Kumpulan Cerita Silat

07/05/2010

Pedang Abadi – 7 – Tamat

Filed under: Tujuh Senjata — Tags: — ceritasilat @ 7:12 am

Karya: Gu Long
Penerjemah: Tjan ID
Penerbit: See Yan Tjindjin

(Terima kasih kepada uploader-ansari)

Bab 7: Jenis Senjata Pertama

Tuan Muda Zhu tertawa, “Aku tahu kau tulus hati padanya, karena itu aku akan membantumu dengan membiarkanmu mati bersamanya. Jika ada yang ingin kau katakan, kau harus menunggu dulu sampai kau berada dalam perjalanan ke surga.”

Ucapannya itu belum habis dikatakan, tubuhnya tiba-tiba mengejang. Sudut matanya tiba-tiba mengencang, seakan-akan sebuah palu besi yang tak kelihatan tiba-tiba menghantamnya dari udara. Dan wajahnya lalu tampak berkerut-kerut, sebelum tubuhnya ambruk ke atas tanah.
(more…)

Advertisements

06/05/2010

Pedang Abadi – 6

Filed under: Tujuh Senjata — Tags: — ceritasilat @ 7:10 am

Karya: Gu Long
Penerjemah: Tjan ID
Penerbit: See Yan Tjindjin

(Terima kasih kepada uploader-ansari)

Bab 6: Bayangan Wei Tian-ying

Pisau kilat yang bagus dan gemerlapan!

Pisau baja sedingin es itu meluncur dengan cepat ke arah tenggorokan Bai Yu-jing. Tiba-tiba dia hanya bisa memandangnya tanpa berkedip. Tapi pisau itu tidak menebas tenggorokannya. Pisau baja itu tiba di tenggorokan dan mendadak berhenti.
(more…)

05/05/2010

Pedang Abadi – 5

Filed under: Tujuh Senjata — Tags: — ceritasilat @ 6:58 am

Karya: Gu Long
Penerjemah: Tjan ID
Penerbit: See Yan Tjindjin

(Terima kasih kepada uploader-ansari)

Bab 5: Pisau Kilat

Fang Long Xiang berkata, “Tentu saja!”

Bai Yu-jing tersenyum dan berkata, “Jika kukatakan isterinya telah datang dan akan menyerangmu, kau percaya padaku?”
(more…)

04/05/2010

Pedang Abadi – 4

Filed under: Tujuh Senjata — Tags: — ceritasilat @ 6:57 am

Karya: Gu Long
Penerjemah: Tjan ID
Penerbit: See Yan Tjindjin

(Terima kasih kepada uploader-ansari)

Bab 4: Mayat Yang Kaku

Malam itu bukanlah malam yang tidak pernah berakhir. Angin membawa berita bahwa fajar telah menjelang. Udara pun terasa lebih menyegarkan dan dingin.

Bai Yu-jing berdiri dengan tenang dalam tiupan angin dingin. Dia berharap, semakin dingin hembusan angin itu, semakin jernih pula pikirannya.
(more…)

03/05/2010

Pedang Abadi – 3

Filed under: Tujuh Senjata — Tags: — ceritasilat @ 6:56 am

Karya: Gu Long
Penerjemah: Tjan ID
Penerbit: See Yan Tjindjin

(Terima kasih kepada uploader-ansari)

Bab 3: Malam Yang Tiada Akhir

Ketika bintang-bintang mulai naik, tak lama kemudian mereka pun akan menghilang. Bumi sunyi senyap, bahkan dalam ketenangan itu bunyi riak air di danau sana pun bisa terdengar.

Lentera di pintu depan berayun-ayun lembut ditiup angin, sementara sinarnya berkerlap-kerlip dalam hembusan angin.
(more…)

02/05/2010

Pedang Abadi – 2

Filed under: Tujuh Senjata — Tags: — ceritasilat @ 6:54 am

Pedang Abadi – 2

Karya: Gu Long
Penerjemah: Tjan ID
Penerbit: See Yan Tjindjin

(Terima kasih kepada uploader-ansari)

Bab 2: Bai Yu-Jing

Bai Yu-jing tidak berada di khayangan, tapi di atas punggung kuda.

[Catatan: Bai Yu-jing berarti Kota Pualam Putih, yang muncul pada bait syair terkenal di atas, digunakan oleh Gu Long sebagai nama tokoh utama dalam cerita ini.]
(more…)

01/05/2010

Pedang Abadi – 1

Filed under: Tujuh Senjata — ceritasilat @ 6:53 am

Karya: Gu Long
Penerjemah: Tjan ID
Penerbit: See Yan Tjindjin

(Terima kasih kepada uploader-ansari)

Bab 1: Losmen Angin Dan Awan

“Kota pualam putih di langit,
Punya lima menara dan duabelas benteng,
Di mana dewa berdiam di atas kepalaku,
Memelihara rambut yang panjang dan hidupku bersamanya.”
(Li Bai)*

Senja.

Di atas jalan berpelat batu itu, sembilan orang yang berpenampilan aneh muncul, semuanya memakai baju tunik dari kain rami, sepatu rami, dan anting-anting emas sebesar mangkuk di daun telinga kiri mereka. Semuanya berambut merah acak-acakan yang terurai di bahu mereka seperti bara api.
(more…)

Blog at WordPress.com.