Kumpulan Cerita Silat

29/06/2008

Pendekar-Pendekar Negeri Tayli – 15

Filed under: Jin Yong, Pendekar-Pendekar Negeri Tayli — ceritasilat @ 2:25 am

Pendekar-Pendekar Negeri Tayli – 15
Oleh Jin Yong

(Terima Kasih Kepada Nra)

Mula-mula Po-ting-te dan lain-lain merasa heran ketika mendengar ucapan Ciok-jing-cu tadi, mereka mengira imam yang biasanya jenaka itu sedang membadut. Tapi kini demi tampak sikap Ui-bi-ceng yang sungguh-sungguh itu, barulah mereka tahu urusan benar-benar sangat gawat.

Segera Po-ting-te pegang tangan Toan Ki dan hendak menyeretnya bangun. Ketika tangan menempel tangan, tiba-tiba hati tergetar juga, tenaga dalam terus merembes keluar. Cepat ia tahan sekuatnya berbareng lengan jubah mengebas hingga Toan Ki terentak ke samping beberapa tindak. Lalu bentaknya dengan suara bengis, “Sejak kapan kau belajar ilmu sesat begini?”
(more…)

28/06/2008

Pendekar-Pendekar Negeri Tayli – 14

Filed under: Jin Yong, Pendekar-Pendekar Negeri Tayli — ceritasilat @ 2:25 am

Pendekar-Pendekar Negeri Tayli – 14
Oleh Jin Yong

(Terima Kasih Kepada Nra)

Di tengah perjamuan itu, hadirin ramai mengobrol ke timur dan ke barat, kemudian sama mengaturkan selamat pula kepada Toan Cing-sun suami-istri dan Ko Sing-thay karena kedua keluarga itu telah berbesanan. Seketika suasana tambah semarak dan beramai-ramai sama mengajak angkat cawan.

Bok Wan-jing coba melirik Toan Ki, ia lihat pemuda itu menunduk dengan lesu, teringat olehnya waktu mereka berduaan tinggal bersama di dalam rumah batu itu, tanpa terasa ia pun ikut muram durja. Ia tahu selama hidup ini terang tiada harapan untuk menjadi istri Toan Ki, tapi demi mendengar pemuda itu sudah melamar putri Ko Sing-thay, tentu saja ia pun berduka dan hancur perasaannya.
(more…)

27/06/2008

Pendekar-Pendekar Negeri Tayli – 13

Filed under: Jin Yong, Pendekar-Pendekar Negeri Tayli — ceritasilat @ 2:24 am

Pendekar-Pendekar Negeri Tayli – 13
Oleh Jin Yong

(Terima Kasih Kepada Nra)

Ciong Ban-siu suami-istri dan Ciong Ling cuma tahu bahwa sepasang katak itu bisa memanggil ular, tapi tidak tahu bila orang memakannya, maka akan timbul reaksi aneh pada tubuh orang yang memakannya itu.

Namun hendaklah maklum juga bahwa secara kebetulan Toan Ki bermaksud membunuh diri hingga secara ngawur pula telah makan katak-katak aneh itu. Kalau tidak, coba siapakah orangnya yang berani makan binatang yang dapat mengalahkan ular-ular berbisa itu?
(more…)

Pahlawan Padang Rumput: Bagian 17

Filed under: Liang Yu Sheng, Pahlawan Padang Rumput — ceritasilat @ 1:15 am

Pahlawan Padang Rumput: Bagian 17
Oleh Liang Yu Sheng

(Terima Kasih kepada Mel)

Selagi kepala suku Kazak memuji-muji Nyo Hun-cong, kepala suku Kedar, Bing-lok, tiba-tiba berdiri dan berkata, “Mata kita perlu lebih awas dan terang sedikit, jangan seorang pengecut dianggap orang gagah dan mata-mata musuh dianggap pahlawan!”

“Apa maksudmu im,” kata kepala suku Kazak heran dengan mata membelalak.
(more…)

26/06/2008

Pendekar-Pendekar Negeri Tayli – 12

Filed under: Jin Yong, Pendekar-Pendekar Negeri Tayli — ceritasilat @ 2:22 am

Pendekar-Pendekar Negeri Tayli – 12
Oleh Jin Yong

(Terima Kasih Kepada Nra)

Tak tersangka, tiba-tiba tongkat bambu orang itu pun bergerak, “cus”, tongkat itu menutuk ke arahnya hingga kedua tenaga tutukan itu saling bentur di udara.

Kontan Po-ting-te tergetar mundur setindak, sebaliknya Jing-bau-khek juga tergeliat. Muka Po-ting-te sekilas memerah, sebaliknya wajah Jing-bau-khek sekilas bersemu hijau, namun sama lantas lenyap dalam sekejap saja.
(more…)

Pahlawan Padang Rumput: Bagian 16

Filed under: Liang Yu Sheng, Pahlawan Padang Rumput — ceritasilat @ 1:15 am

Pahlawan Padang Rumput: Bagian 16
Oleh Liang Yu Sheng

(Terima Kasih kepada Mel)

Lalu Nyo Hun-cong bertanya pula bagaimana sampai mereka bisa tertawan, mendengar pertanyaan ini muka Mokhidi segera berubah menjadi gemas.

“Nyo-taihiap,” katanya kemudian, “Kau baik dalam segalanya, hanya satu hal saja yang tidak baik!”
(more…)

25/06/2008

Pendekar-Pendekar Negeri Tayli – 11

Filed under: Jin Yong, Pendekar-Pendekar Negeri Tayli — ceritasilat @ 2:21 am

Pendekar-Pendekar Negeri Tayli – 11
Oleh Jin Yong

(Terima Kasih Kepada Nra)

Benar juga Wan-jing merasa perut orang naik turun dengan perlahan mengikuti gelombang suara tadi. Ia menjadi geli, “Haha, sungguh aneh!”

Kiranya apa yang dilatih Jing-bau-khek atau orang berbaju hijau itu adalah semacam “Hok-gi-sut” atau ilmu bicara dengan perut.
(more…)

24/06/2008

Pendekar-Pendekar Negeri Tayli – 10

Filed under: Jin Yong, Pendekar-Pendekar Negeri Tayli — ceritasilat @ 2:17 am

Pendekar-Pendekar Negeri Tayli – 10
Oleh Jin Yong

(Terima Kasih Kepada Nra)

Sampai esok paginya lagi, ke-32 langkah itu sudah dapat dipecahkan seluruhnya. Diam-diam ia menghafalkan lagi seluruh ke-64 segi itu dari awal sampai akhir. Dan nyatanya memang berjalan dengan lancar.

Ibaratnya orang yang mogok di tengah jalan karena menghadapi jalan buntu, kini mendadak jalan itu dapat ditembus, keruan Toan Ki sangat girang, terus saja ia meloncat bangun sambil bertepuk tangan dan berseru, “Bagus, bagus!”
(more…)

23/06/2008

Pendekar-Pendekar Negeri Tayli – 09

Filed under: Jin Yong, Pendekar-Pendekar Negeri Tayli — ceritasilat @ 2:17 am

Pendekar-Pendekar Negeri Tayli – 09
Oleh Jin Yong

(Terima Kasih Kepada Nra)

Benar juga, segera tampak Sian-tan-hou Ko Sing-thay tengkurap di atas kudanya, baju di bagian punggung tampak robek dan jelas kelihatan bekas telapak tangan. Cepat Toan Ki memburu maju dan tanya, “Ko-sioksiok, bagaimana keadaanmu?”

Waktu Ko Sing-thay mendongak dan tampak Yau-toan-siancu berdiri di depan pintu, cepat ia meronta turun dari kuda untuk memberi hormat.
(more…)

22/06/2008

Pendekar-Pendekar Negeri Tayli – 08

Filed under: Jin Yong, Pendekar-Pendekar Negeri Tayli — ceritasilat @ 2:13 am

Pendekar-Pendekar Negeri Tayli – 08
Oleh Jin Yong

(Terima Kasih Kepada Nra)

“Pagi hari ini aku sudah sarapan, sekarang masih kenyang,” sahut Yap Ji-nio. “Co-tayciangbun, boleh kau pergi saja, kami takkan cabut nyawamu!”

“Jika demikian, Yap…Yap Ji-nio, harap kembalikan putraku itu, biar kucarikan 3-4 anak lain untukmu. Sungguh aku terima kasih tak terhingga.”
(more…)

21/06/2008

Pendekar-Pendekar Negeri Tayli – 07

Filed under: Jin Yong, Pendekar-Pendekar Negeri Tayli — ceritasilat @ 2:12 am

Pendekar-Pendekar Negeri Tayli – 07
Oleh Jin Yong

(Terima Kasih Kepada Nra)

Entah lewat berapa lama, perlahan Toan Ki siuman, waktu membuka mata, ia menjadi silau oleh cahaya matahari, kembali ia pejamkan mata lagi. Tapi segera terasa dirinya dirangkul sesosok tubuh yang lunak hangat. Ia membuka mata lagi untuk melihat, ternyata muka Bok Wan-jing yang putih pucat itu masih bersandar di dadanya.

Ia membatin, “Setelah kami menuju akhirat, ternyata masih berada bersama, suatu tanda bahwa cerita tentang alam halus segala bukanlah dongeng belaka.”
(more…)

20/06/2008

Pendekar-Pendekar Negeri Tayli – 06

Filed under: Jin Yong, Pendekar-Pendekar Negeri Tayli — ceritasilat @ 2:12 am

Pendekar-Pendekar Negeri Tayli – 06
Oleh Jin Yong

(Terima Kasih Kepada Nra)

“Nona Bok, rupanya engkau terlalu menilai rendah orang she Toan ini,” sahut Toan Ki tertawa, “Masa orang she Toan adalah manusia berkualitas demikian?”

Dengan matanya yang jeli si nona memandang termangu-mangu sejenak kepada pemuda itu dengan penuh haru dan pilu, katanya kemudian dengan suara mesra, “Guna apakah kau ikut mati bersama aku? Kau…kau tidak tahu betapa ganasnya orang itu.”
(more…)

19/06/2008

Pendekar-Pendekar Negeri Tayli – 05

Filed under: Jin Yong, Pendekar-Pendekar Negeri Tayli — ceritasilat @ 2:08 am

Pendekar-Pendekar Negeri Tayli – 05
Oleh Jin Yong

(Terima Kasih Kepada Nra)

Tak terduga belum lagi setombak mendekati Toan Ki, tahu-tahu lebih 20 orang itu sudah dipapak pula oleh sambaran senjata rahasia, seketika ramai dengan suara mendesir, hujan panah terjadi, sekejap saja orang-orang itu sama menggeletak terbinasa.

Orang-orang itu adalah sisa kawanan Sin-long-pang yang masih kuat, tapi dalam sekejap saja sudah mati semua, keruan Sikong Hian sangat terkejut. Apalagi sebelumnya sudah berpuluh anak buahnya terpagut Kim-leng-cu, sisa anak buahnya sekarang hanya tinggal kelas rendahan saja.
(more…)

18/06/2008

Pendekar-Pendekar Negeri Tayli – 04

Filed under: Jin Yong, Pendekar-Pendekar Negeri Tayli — ceritasilat @ 2:04 am

Pendekar-Pendekar Negeri Tayli – 04
Oleh Jin Yong

(Terima Kasih Kepada Nra)

Kedua alis kakek itu menegak, sinar matanya menyorot tajam, sikapnya keren, tapi tak menjawab. Sebaliknya seorang laki-laki yang berdiri di sebelahnya lantas membentak, “Bangsat kecil, apa kau sudah bosan hidup, berani sembarang mengoceh! Loyacu ini sudi bicara dengan kau, hal ini sudah untung bagimu, apa kau kenal siapa Loyacu ini? Hm, matamu benar-benar buta!”

Melihat lagak kakek itu benar-benar lain dari yang lain, betapa pun timbul juga sedikit rasa hormat Toan Ki, maka sahutnya, “Aku pun tahu Lotiang ini pasti bukan orang sembarangan. Bolehkah mohon tanya siapakah nama Lotiang yang terhormat?”
(more…)

17/06/2008

Pendekar-Pendekar Negeri Tayli – 03

Filed under: Jin Yong, Pendekar-Pendekar Negeri Tayli — ceritasilat @ 1:57 am

Pendekar-Pendekar Negeri Tayli – 03
Oleh Jin Yong

(Terima Kasih Kepada Nra)

Begitulah ia terus berteriak-teriak sambil menuju ke tempat datangnya suara itu. Tiada lama ia merasa berada di suatu tempat yang luang, tangannya tidak meraba sesuatu lagi.

Tiba-tiba kehilangan sentuhan, Toan Ki merasa takut malah. Setindak demi setindak ia maju terus, kaki merasa tidak mendapat rintangan apa-apa lagi. Sekonyong-konyong tangan menyentuh sesuatu yang dingin. Begitu tersenggol, benda itu terus menerbitkan suara nyaring “cring”, ketika diraba lagi lebih teliti, kiranya sebuah gembok besar.
(more…)

Older Posts »

Create a free website or blog at WordPress.com.