Kumpulan Cerita Silat

08/05/2008

Bahagia Pendekar Binal (08 – Tamat)

Filed under: +Pendekar Binal, Gu Long — ceritasilat @ 11:14 pm

Bahagia Pendekar Binal (08 – Tamat)
Oleh Gu Long

(Terima Kasih kepada Eve1yn)

Angin masih tetap meniup mendesir-desir, tapi kedengarannya tidak lagi menangis.

Hoa Bu-koat dan Thi Sim-lan saling berdekapan dengan diam saja. Kegelapan dan kesunyian yang tak terbatas ini memang seakan-akan karunia Thian bagi pasangan kekasih di dunia ini yang sedang tenggelam di lautan cinta.
baca halaman penuhnya…

07/05/2008

Bahagia Pendekar Binal (07)

Filed under: +Pendekar Binal, Gu Long — ceritasilat @ 11:11 pm

Bahagia Pendekar Binal (07)
Oleh Gu Long

(Terima Kasih kepada Eve1yn)

Belum lagi Li Toa-jui bersuara, tiba-tiba di atas ada orang berseru, “Sam-ci, Sam-ci, di mana kalian?”

Sambil mengernyitkan kening Buyung San mengomel, “Dia Thio Cing, mengapa setan cilik ini baru menyusul kemari sekarang?”
baca halaman penuhnya…

06/05/2008

Bahagia Pendekar Binal (06)

Filed under: +Pendekar Binal, Gu Long — ceritasilat @ 11:11 pm

Bahagia Pendekar Binal (06)
Oleh Gu Long

(Terima Kasih kepada Eve1yn)

Dahi Koh Jin-giok tampak berkeringat, jawabnya, “Ap…apakah Cianpwe kenal ayahku.”

“Hmk,” jengek orang itu. “Konon Koh-losi mempunyai peraturan keluarga yang keras, mana boleh anak muridnya sembarangan bertindak di luaran? Hendaklah diketahui, seorang yang semakin tinggi kungfunya juga harus semakin prihatin, apabila sedikit-sedikit lantas main pukul, itu kan sama dengan perbuatan kaum pencoleng di tepi jalan, masa ajaran ini tak pernah diberikan oleh ayahmu?”

Seketika Koh Jin-giok tertunduk oleh dampratan orang aneh itu, mana berani lagi dia bersuara.
baca halaman penuhnya…

05/05/2008

Bahagia Pendekar Binal (05)

Filed under: +Pendekar Binal, Gu Long — ceritasilat @ 11:08 pm

Bahagia Pendekar Binal (05)
Oleh Gu Long

(Terima Kasih kepada Eve1yn)

Selang sekian lama baru terdengar suara Siau-hi-ji berkumandang dari lubang di atas sana, “Keluarkan kau? Haha, supaya aku dapat kau bunuh?”

Dengan menggereget Kiau-goat menjawab, “Aku…aku berjanji takkan membunuhmu.”
baca halaman penuhnya…

04/05/2008

Bahagia Pendekar Binal (04)

Filed under: +Pendekar Binal, Gu Long — ceritasilat @ 11:05 pm

Bahagia Pendekar Binal (04)
Oleh Gu Long

(Terima Kasih kepada Eve1yn)

“Konon sejak dahulu kala hingga kini, setiap senjata yang ditempa diperlukan sesajen darah orang hidup, dengan demikian barulah senjata itu akan berhasil digembleng. Malahan ada sementara orang yang rela mengorbankan jiwanya demi berhasilnya pedang yang ditempa. Sebab itulah sejarah setiap pedang pusaka yang berhasil diciptakan pasti membawa kisah yang memilukan.”

“Saat ini bukan waktunya bercerita segala,” kata Kiau-goat Kiongcu.
baca halaman penuhnya…

03/05/2008

Bahagia Pendekar Binal (03)

Filed under: +Pendekar Binal, Gu Long — ceritasilat @ 11:03 pm

Bahagia Pendekar Binal (03)
Oleh Gu Long

(Terima Kasih kepada Eve1yn)

Sungguh teka-teki ini sukar dipecahkan olehnya. Ia coba mengingat-ingat kembali semua kejadian dari awal hingga akhir, sampai kepala pusing tetap sukar dimengerti, malah semakin ruwet.

Teringat olehnya Ih-hoa-kiongcu yang ditakuti orang itu kena diperdayainya hingga kelabakan, bahkan rela menunggui dia berak, saking geli ia jadi tertawa sendiri.
baca halaman penuhnya…

02/05/2008

Bahagia Pendekar Binal (02)

Filed under: +Pendekar Binal, Gu Long — ceritasilat @ 11:19 pm

Bahagia Pendekar Binal (02)
Oleh Gu Long

(Terima Kasih kepada Eve1yn)

Dengan tertawa Giok-long menjawab, “Untuk ini kiranya Hi-heng tidak perlu ikut risau, beberapa hari terakhir ini saku Siaute sedang seret, bilamana ada arwah gentayangan berani merecoki diriku, kebetulan akan dapat kujual dia untuk membeli arak… Apalagi, sebenarnya tadi Siaute juga tidak sendirian.”

Kalimatnya yang terakhir ini barulah mulai memasuki pokok persoalannya. Tapi Siau-hi-ji sengaja berlagak tidak paham dan bertanya, “O, memangnya siapakah yang menemanimu di sini?
baca halaman penuhnya…

01/05/2008

Bahagia Pendekar Binal (01)

Filed under: +Pendekar Binal, Gu Long — ceritasilat @ 11:18 pm

Bahagia Pendekar Binal (01)
Oleh Gu Long

(Terima Kasih kepada Eve1yn)

Gui Moa-ih pikir diri sendiri memang tidak mungkin tahan seperti Siau-hi-ji, tapi ia menjadi gusar dan mendamprat, “Kau sudah terpikat oleh bocah ini, dengan sendirinya segalanya kau puji.”

“Dia memang hebat dan harus dipuji, kalau tidak…kalau tidak masa aku sampai terpikat olehnya?!”
baca halaman penuhnya…

26/04/2008

Bakti Pendekar Binal (08)

Filed under: +Pendekar Binal, Gu Long — ceritasilat @ 11:37 pm

Bakti Pendekar Binal (08)
Oleh Gu Long

(Terima Kasih kepada Eve1yn)

Pada saat itulah tiba-tiba seorang menukas dengan terkekeh-kekeh, “Hehehe, saat ini Hoa-kongcu ingin membela diri saja sukar, mana dia ada tenaga buat menolong kalian, masa kalian tidak dapat melihat keadaannya ini, mengapa kalian memaksanya?”

Di tengah gelak tertawa kembali Kang Giok-long muncul dengan lagak tuan besar. Dan Hoa Bu-koat ternyata menyaksikan kedatangannya begitu saja tanpa berdaya dan tak menanggapi.
baca halaman penuhnya…

25/04/2008

Bakti Pendekar Binal (07)

Filed under: +Pendekar Binal, Gu Long — ceritasilat @ 11:36 pm

Bakti Pendekar Binal (07)
Oleh Gu Long

(Terima Kasih kepada Eve1yn)

Bu-koat melenggong sejenak, tiba-tiba ia memburu ke sana dan berseru, “Waktu masih cukup luang, biarlah aku pun mengantarmu sebentar.”

Thi Peng-koh mengikuti bayangan kedua orang itu hingga menghilang di kejauhan, tubuhnya rada gemetar, dengan mengertak gigi mendadak ia melompat bangun terus berlari kembali ke arah hotel kecil itu.
baca halaman penuhnya…

24/04/2008

Bakti Pendekar Binal (06)

Filed under: +Pendekar Binal, Gu Long — ceritasilat @ 11:32 pm

Bakti Pendekar Binal (06)
Oleh Gu Long

(Terima Kasih kepada Eve1yn)

Dengan ilmu silat Siau-hi-ji sekarang tingkatannya sudah sebanding dengan tokoh-tokoh Bu-lim terkemuka, dalam gusarnya, pukulan yang dilontarkan ini sekaligus mencakup ilmu pukulan sakti dari Bu-tong-pay dan Kun-lun-pay. Dengan sendirinya ilmu pukulan ini berasal dari beberapa tokoh dunia persilatan yang diciptakan secara gabungan di istana bawah tanah itu. Kini Siau-hi-ji sudah dapat memainkannya dengan leluasa, bahkan mengerahkan segenap daya serangannya.

Siapa tahu, pukulan yang cukup membuat keder setiap tokoh Bu-lim ini bagi Tong-siansing tidak lebih hanya menggeliat, tubuhnya seakan-akan patah menjadi dua. Pada saat itu pukulan balasannya juga lantas dilontarkan, kalau tidak menyaksikan sendiri, siapa pun takkan percaya seorang dapat melancarkan serangan dalam posisi yang aneh begitu.
baca halaman penuhnya…

23/04/2008

Bakti Pendekar Binal (05)

Filed under: +Pendekar Binal, Gu Long — ceritasilat @ 11:29 pm

Bakti Pendekar Binal (05)
Oleh Gu Long

(Terima Kasih kepada Eve1yn)

Maka jago tua “Kim-to-bu-tek” Peng Thian-siu yang pertama-tama tidak tahan, segera ia menjengek, “Hm, cara bicara sahabat cilik ini sungguh sukar dipahami.”

“Kau tidak paham bicaraku?” tanya Siau-hi-ji.
baca halaman penuhnya…

22/04/2008

Bakti Pendekar Binal (04)

Filed under: +Pendekar Binal, Gu Long — ceritasilat @ 11:27 pm

Bakti Pendekar Binal (04)
Oleh Gu Long

(Terima Kasih kepada Eve1yn)

“Meski Ok-jin-kok dipandang sebagai daerah maut bagi orang Kangouw, tapi kalau Yan Lam-thian mau menerjang ke sana, memangnya siapa yang mampu merintangi dia? Dulu dia sudah terjebak satu kali, sekarang dia pasti akan bertindak lebih hati-hati,” sinar matanya yang biasanya penuh tipu akal itu kini menampilkan rasa khawatir dan jeri, ia menghela napas panjang, lalu menyambung pula, “Sekali ini kalau dia datang lagi, maka kawanan Ok-jin kami ini mungkin akan berubah menjadi Ok-kui (setan jahat) semuanya ….”

“Apakah engkau yakin ilmu silatnya telah … telah pulih seluruhnya?” tanya Siau-hi-ji.
baca halaman penuhnya…

21/04/2008

Bakti Pendekar Binal (03)

Filed under: +Pendekar Binal, Gu Long — ceritasilat @ 11:26 pm

Bakti Pendekar Binal (03)
Oleh Gu Long

(Terima Kasih kepada Eve1yn)

Sementara itu Siau-hi-ji sudah berdandan kembali sebagai pegawai toko obat itu dan tidur di kamarnya di bagian belakang toko.

Kemudian Samkohnio pun tiba, sekali ini nona gede ini tidak berkaok-kaok lagi dari balik jendela melainkan terus menerobos masuk ke kamar dan setengah mendongkol ia mengomeli anak muda itu, “He, selama dua hari ini kau ke mana, tahukah betapa gelisah orang mencarimu?”
baca halaman penuhnya…

20/04/2008

Bakti Pendekar Binal (02)

Filed under: +Pendekar Binal, Gu Long — ceritasilat @ 11:25 pm

Bakti Pendekar Binal (02)
Oleh Gu Long

(Terima Kasih kepada Eve1yn)

Hanya Siau-hi-ji yang diam-diam menggeleng kepala, pikirnya, “Ya, tertawalah kalian, tertawalah sepuasnya, tapi waktunya kalian menangis juga selekasnya akan tiba ….”

Begitulah Toan Hap-pui dan Samkohnio lantas digusur masuk ke ruangan belakang, ayah beranak itu tertawan secara begini saja dan dengan sendirinya tidak terhindar dari siksaan.
baca halaman penuhnya…

Older Posts »

Blog at WordPress.com.