Kumpulan Cerita Silat

11/01/2008

Golok Yanci Pedang Pelangi (11)

Filed under: +Golok Yanci Pedang Pelangi — ceritasilat @ 1:48 am

Golok Yanci Pedang Pelangi (11)
Oleh Gu Long

(Terima kasih kepada CloudRs)

Pintu batu itu berat sekali, Ho Leng-hong harus mengerahkan tenaga untuk menggeser pintu itu, baru saja ia akan ikut menerobos masuk, tidak tersangka dari balik pintu tiba-tiba berkelebat keluar sesosok bayangan manusia, hampir saja kedua orang saling bertumbukan.

Orang itu tak lain adalah Tong Siau-sian pertama tadi, kalau sewaktu masuk ia tidak membawa apa-apa, maka sekarang tangannya telah bertambah dengan sebilah golok panjang.
(more…)

10/01/2008

Golok Yanci Pedang Pelangi (10)

Filed under: +Golok Yanci Pedang Pelangi — ceritasilat @ 1:40 am

Golok Yanci Pedang Pelangi (10)
Oleh Gu Long

(Terima kasih kepada CloudRs)

“Menyembunyikan orang di dalam es?” seperti baru sadar akan sesuatu Pang Goan segera berseru, “maksudmu, kita simpan orang di dalam balok es, lalu meneroboskannya lewat liang api?”

“Benar. Keadaan ini persis seperti peti mati kaca yang tadi kubicarakan, kurasa hanya dengan cara ini saja orang bisa melewati liang api tanpa kuatir terbakar tubuhnya!”
(more…)

09/01/2008

Golok Yanci Pedang Pelangi (09)

Filed under: +Golok Yanci Pedang Pelangi — ceritasilat @ 1:21 am

Golok Yanci Pedang Pelangi (09)
Oleh Gu Long

(Terima kasih kepada CloudRs)

Kata-kata tak sedap itu semakin mengobarkan amarah Yu Ji-nio, saking tidak tahan tiba-tiba ia menjadi nekat, teriaknya, “Minggir kau! Akan kubunuh binatang ini lebih dulu baru kemudian menerima hukuman dari Kokcu.”

Sambil menjerit, golok panjang segera bergetar, dalam waktu singkat ia sudah melancarkan tiga-empat bacokan ke arah Pui Hui-ji.
(more…)

08/01/2008

Golok Yanci Pedang Pelangi [08]

Filed under: +Golok Yanci Pedang Pelangi — ceritasilat @ 1:09 am

Golok Yanci Pedang Pelangi [08]
Oleh Gu Long

(Terima kasih kepada CloudRs)

Sedemikian gelisahnya Ho Leng-hong waktu itu, hampir saja ia merengek, memohon kepadanya agar jangan memberi jawaban negatif, sebab jawabannya itu berarti maut baginya.

“Mengapa kau tidak menjawab?” tanya gadis itu lagi, “sebenarnya dia benar-benar Nyo Cu-wi atau bukan?”
(more…)

07/01/2008

Golok Yanci Pedang Pelangi (07)

Filed under: +Golok Yanci Pedang Pelangi — ceritasilat @ 1:08 am

Golok Yanci Pedang Pelangi (07)
Oleh Gu Long

(Terima kasih kepada CloudRs)

Malam itu lewat dengan aman tenteram, tiada peristiwa apapun yang terjadi. Tak lama setelah fajar menyingsing, ketiga orang itu mulai merasa letih.

“Secara bergilir kita mesti beristirahat dulu,” kata Pang Goan, “kita harus simpan tenaga, sebab kita akan menunggu sehari semalam lagi.”
(more…)

05/01/2008

Golok Yanci Pedang Pelangi (05)

Filed under: +Golok Yanci Pedang Pelangi — ceritasilat @ 12:54 am

Golok Yanci Pedang Pelangi (05)
Oleh Gu Long

(Terima kasih kepada CloudRs)

Habis berkata dia lantas meninggalkan hutan.

Menurut perhitungannya, Liu A-ih dan anak buahnya pasti sudah tiba di ruang depan, bila Pang Goan tak mau menyerah, pertarungan mungkin sudah berkobar, maka begitu keluar dari hutan ia langsung menuju ke ruang depan.
(more…)

04/01/2008

Golok Yanci Pedang Pelangi (04)

Filed under: +Golok Yanci Pedang Pelangi — ceritasilat @ 12:53 am

Golok Yanci Pedang Pelangi (04)
Oleh Gu Long

(Terima kasih kepada CloudRs)

Tidak menunggu jawaban Leng-hong dia lantas berteriak dengan nyaring, “Peng-ji!”

Seorang genduk cilik bermuka bulat lari masuk ke kamar, “Hujin memanggil hamba?” tanyanya.
(more…)

03/01/2008

Golok Yanci Pedang Pelangi (03)

Filed under: +Golok Yanci Pedang Pelangi — ceritasilat @ 12:46 am

Golok Yanci Pedang Pelangi (03)
Oleh Gu Long

(Terima kasih kepada CloudRs)

Malam akan terasa pendek dalam kegembiraan, tapi terasa lewat lebih cepat pada saat-saat yang penuh kehangatan.

Malam lewat dan fajarpun menyingsing pula.
(more…)

02/01/2008

Golok Yanci Pedang Pelangi (02)

Filed under: +Golok Yanci Pedang Pelangi — ceritasilat @ 12:45 am

Golok Yanci Pedang Pelangi (02)
Oleh Gu Long

(Terima kasih kepada CloudRs)

Kejadian baik tak nanti keluar pintu, kejadian “busuk” justru tersiar sampai ke mana-mana, pepatah ini memang terbukti.

Sekeping uang perak yang dikorbankan Ho Leng-hong semalam tidak berhasil menutup mulut Thi-tau Tan, sebab keesokan harinya, pagi-pagi sekali, si telinga panjang Siau Thian sudah mendapat kabar dan muncul di Thian-po-hu.
(more…)

01/01/2008

Golok Yanci Pedang Pelangi (01)

Filed under: +Golok Yanci Pedang Pelangi — ceritasilat @ 12:35 am

Golok Yanci Pedang Pelangi (01)
Oleh Gu Long

(Terima kasih kepada CloudRs)

Setiap orang tentu pernah bermimpi.

Mimpi memang sesuatu yang aneh. Banyak peristiwa yang tak mungkin terjadi dalam kehidupan nyata sering kali dapat dialami dalam mimpi. Angan-angan yang sukar terwujud dalam kehidupan nyata dapat dialami dalam mimpi.

Macam ragam pula orang bermimpi. Ada mimpi yang seram, mimpi yang sedih, mimpi gembira, yang menakutkan dan menggusarkan.
(more…)

Create a free website or blog at WordPress.com.