menuju ke suatu panggung batu yang menjulang tinggi di atas puncak itu. Di sebelah timur panggung batu itu terdapat lima tiang batu yang berjajar dalam bentuk seperti telapak tangan, tinggi seluruhnya beberapa puluh meter tingginya, pada jari tengah yang paling tinggi itu, di pucuk jari batu itu tertaruh sebuah kursi besar, seorang duduk di atas kursi itu, dia Yim Ngo-heng adanya.

Ing-ing mendekati telapak tangan batu raksasa itu, sambil menengadah ia pun menyapa, “Ayah!”
(more…)

15/09/2008

Duke of Mount Deer (41)

Filed under: Duke of Mount Deer, Jin Yong — ceritasilat @ 12:32 am

Duke of Mount Deer (41)
Oleh Jin Yong

(Terima kasih kepada Pipit)

“Anak,” setelah sekian lama, terdengar dayang itu berkata kembali. “Aku she To, nama lengkapku Hong Eng. Aku masuk ke dalam istana sejak berusia dua belas tahun dan di tahun kedua aku mulai melayani Tiang kongcu….”

“Tiang kongcu?” tanya Siau Po menegaskan.
(more…)

13/09/2008

Hina Kelana: Bab 138. Kepandaian Dian Pek-kong yang Khas Endus Bau Wanita

Filed under: +Hina Kelana, Jin Yong — ceritasilat @ 12:17 am

Hina Kelana
Bab 138. Kepandaian Dian Pek-kong yang Khas Endus Bau Wanita
Oleh Jin Yong

“Tidak boleh juga, tidak apa-apa, di dalam jala ikan ada duniaku sendiri. Biarlah aku tidur nyenyak di sini. Seorang laki-laki sejati sanggup mengkeret dan dapat menonjol, kalau mengkeret masuk jala, bila menonjol akan keluar jala. Apa artinya bagiku soal-soal begini, aku Lenghou….” baru Lenghou Tiong mau mengoceh lagi sekilas dilihatnya mayat Gak Put-kun menggeletak di situ. Meski bekas gurunya itu berkali-kali hendak mencelakainya, tapi mengingat selama likuran tahun dirinya dibesarkan olehnya, betapa pun budi kebaikan itu sukar dinilai. Coba kalau tidak disebabkan kitab Pi-sia-kiam-hoat, mungkin di antara guru dan murid tak sampai terjadi permusuhan begini. Teringat sampai di sini, wajahnya yang tertawa tadi seketika berubah, hatinya tertekan, sekonyong-konyong air mata berlinang-linang dan mengucur tak tertahan lagi.

Agaknya si nenek belum dapat memahami perasaan Lenghou Tiong, ia masih marah-marah dan memaki, “Bangsat cilik, kalau tidak kuhajar kau, rasanya tak terlampias benciku padamu!”
(more…)

10/09/2008

Hina Kelana: Bab 137. Binasanya Gak Put-kun

Filed under: +Hina Kelana, Jin Yong — ceritasilat @ 12:13 am

Hina Kelana
Bab 137. Binasanya Gak Put-kun
Oleh Jin Yong

Khawatir kalau Lim Peng-ci melakukan serangan kalap lagi, segera Lenghou Tiong menendang sekali di pinggangnya dan menutuk hiat-to bagian itu, kemudian barulah ia menggeledahi badan orang mati untuk mencari batu api. Berturut-turut tiga orang telah digerayanginya, tapi semuanya bersaku kosong. Tiba-tiba teringat olehnya, kontan ia memaki, “Keparat, orang buta sudah tentu takkan membawa batu ketikan api segala.”

Pada mayat berikutnya barulah, ia menemukan batu api dan akhirnya dapat membikin api. Tapi sesudah terang, kedua orang lantas menjerit berbareng. Ternyata benda yang dipegang oleh Ing-ing itu adalah sekerat tulang yang sebagian sudah terlepas. Segera Ing-ing melemparkan tulang itu.
(more…)

09/09/2008

Duke of Mount Deer (40)

Filed under: Duke of Mount Deer, Jin Yong — ceritasilat @ 12:20 am

Duke of Mount Deer (40)
Oleh Jin Yong

(Terima kasih kepada Hy_edl048)

Setelah tertawa, Tian Coan berkata. “Aku yang rendah benar-benar tidak mempunyai mata. Seharusnya aku tidak boleh sembarangan turun tangan sehingga perbuatanku menjadi kurang hormat. Sayangnya aku si tua bangka ini sungguh tidak tahu diri dan sudah berlaku lancang.”

“Jangan berkata demikian, Ci toako,” kata To kionggo. “Tidak berani aku menerimanya. Sebaliknya, aku sangat mengagumimu karena kau berani bertanggung jawab melindungi Wie Hiocu sekalian.”
(more…)

07/09/2008

Hina Kelana: Bab 136. Matinya Co Leng-tan dan Lim Peng-ci

Filed under: +Hina Kelana, Jin Yong — ceritasilat @ 2:20 am

Hina Kelana
Bab 136. Matinya Co Leng-tan dan Lim Peng-ci
Oleh Jin Yong

Menyusul pula beberapa orang berteriak, “He, itu suara Co Leng-tan! Ya, dia Co Leng-tan!”

“Suhu! Suhu! Tecu berada di sini!” demikian ada orang berseru, rupanya dia dari Ko-san-pay, anak-murid Co Leng-tan sendiri.
(more…)

06/09/2008

Duke of Mount Deer (39)

Filed under: Duke of Mount Deer, Jin Yong — ceritasilat @ 12:30 am

Duke of Mount Deer (39)
Oleh Jin Yong

(Terima kasih kepada Hy_edl048)

Sekarang Tian Coan percaya kedua nona itu sudah mengetahui siapa adanya Wie Siau Po, karena itu dia langsung berkata. “Wie Hiocu, sebawahanmu akan mentaati apa pun perintahmu!”

Terkaan Tian Coan keliru. Sebenarnya Kiam Peng dan Phui Ie belum tahu bahwa thaykam yang menolong mereka adalah hiocu dari Thian Tee Hwee. Karena itu mereka merasa heran mendengar orang tua yang sudah mempunyai nama itu memanggil Siau Po dengan sebutan hiocu. Mereka segera menoleh dan memperhatikan Siau Po lekat-lekat saking herannya.
(more…)

05/09/2008

Hina Kelana: Bab 135. Pergulatan Antara Mati dan Hidup di Dalam Gua

Filed under: +Hina Kelana, Jin Yong — ceritasilat @ 12:33 am

Hina Kelana
Bab 135. Pergulatan Antara Mati dan Hidup di Dalam Gua
Oleh Jin Yong

Waktu Lenghou Tiong berpaling, dilihatnya seorang tua berbaju kuning sedang melotot kepada seorang laki-laki jangkung pertengahan umur, bahkan sambil mengacungkan ujung pedangnya ke dada si jangkung.

Tapi si jangkung telah menjawab dengan tertawa, “Bilakah aku memandangi ukiran yang kau katakan itu?”
(more…)

04/09/2008

Hina Kelana: Bab 134. Menyusuri Jejak Musuh

Filed under: +Hina Kelana, Jin Yong — ceritasilat @ 1:00 am

Hina Kelana
Bab 134. Menyusuri Jejak Musuh
Oleh Jin Yong

“Kutanya dia pula mengapa tidak mau bertemu dengan suaminya, dia bilang suaminya adalah manusia paling tidak berperasaan di dunia ini, orang yang paling doyan perempuan, biarpun bertemu kembali juga tiada gunanya.”

Mendadak Put-kay berteriak satu kali, segera ia putar tubuh hendak lari pergi. Namun Lenghou Tiong keburu menariknya dan membisikinya, “Akan kuajarkan suatu akal bagus padamu, tanggung dia takkan dapat melarikan diri.”
(more…)

03/09/2008

Hina Kelana: Bab 133. Ketololan Tho-kok-lak-sian dan Kedogolan Put-kay Hwesio

Filed under: +Hina Kelana, Jin Yong — ceritasilat @ 12:45 am

Hina Kelana
Bab 133. Ketololan Tho-kok-lak-sian dan Kedogolan Put-kay Hwesio
Oleh Jin Yong

Betapa pun licik dan licin Yu Siok, tidak urung mukanya menjadi pucat seperti mayat, dengan suara gemetar ia menjawab, “Ter… terima kasih, aku tidak… tidak ingin membacanya!”

“Ah, jangan sungkan-sungkan, baca saja kan tidak apa-apa toh?” ujar Lenghou Tiong dengar tertawa. Berbareng ia tepuk-tepuk dan urut-urut punggung serta pinggang Ing-ing untuk membuka hiat-to si nona yang tertutuk.
(more…)

Duke of Mount Deer [38]

Filed under: Duke of Mount Deer, Jin Yong — ceritasilat @ 12:28 am

Duke of Mount Deer [38]
Oleh Jin Yong

(Terima kasih kepada Hy_edl048)

Kaisar Kong Hie tertegun sekian lama. Otaknya terus bekerja. Dia benar-benar bingung. “I… bu… ibu kandungku… telah dibunuh orang…” katanya.

“A… pakah Hau Kong honghou itu ibu kandungmu?” tanya Siau Po.
(more…)

02/09/2008

Hina Kelana: Bab 132. Antara Mati dan Hidup

Filed under: +Hina Kelana, Jin Yong — ceritasilat @ 12:38 am

Hina Kelana
Bab 132. Antara Mati dan Hidup
Oleh Jin Yong

Tiba-tiba terdengar di bawah Sian-kong-si itu ada suara orang bicara, cuma jaraknya jauh maka tak jelas terdengar. Selang sejenak, terdengar ada orang mendekati kuil itu.

“Ada orang datang!” seru Lenghou Tiong. Karena seruan ini barulah ia tahu hiat-to bisu yang tertutuk si nenek tadi kiranya sudah terlepas.
(more…)

Duke of Mount Deer (37)

Filed under: Duke of Mount Deer, Jin Yong — ceritasilat @ 12:27 am

Duke of Mount Deer (37)
Oleh Jin Yong

(Terima kasih kepada Hy_edl048)

Bocah itu segera mengenali ketiga kitab tersebut. Yang satu memang milik Ibu suri sendiri, yang kedua didapatkannya dari rumah GoPay, demikian pula yang ketiga.

‘Entah ada manfaat busuk apa dari kitab ini?’ pikir Siau Po dalam hatinya, namun hatinya senang sekali dengan penemuannya itu. ‘Mengapa setiap orang demikian menghargainya? Lebih baik aku ambil saja semuanya, biar si nenek sihir kelabakan setengah mati dan langsung jatuh semaput!’
(more…)

Older Posts »

Blog at WordPress.com.