Kumpulan Cerita Silat

25/10/2008

Duke of Mount Deer (44)

Filed under: +Darah Ksatria, Duke of Mount Deer — ceritasilat @ 1:37 pm

Oleh Jin Yong

(Terima kasih kepada Hy_edl048)

“Tempat untuk meneduh sih ada, tapi tidak berbeda jauh dengan kuil-kuil rusak itu…” kata orang tua yang pertama.

“Yang betul, ada atau tidak?” bentak seorang lainnya. Ditilik dari suaranya, tampaknya orang yang satu ini lebih berangasan.
(more…)

Advertisements

22/10/2008

Duke of Mount Deer (43)

Filed under: Duke of Mount Deer — ceritasilat @ 1:08 am

Duke of Mount Deer (43)
Oleh Jin Yong

(Terima kasih kepada Hy_edl048)

Bahkan ketika bocah nakal itu menendangnya berkali-kali, Lau It Cau tidak merasakan apa-apa lagi. Siau Po langsung memperlihatkan senyum penuh kebanggaan. Dia membuka ikat pinggang Lau It Cou kemudian digunakannya untuk membelenggu tangan orang itu.

Di dekat sebatang kayu ada sebuah batu besar. Siau Po berusaha menggesemya. Kebetulan di bawah batu besar itu ada sebuah lubang, karena itu Siau Po menggesemya terus sehingga mulut lubang itu terbuka lebar. Setelah itu dia mengeluarkan bebatuan yang terdapat di dalam lubang itu dan menggali tanahnya sehingga lubang itu menjadi bertambah dalam dan lebar.
(more…)

20/09/2008

Duke of Mount Deer (42)

Filed under: Duke of Mount Deer, Jin Yong — ceritasilat @ 12:36 am

Duke of Mount Deer (42)
Oleh Jin Yong

(Terima kasih kepada Hy_edl048)

“Bibi, ada baiknya bibi masuk saja menjadi anggota Tian-te hwe?” kata Siau Po kemudian. Dalam hatinya dia berpikir, jumlah anggota Tian-te hwe banyak sekali, sehingga bibinya tidak perlu merasa takut.

Hong Eng merasa heran dan menatap Siau Po lekat-lekat. “Mengapa kau menyuruh aku masuk menjadi anggota perkumpulanmu?” tanyanya.
(more…)

15/09/2008

Duke of Mount Deer (41)

Filed under: Duke of Mount Deer, Jin Yong — ceritasilat @ 12:32 am

Duke of Mount Deer (41)
Oleh Jin Yong

(Terima kasih kepada Pipit)

“Anak,” setelah sekian lama, terdengar dayang itu berkata kembali. “Aku she To, nama lengkapku Hong Eng. Aku masuk ke dalam istana sejak berusia dua belas tahun dan di tahun kedua aku mulai melayani Tiang kongcu….”

“Tiang kongcu?” tanya Siau Po menegaskan.
(more…)

09/09/2008

Duke of Mount Deer (40)

Filed under: Duke of Mount Deer, Jin Yong — ceritasilat @ 12:20 am

Duke of Mount Deer (40)
Oleh Jin Yong

(Terima kasih kepada Hy_edl048)

Setelah tertawa, Tian Coan berkata. “Aku yang rendah benar-benar tidak mempunyai mata. Seharusnya aku tidak boleh sembarangan turun tangan sehingga perbuatanku menjadi kurang hormat. Sayangnya aku si tua bangka ini sungguh tidak tahu diri dan sudah berlaku lancang.”

“Jangan berkata demikian, Ci toako,” kata To kionggo. “Tidak berani aku menerimanya. Sebaliknya, aku sangat mengagumimu karena kau berani bertanggung jawab melindungi Wie Hiocu sekalian.”
(more…)

06/09/2008

Duke of Mount Deer (39)

Filed under: Duke of Mount Deer, Jin Yong — ceritasilat @ 12:30 am

Duke of Mount Deer (39)
Oleh Jin Yong

(Terima kasih kepada Hy_edl048)

Sekarang Tian Coan percaya kedua nona itu sudah mengetahui siapa adanya Wie Siau Po, karena itu dia langsung berkata. “Wie Hiocu, sebawahanmu akan mentaati apa pun perintahmu!”

Terkaan Tian Coan keliru. Sebenarnya Kiam Peng dan Phui Ie belum tahu bahwa thaykam yang menolong mereka adalah hiocu dari Thian Tee Hwee. Karena itu mereka merasa heran mendengar orang tua yang sudah mempunyai nama itu memanggil Siau Po dengan sebutan hiocu. Mereka segera menoleh dan memperhatikan Siau Po lekat-lekat saking herannya.
(more…)

03/09/2008

Duke of Mount Deer [38]

Filed under: Duke of Mount Deer, Jin Yong — ceritasilat @ 12:28 am

Duke of Mount Deer [38]
Oleh Jin Yong

(Terima kasih kepada Hy_edl048)

Kaisar Kong Hie tertegun sekian lama. Otaknya terus bekerja. Dia benar-benar bingung. “I… bu… ibu kandungku… telah dibunuh orang…” katanya.

“A… pakah Hau Kong honghou itu ibu kandungmu?” tanya Siau Po.
(more…)

02/09/2008

Duke of Mount Deer (37)

Filed under: Duke of Mount Deer, Jin Yong — ceritasilat @ 12:27 am

Duke of Mount Deer (37)
Oleh Jin Yong

(Terima kasih kepada Hy_edl048)

Bocah itu segera mengenali ketiga kitab tersebut. Yang satu memang milik Ibu suri sendiri, yang kedua didapatkannya dari rumah GoPay, demikian pula yang ketiga.

‘Entah ada manfaat busuk apa dari kitab ini?’ pikir Siau Po dalam hatinya, namun hatinya senang sekali dengan penemuannya itu. ‘Mengapa setiap orang demikian menghargainya? Lebih baik aku ambil saja semuanya, biar si nenek sihir kelabakan setengah mati dan langsung jatuh semaput!’
(more…)

01/09/2008

Duke of Mount Deer (36)

Filed under: Duke of Mount Deer, Jin Yong — ceritasilat @ 12:26 am

Duke of Mount Deer (36)
Oleh Jin Yong

(Terima kasih kepada Hy_edl048)

Thayhou tidak percaya Sui Tong akan berkata demikian, tetapi memang dia pernah menitahkan orang itu membinasakan seorang keluarganya untuk merampas kitab Si Cap Ji cin-keng. Hanya saja ketika itu, Sui Tong melaporkan bahwa dia tidak berhasil menemukan kitab itu. Siapa sangka ternyata Sui Tong mengangkangi kitab itu!

Mendengar kata-kata Siau Po, hati ibu suri mendongkol sekaligus gembira. Dia mendongkol sekali karena Sui Tong berani main gila. Dan dia merasa gembira karena ternyata kitab itu benar ada, dan sekarang dia akan tahu di mana letaknya.
(more…)

09/06/2008

Duke of Mount Deer (35)

Filed under: Duke of Mount Deer, Jin Yong — ceritasilat @ 11:00 pm

Duke of Mount Deer (35)
Oleh Jin Yong

Liu Tay-hong yang mendengar perkataan Tan Kin lam barusan, segera bertanya, “Tan Cong tocu, jadi tadi kau menggunakan ilmu ‘Ceng-hiat sin Jiau’ untuk menghadapi pemuda itu? Menurut apa yang pernah kudengar, siapa yang terkena serangan ilmu itu, dalam waktu tiga hari darah di seluruh tubuhnya akan membeku, dan orang itu tidak bisa bergerak sama sekali serta tidak dapat disembuhkan lagi. Benarkah?”

Tan Kin-lam menarik nafas panjang. “Pada dasarnya, sifat ilmu itu memang keji sekali,” sahutnya. “Aku sebenarnya tidak berniat menggunakan ilmu itu, tapi cara kedatangannya sungguh luar biasa dan dia sudah mendengar percakapan rahasia kita. Ilmunya juga lihay sekali dan kita belum tahu maksud kedatangannya. Untuk menjaga diri kita semua terhadap hal yang tidak diinginkan, terpaksa aku menggunakan ilmu itu. Perbuatanku tadi sarna sekali tidak mirip seorang laki-laki sejati dan aku menjadi malu karenanya!”
(more…)

08/06/2008

Duke of Mount Deer (34)

Filed under: Duke of Mount Deer, Jin Yong — ceritasilat @ 11:00 pm

Duke of Mount Deer (34)
Oleh Jin Yong

(Terima kasih kepada hy_edl048 dan Pipit)

Belum lagi Kiam Seng dan Tay Hong menyahut, salah seorang di antara mereka sudah menyela.

“Aku yang rendah bersama murid dan keponakan muridku Lau It-Cou telah ditolong oleh Wi Hiocu, budinya yang luar biasa besarnya ibarat mega di langit. Aku juga pernah menyatakan pada Cian suhu, apabila perkumpulan tuan-tuan memerlukan bantuan, kami siap menjalankan tugas apa saja yang diperintahkan.”
(more…)

21/05/2008

Duke of Mount Deer (33)

Filed under: Duke of Mount Deer, Jin Yong — ceritasilat @ 11:09 pm

Duke of Mount Deer (33)
Oleh Jin Yong

(Terima kasih kepada hy_edl048 dan Pipit)

Para siwi yang lainnya juga terkejut. Apalagi secara tiba-tiba, mereka merasa kepala mereka pusing sekali.

“Ah, celaka!” seru mereka. “Arak ini tidak beres!”
(more…)

20/05/2008

Duke of Mount Deer (32)

Filed under: Duke of Mount Deer, Jin Yong — ceritasilat @ 11:07 pm

Duke of Mount Deer (32)
Oleh Jin Yong

(Terima kasih kepada Hy_edl048 dan Pipit)

Selesai berkata, Pui Ie langsung menangis. Air matanya mengucur deras.

“Jangan mudah bersedih. Jangan asal mengalirkan air mata saja!” kata Siau Po. “Kau begitu cantik dan manis. Begitu indahnya sehingga mirip batu kumala dan bunga bermekaran. Melihat air matamu mengalir, hatiku pun ikut hancur luluh… Nona Pui, demi engkau, aku akan melakukan apa saja. Aku akan menolong kakak seperguruanmu. Dan aku pasti akan berhasil! Nona Pui, mari kita mengadakan perjanjian. Kalau aku gagal menolong Lau-sukomu itu, biarlah seumur hidupku aku menjadi budakmu. Sebaliknya, andaikata aku berhasil menolong Lau sukomu keluar dengan selamat dari istana ini, maka untuk seumur hidup, kau harus menjadi istriku. Seorang laki-Iaki sejati, asal kata-katanya sudah tercetus keluar, entah empat kuda apa pun sukar mengejarnya! Nah, demikianlah janji kita!”
(more…)

19/05/2008

Duke of Mount Deer (31)

Filed under: Duke of Mount Deer, Jin Yong — ceritasilat @ 11:03 pm

Duke of Mount Deer (31)
Oleh Jin Yong

(Terima kasih kepada Pipit)

Siau Po sudah biasa memaki Ibu suri sebagai nenek sihir atau perempuan jalang, tapi baru kini dia mengatakannya di depan umum. Hal justru membuat hatinya menjadi senang.

Sedangkan para hadirin yang lain justru merasa heran mendengar Siau Po menyebut Ibu suri sebagai si nenek sihir. Baru kali ini mereka medengar ada orang yang menyebut kata-kata itu terhadap Ibu suri. Tanpa dapat mempertahankan diri lagi, Hoan Kong dan anggota Tian-te hwee lainnya jadi tertawa geli.
(more…)

18/05/2008

Duke of Mount Deer (30)

Filed under: Duke of Mount Deer — ceritasilat @ 2:14 pm

Duke of Mount Deer (30)
Oleh Jin Yong

(Terima kasih kepada Pipit)

Bhok Kiam-seng sudah tahu bahwa hiocu Ceng-bok tong dari Tian-te Hwe yang berkedudukan di kota Peking usianya masih muda, dan dari Pek Han hong, dia juga mendengar kepandaian bocah ini masih rendah sekali. Namun mulutnya si hiocu lihay sekali. Dia pandai memojokkan orang dengan kata-katanya. Tampangnya seperti orang kasar dan kemungkinan dia diangkat sebagai hiocu hanya memandang muka gurunya yang menjadi ketua pusat Tian-te hwe.

Sekarang, melihat ketenangan dan kewibawaan Siau Po, dia menjadi heran. Diam-diam dia berpikir.
(more…)

Older Posts »

Blog at WordPress.com.