Kumpulan Cerita Silat

24/01/2008

Perguruan Sejati (22-Tamat)

Filed under: Gu Long, Perguruan Sejati — Tags: — ceritasilat @ 2:35 pm

Perguruan Sejati (22)
Oleh Gu Long

=============================
(Terima kasih kepada alimuda)
=============================

“Sudah, lihat nanti!” Lagi-lagi Tay Cin Tojin memotong perkataan kawannya. Diambilnya kertas dan pit, cepat-cepat ditulisnya sepucuk surat. Dimasukkan kedalam sampul dan dilem. “Kumohon engkau menulis namamu disampul surat ini.”

Han Bun Siang tidak bertanya ini itu, segera menulis namanya disampul itu. Melihat ini Tong Cian Lie jadi geregetan. “Engkau hidung kerbau itu bilamana tidak segera kusobek suatu saat kau mau main apa? Han Toako engkau gampang dikibulii, surat itu toh belum kau baca, kenapa mau menulis namamu?”
(more…)

Advertisements

Perguruan Sejati (22)

Filed under: Gu Long, Perguruan Sejati — Tags: — ceritasilat @ 2:32 pm

Perguruan Sejati (22)
Oleh Gu Long

=============================
(Terima kasih kepada alimuda)
=============================

“Sudah, lihat nanti!” Lagi-lagi Tay Cin Tojin memotong perkataan kawannya. Diambilnya kertas dan pit, cepat-cepat ditulisnya sepucuk surat. Dimasukkan kedalam sampul dan dilem. “Kumohon engkau menulis namamu disampul surat ini.”

Han Bun Siang tidak bertanya ini itu, segera menulis namanya disampul itu. Melihat ini Tong Cian Lie jadi geregetan. “Engkau hidung kerbau itu bilamana tidak segera kusobek suatu saat kau mau main apa? Han Toako engkau gampang dikibulii, surat itu toh belum kau baca, kenapa mau menulis namamu?”
(more…)

23/01/2008

Perguruan Sejati (21)

Filed under: Gu Long, Perguruan Sejati — Tags: — ceritasilat @ 2:31 pm

Perguruan Sejati (21)
Oleh Gu Long

=============================
(Terima kasih kepada alimuda)
=============================

Benar saja salah satu pedang pusaka yang bernama Lie hwe kiam sudah hilang dari tempatnya. “Hweesio itu sangat aneh, ia pergi tanpa pamit dan membawa pedang untuk apa?” kata Yauw Kian Cee.

“Mungkin firasat buruknya itu dikarenakan ia melihat luka Ceng Ceng,” kata Ciu Kong.
(more…)

22/01/2008

Perguruan Sejati (20)

Filed under: Gu Long, Perguruan Sejati — Tags: — ceritasilat @ 2:30 pm

Perguruan Sejati (20)
Oleh Gu Long

=============================
(Terima kasih kepada alimuda)
=============================

“Kurasakan agak mendingan dan ingin duduk,” kata Tiong Giok sambil tersenyum. “Mana ayahmu?”

“Ayahku menjaga dimulut gua ia kuatir ada orang jatuh kejurang.”
(more…)

21/01/2008

Perguruan Sejati (19)

Filed under: Gu Long, Perguruan Sejati — Tags: — ceritasilat @ 2:28 pm

Perguruan Sejati (19)
Oleh Gu Long

=============================
(Terima kasih kepada alimuda)
=============================

“Ciu Lo Cianpwee kapan tiba?” tanya Tiong Giok sambil memegang lengan orang tua itu.

“Kami baru saja sampai belum lama,” jawab Ciu Kong.
(more…)

20/01/2008

Perguruan Sejati (18)

Filed under: Gu Long, Perguruan Sejati — Tags: — ceritasilat @ 2:26 pm

Perguruan Sejati (18)
Oleh Gu Long

=============================
(Terima kasih kepada alimuda)
=============================

Sebagai seorang murid dari Thian liong bun, Ceng Ceng tak berani membantah pada Siau cu jinnya, lain dengan Tiat Siau Bwee, ia agak bandel. “Disini ada cici Wan Jie yang menjaga, apapun tak perlu dikuatitkan bukan? Apa salahnya mengajak kami berjalan-jalan, melihat keramaian kota Lam Ciong ini?”

“Aku bukan pergi jalan-jalan….”
(more…)

19/01/2008

Perguruan Sejati (17)

Filed under: Gu Long, Perguruan Sejati — Tags: — ceritasilat @ 2:24 pm

Perguruan Sejati (17)
Oleh Gu Long

=============================
(Terima kasih kepada alimuda)
=============================

Sang Ibu dengan lengan tuanya mengusap-usap pipi anaknya dengan penuh kasih sayang. “Anakku semua ini benar adanya! Selama belasan tahun engkau kami rawat, dengan rasa penuh kasih sayang. Disamping itu kami berdoa agar kelak engkau bisa menemukan orang tuamu yang sejati….engkau mungkin belum mengerti apa yang terjadi akan dirimu ini…baiklah kututurkan bagaimana aku menemuimu. Tujuh belas tahun yang lalu, diawal musim semi, air sungai yang beku mulai berair, sedangkan tanggul-tanggul sungai banyak yang rusak, akibatnya akan timbul bahaya banjir. Penduduk kampung bergotong royong dan bermusyawarah untuk mengatasi bencana yang tidak diinginkan itu, demikian pula dengan ayahmu sering pergi bermusyawarah ke kabupaten. Pada suatu hari, diperjalanan pulang. Ia melihat sebuah kas kayu yang terumbang ambing di atas sungai. Entah bagaimana perhatiannya sangat tertarik dengan kas itu, dan disuruhnya tukang perahu mengambilnya. Begitu dibuka kas itu, ia menjadi melongo, karena didalamnya terlihat anak kecil berusia setahun lebih, penuh dengan darah. Mula pertama orang-orang yang melihat kejadian ini, menganggap anak itu sudah mati. Tapi setelah dipeeriksa dengan cermat, nyatanya anak itu masih bernyawa. Ayahmu segera membawa pulang, dan memanggil tabib mengobati anak kecil yang malang itu. Sebulan kemudian anak itu sudah sehat walafiat. Ia sangat mungil dan manis, siapapun senang kepadanya. Lagi pula kami yang berusia hampir setengah baya belum dikaruniakan barang seorang anak, begitu mandapatkan anak ini, bukan buatan girangnya dan bersyukur kepada Tuhan Yang Maha Esa.

Tiong Giok seperti mimpi mendengar perkataan ibunya itu, sedangkan air matanya mengalir terus tanpa dirasa.
(more…)

18/01/2008

Perguruan Sejati (16)

Filed under: Gu Long, Perguruan Sejati — Tags: — ceritasilat @ 2:23 pm

Perguruan Sejati (16)
Oleh Gu Long

=============================
(Terima kasih kepada alimuda)
=============================

“Pengemis itu entah bagaimana bisa datang menemuiku tiga hari yang lalu, sejak itu kutahu akan banyak kerepotan yang harus kuhadapi, nyatanya benar saja engkau telah datang atas petunjuknya. Pengemis itu benar-benar membuatku dongkol!”

“Kedatanganku kesini tidak berniat mengganggu Lo Cianpwee, bilamana Lo Cianpwee merasa terganggu, sekarang juga aku keluar!” kata In Tiong Giok.
(more…)

17/01/2008

Perguruan Sejati (15)

Filed under: Gu Long, Perguruan Sejati — Tags: — ceritasilat @ 2:21 pm

Perguruan Sejati (15)
Oleh Gu Long

=============================
(Terima kasih kepada alimuda)
=============================

“Dengan adanya makhluk penunggu itu, pasti ada benda pusaka!” kata Kim Tay.

“Engkau benar-benar sebagai muridku yang jempolan, apakah ular itu sudah kau bunuh?” tanya Liok Jie Hui.
(more…)

16/01/2008

Perguruan Sejati (14)

Filed under: Gu Long, Perguruan Sejati — Tags: — ceritasilat @ 2:19 pm

Perguruan Sejati (14)
Oleh Gu Long

=============================
(Terima kasih kepada alimuda)
=============================

“Apakah Lo Cianpwee menganggap kepandaian kami terlalu rendah dan bisa merepotkan Lo Cianpwee?” tanya Pek Kiam Hong.

“Bukan begitu, karena yang datang itu disamping berkepandaian tinggi, jumlahnyapun banyak sekali! Aku sendiripun bisa menghadapi mereka dengan nekad, hidup atau mati terserah kepada Tuhan! Sedangkan kalian bagaimanapun tak boleh mencampuri urusanku ini!”
(more…)

15/01/2008

Perguruan Sejati (13)

Filed under: Gu Long, Perguruan Sejati — Tags: — ceritasilat @ 2:17 pm

Perguruan Sejati (13)
Oleh Gu Long

=============================
(Terima kasih kepada alimuda)
=============================

Pelayan-pelayan berulang kali mencoba mendekatinya menanya ini itu dengan ramah, bukan saja tidak dihiraukan, malahan diusirnya. Hoo kee dari restoran ini melihat tamu yang aneh ini, merasa tidak betah dan ingin menanya apa yang dikehendaki pemuda itu, tapi perkataan mereka yang berada dikerongkongan tak kunjung keluar karena sinar mata pemuda itu yang tajam dan pedang yang tersoren di pinggangnya membuat mereka takut sendiri.

Pada haru raya yang ramai ini banyak tidak kebagian tempat, dan sudah tentu pemuda itu tidak boleh menjublek terus-terusan semalam suntuk disitu, ini merugikan pemilik restoran. Lebih-lebih tempat yang dipakai pemuda itu adalah yang terbaik dan termahal, biar bagaimana kerugian ini harus dicegah, maka itu Hok Kee itu berunding dan mengambil keputusan untuk melaporkan kejadian ini pada Lau pan atau majikan mereka.
(more…)

14/01/2008

Perguruan Sejati (12)

Filed under: Gu Long, Perguruan Sejati — Tags: — ceritasilat @ 2:16 pm

Perguruan Sejati (12)
Oleh Gu Long

=============================
(Terima kasih kepada alimuda)
=============================

“Waduh, sampai lupa memperkenalkan ” kata Lim Siok Bwee, dipanggilnya seorang pelayan “Panggil siocia kesini! Akan kusuruh mengantar tamu!”

Mendengar ini Tiong Giok mendekati Siau Bwee “Lekas turun!”
(more…)

13/01/2008

Perguruan Sejati (11)

Filed under: Gu Long, Perguruan Sejati — Tags: — ceritasilat @ 2:15 pm

Perguruan Sejati (11)
Oleh Gu Long

=============================
(Terima kasih kepada alimuda)
=============================

“Aku Tan Toa Tiau ketua ranting Pok Thian Pang di Ngo liu cung,” jawab Tan Toa Tiau dengan bangga.

“Eh bocah sewaktu engkau berada di Ngo liu cung tentu cecunguk ini yang menipumu bukan?”
(more…)

Perguruan Sejati (11)

Filed under: Gu Long, Perguruan Sejati — Tags: — ceritasilat @ 2:03 pm

Perguruan Sejati (11)
Oleh Gu Long

=============================
(Terima kasih kepada alimuda)
=============================

“Aku Tan Toa Tiau ketua ranting Pok Thian Pang di Ngo liu cung,” jawab Tan Toa Tiau dengan bangga.

“Eh bocah sewaktu engkau berada di Ngo liu cung tentu cecunguk ini yang menipumu bukan?”
(more…)

12/01/2008

Perguruan Sejati (10)

Filed under: Gu Long, Perguruan Sejati — Tags: — ceritasilat @ 2:04 pm

Perguruan Sejati (10)
Oleh Gu Long

=============================
(Terima kasih kepada alimuda)
=============================

Memang benar, setelah melancarkan dua kali Hiat cie lengnya In Tiong Giok kehabisan tenaga, napasnya memburu seperti kerbau kepayahan, tapi saat ini dia sudah melupakan keadaan dirinya, begitu napasnya baikan, segera ia berkata: “Lo Cianpwee katakanlah dengan jelas cara apa lukamu bisa sembuh?”

“Isi perutku sudah rusak dan hawa sudah mongering, biar mendapat obat dewapun tak bisa menyembuhkan. Sedangkan Hiat cie leng adalah ilmu dalam yang memakai tenaga sejati dan membangkitkan kehidupan padaku untuk sejenak saja, beginipun cukup membuatku menuturkan kata-kata sebelum meninggal dunia.”
(more…)

Older Posts »

Create a free website or blog at WordPress.com.