Kumpulan Cerita Silat

09/04/2008

Pendekar Gelandangan (09)

Filed under: Gu Long, Pendekar Gelandangan — ceritasilat @ 10:54 pm

Pendekar Gelandangan (09)
Bab 09. Duel
Oleh Gu Long

(Terima Kasih kepada Bintang73 dan Donnios)

Ruangan itu nyaman dan bersih.

Toa-tauke tak pernah menelantarkan atau mencemooh anak buahnya, A-yong pun belum kehilangan nilai keseluruhan dari kepentingannya untuk melaksanakan suatu tugas.
(more…)

08/04/2008

Pendekar Gelandangan (08)

Filed under: Gu Long, Pendekar Gelandangan — ceritasilat @ 10:53 pm

Pendekar Gelandangan (08)
Bab 08. Siapakah A-kit?
Oleh Gu Long

(Terima Kasih kepada Bintang73 dan Donnios)

Toa-tauke duduk di atas kursinya yang besar dan lebar dengan amat santai, memandang Tiok Yap-cing yang berdiri dihadapannya, tiba-tiba timbul perasaan salah dan minta maaf dalam hati kecilnya.

Sudah enam tahun ia bekerja baginya, pekerjaannya selalu paling beres dan sengsara dari siapapun, tapi kenikmatan hidup yang berhasil dicicipinya justru jauh lebih sedikit dari orang lain.
(more…)

07/04/2008

Pendekar Gelandangan (07)

Filed under: Pendekar Gelandangan — ceritasilat @ 10:57 pm

Pendekar Gelandangan (07)
Bab 07. Orang Yang Nekad
Oleh Gu Long

(Terima Kasih kepada Bintang73 dan Donnios)

Malam itu amat terang.

Betapapun indahnya suasana malam, dalam pandangan orang yang sedang suram, keadaan tersebut tetap terasa menyuramkan.
(more…)

06/04/2008

Pendekar Gelandangan (06)

Filed under: Gu Long, Pendekar Gelandangan — ceritasilat @ 10:56 pm

Pendekar Gelandangan (06)
Bab 06. Pantang Menyerah
Oleh Gu Long

(Terima Kasih kepada Bintang73 dan Donnios)

Seorang pemuda yang tiada masa depan, seorang gelandangan yang air matanya telah mengering, ibarat selembar daun yang terhembus angin, seperti pula ganggang di air, tiada tumpuan harapan, tiada pula masa depan………………..

Dalam keadaan demikian, mungkinkah ada orang dikejauhan yang rindu kepadanya, memperhatikan keadaannya?
(more…)

05/04/2008

Pendekar Gelandangan (05)

Filed under: Gu Long, Pendekar Gelandangan — ceritasilat @ 10:55 pm

Pendekar Gelandangan (05)
Bab 05. Suka Duka Seorang Gelandangan
Oleh Gu Long

(Terima Kasih kepada Bintang73 dan Donnios)

Musim gugur telah lewat, musim dinginpun menjelang tiba.

Angin dingin serasa sayatan pisau menyambar datang dari empat penjuru…….

Alam memang kejam. Gelandangan menderita.
(more…)

04/04/2008

Pendekar Gelandangan (04)

Filed under: Gu Long, Pendekar Gelandangan — ceritasilat @ 10:54 pm

Pendekar Gelandangan (04)
Bab 04. Perkampungan Pedang Sakti
Oleh Gu Long

(Terima Kasih kepada Bintang73 dan Donnios)

Rumah makan Sin-hoa-ceng yang kecil hanya melayani dua orang.

Ketika Yan Cap-sa menyerbu ke dalam, ia segera menyaksikan Cho Ping duduk di sudut ruangan.
(more…)

03/04/2008

Pendekar Gelandangan (03)

Filed under: Gu Long, Pendekar Gelandangan — ceritasilat @ 10:54 pm

Pendekar Gelandangan (03)
Bab 03. Ko-jin yang menakutkan
Oleh Gu Long

(Terima Kasih kepada Bintang73 dan Donnios)

Seorang gadis cantik yang telanjang bulat, berbaring di sisimu bahkan menghembuskan napasnya yang harum di sisi telingamu.

Pemandangan semacam ini pasti amat menarik, pasti amat hangat dan bikin hati orang berdebar.
(more…)

02/04/2008

Pendekar Gelandangan (02)

Filed under: Gu Long, Pendekar Gelandangan — ceritasilat @ 10:52 pm

Pendekar Gelandangan (02)
Bab 02. Pedang Pembunuh Manusia
Oleh Gu Long

(Terima Kasih kepada Bintang73 dan Donnios)

Suasana dalam hutan hening, sepi, tak kedengaran suara apapun, termasuk pembicaraan manusia.

Yan Cap-sa sedang memandang ranting di tangan perempuan itu sambil termenung, ia seakan-akan sedang memikirkan sesuatu.
(more…)

01/04/2008

Pendekar Gelandangan (01)

Filed under: Gu Long, Pendekar Gelandangan — ceritasilat @ 10:50 pm

Pendekar Gelandangan (01)
Bab 01. Jago Pedang Kenamaan
Oleh Gu Long

(Terima Kasih kepada Bintang73 dan Donnios)

Musim gugur telah menjelang, udara dingin dan sang surya di sore itu sudah tenggelam di ufuk barat.

Di bawah pepohonan yang mulai gundul berdiri sesosok bayangan manusia, ia berdiri kaku bagaikan patung dan seakan-akan sudah melebur dengan suasana kelabu di senja itu.
(more…)

Blog at WordPress.com.