Kumpulan Cerita Silat

20/01/2008

Misteri Kapal Layar Pancawarna (16)

Filed under: +Misteri Kapal Layar Pancawarna, Gu Long — Tags: — ceritasilat @ 1:49 am

Misteri Kapal Layar Pancawarna (16)
Oleh Gu Long

Teringat kepada peristiwa masa lampau, seketika Siaukongcu bergemetar.

Tanpa terasa Po-giok merangkulnya dan berkata, “Bicaralah perlahan, jangan takut. Aku kan berada di sampingmu, selanjutnya, menghadapi urusan apa pun pasti akan kutanggung bersamamu.”
(more…)

Advertisements

19/01/2008

Misteri Kapal Layar Pancawarna (15)

Filed under: +Misteri Kapal Layar Pancawarna, Gu Long — Tags: — ceritasilat @ 1:48 am

Misteri Kapal Layar Pancawarna (15)
Oleh Gu Long

Selain jurus serangannya aneh, kedua perisai ini memang sangat dahsyat, sebab bobotnya sekali lipat daripada senjata umumnya. Maka begitu kedua perisai menghantam, serentak angin dahsyat menyambar dan menimbulkan daya guncangan yang hebat. Bahkan serangan susul-menyusul sehingga membuat lawan kewalahan.

Terdengar orang banyak bersorak. Namun Po-giok tetap tenang saja, ia menggeser kian-kemari dan belasan jurus dapat dihindarkannya tanpa balas menyerang, namun setiap jurus serangan lawan tidak terlepas dari pengamatannya.
(more…)

18/01/2008

Misteri Kapal Layar Pancawarna (14)

Filed under: +Misteri Kapal Layar Pancawarna, Gu Long — Tags: — ceritasilat @ 1:48 am

Misteri Kapal Layar Pancawarna (14)
Oleh Gu Long

“Aha, bagus!” seru Kim Put-we sambil berkeplok tertawa. “Sungguh anak baik! Memang di dunia Kangouw zaman ini, kecuali Po-ji kita, siapa pula yang berani bertindak demikian? Hehe, coba pikir, hanya dalam dua bulan harus bertempur menghadapi 40 orang secara bergilir. Haha, Kim Put-we mempunyai keponakan segagah ini, sungguh aku merasa bangga dan bahagia.”

Bok Put-kut juga tertawa, katanya, “Jika benar Po-ji dapat mengalahkan ke-40 orang itu, kuyakin mereka pasti akan patah semangat dan tidak bergairah untuk saling gebrak lagi.”
(more…)

17/01/2008

Misteri Kapal Layar Pancawarna (13)

Filed under: +Misteri Kapal Layar Pancawarna, Gu Long — Tags: — ceritasilat @ 1:47 am

Misteri Kapal Layar Pancawarna (13)
Oleh Gu Long

“Ya, lekas kita pergi,” sahut Ciu Hong. “Memangnya kau pun ingin melihat jurus maut gaetan Han It-kau dan merasa berat untuk tinggal pergi?”

Po-ji tersenyum, “Kutahu jurus gaetan itu tak dapat kulihat hari ini. Kan Han It-kau sudah tahu Thi-kim-to telah belajar cara mematahkan jurus serangannya itu, jika sekarang kembali ia gunakan jurus andalannya itu kan berarti dia terlampau tolol …. Dan kuyakin Han It-kau pasti bukan orang tolol dan jurus serangannya itu hari ini pasti takkan dikeluarkan.”
(more…)

16/01/2008

Misteri Kapal Layar Pancawarna (12)

Filed under: +Misteri Kapal Layar Pancawarna, Gu Long — Tags: — ceritasilat @ 1:47 am

Misteri Kapal Layar Pancawarna (12)
Oleh Gu Long

“Haha, bagus sekali!” seru Ciu Hong dengan tertawa. “Cukup ucapanmu yang singkat ini dapatlah menyelamatkan diriku dari kerubutan kaum betina ….”

“Ini namanya pucuk dicinta ulam tiba dan seharusnya Ciu-heng bergembira,” desis Li Beng-sing. “Tapi apa yang kulakukan tentu saja ada maksudnya. Apakah Ciu-heng tahu akhir-akhir ini di dunia persilatan telah terjadi lagi beberapa peristiwa penting. Suasana dunia Kangouw terasa mulai guncang lagi. Inilah saatnya kaum kita harus bertindak. Bilamana Ciu-heng bersedia bekerja sama denganku, kuyakin segala sesuatu pasti akan berjalan lancar.”
(more…)

15/01/2008

Misteri Kapal Layar Pancawarna (11)

Filed under: +Misteri Kapal Layar Pancawarna, Gu Long — Tags: — ceritasilat @ 1:45 am

Misteri Kapal Layar Pancawarna (11)
Oleh Gu Long

“Makanya, banyak urusan di dunia ini serupa air mengalir saja, meski pernah kau lihat, hanya lihat dan tidak tahu, dengan sendirinya di mana letak keajaibannya tidak kau ketahui,” ujar Ciu Hong dengan tertawa.

“Memang benar ucapan Loyacu,” kata Po-ji dengan malu hati.
(more…)

14/01/2008

Misteri Kapal Layar Pancawarna (10)

Filed under: +Misteri Kapal Layar Pancawarna, Gu Long — Tags: — ceritasilat @ 1:45 am

Misteri Kapal Layar Pancawarna (10)
Oleh Gu Long

Dalam pada itu perlahan Toh-liong-cu sedang mendekati Thi Un-hou dan lain-lain, namun orang-orang itu tidak dihiraukan, langsung ia hendak masuk ke anjungan kapal.

Serentak Thi Un-hou dan Li Eng-hong menerjang maju, dua macam senjata, satu keras dan satu lemas, satu panjang dan satu pendek, sekaligus menyerang dari kanan dan kiri.
(more…)

13/01/2008

Misteri Kapal Layar Pancawarna (09)

Filed under: +Misteri Kapal Layar Pancawarna, Gu Long — Tags: — ceritasilat @ 1:44 am

Misteri Kapal Layar Pancawarna (09)
Oleh Gu Long

Ia sendiri lagi kesal oleh berbagai persoalan, ditambah lagi urusan sekarang, tentu saja ia tambah kepala pusing, tapi juga tidak berdaya, terpaksa ia cari sepotong batu dan duduk di situ dengan termangu-mangu.

Terlihat raut mukanya yang kecil itu masih kekanak-kanakan, matanya yang besar justru penuh rasa duka orang dewasa, entah dari mana ia mendapatkan sepotong ranting pohon, ia sedang menggores lingkaran di atas tanah, ada lingkaran besar, ada lingkaran kecil, di tengah lingkaran besar diberi lingkaran kecil lagi, lingkaran yang tak terhitung jumlahnya itu terdapat sebuah kotak, di luar kotak ada goresan kotak besar ….
(more…)

12/01/2008

Misteri Kapal Layar Pancawarna (08)

Filed under: +Misteri Kapal Layar Pancawarna, Gu Long — Tags: — ceritasilat @ 1:44 am

Misteri Kapal Layar Pancawarna (08)
Oleh Gu Long

Tidak kepalang gemas Kah-sing Hoat-ong, hampir meledak dadanya oleh uraian Cui Thian-ki itu, jika Kim-ho-ong tentu sudah berjingkrak dan dinding anjungan diterjangnya hingga bolong.

Namun Kah-sing Hoat-ong memang lain daripada yang lain, ia cuma tertegun sejenak, lalu mendengus pula, “Biarpun dinding ini terbuat dari baja kan tidak berarti tidak dapat dibobol.”
(more…)

11/01/2008

Misteri Kapal Layar Pancawarna (07)

Filed under: +Misteri Kapal Layar Pancawarna, Gu Long — Tags: — ceritasilat @ 1:43 am

Misteri Kapal Layar Pancawarna (07)
Oleh Gu Long

Dalam pada itu salah seorang lelaki jangkung berseragam hitam lantas menubruk ke arah Siaukongcu. Tentunya karena anak dara itu kelihatan lemah dan hendak ditawannya hidup-hidup, maka tidak menggunakan senjata melainkan hendak memegangnya dengan tangan.

Dengan mendelik Po-ji berteriak, “Huh, tidak tahu malu, orang tua hanya pandai menganiaya anak kecil.”
(more…)

10/01/2008

Misteri Kapal Layar Pancawarna (06)

Filed under: +Misteri Kapal Layar Pancawarna, Gu Long — Tags: — ceritasilat @ 1:43 am

Misteri Kapal Layar Pancawarna (06)
Oleh Gu Long

Wajah Ci-ih-hou yang pucat dan tenang itu pun timbul semacam cahaya yang aneh dan menambah daya tariknya yang misterius.

Jari tangan Pui Po-ji pun gemetar, meski ia tidak suka ilmu silat, tapi melihat pertempuran yang mahadahsyat segera akan berlangsung, betapa pun ia ikut tegang dan penuh semangat, dirasakan tangan Cui Thian-ki yang memegangnya itu juga berubah dingin.
(more…)

09/01/2008

Misteri Kapal Layar Pancawarna (05)

Filed under: +Misteri Kapal Layar Pancawarna, Gu Long — Tags: — ceritasilat @ 1:42 am

Misteri Kapal Layar Pancawarna (05)
Oleh Gu Long

Pandangan semua orang terasa silau, terdengarlah Kin Ji menjerit kaget, tahu-tahu pedang Ci-ih-hou sudah tersimpan kembali, meski Kin Ji tidak roboh, namun pada tubuhnya telah bertambah tujuh luka berdarah.

Siapa pun tidak tahu jelas cara bagaimana Ci-ih-hou melukai Kin Ji hingga tujuh tempat itu, bahkan tersebar di antara kedua bahu, dada perut dan iga.
(more…)

08/01/2008

Misteri Kapal Layar Pancawarna (04)

Filed under: +Misteri Kapal Layar Pancawarna, Gu Long — Tags: — ceritasilat @ 1:42 am

Misteri Kapal Layar Pancawarna (04)
Oleh Gu Long

Mestinya ia hendak bilang “aku ini utusan raja”, tapi ia tidak tahu istilah apa yang harus digunakan sehingga membuat orang lain yang mendengarkan merasa tidak sabar.

Pada saat itulah mendadak terdengar ribut-ribut di luar, tiba-tiba seorang berambut pirang dan berjubah putih menerobos masuk, orang ini pun berdandan sebagai bangsa Persi, gerak-geriknya juga sangat aneh. Begitu melompat masuk segera ia berteriak, “Aku Cirus, utusan Syah kami, memangnya kamu ini barang apa?”
(more…)

07/01/2008

Misteri Kapal Layar Pancawarna (03)

Filed under: +Misteri Kapal Layar Pancawarna, Gu Long — Tags: — ceritasilat @ 1:41 am

Misteri Kapal Layar Pancawarna (03)
Oleh Gu Long

Setelah celingukan sejenak baru diketahui Po-ji bahwa tempat tidur ini sangat mewah, bahkan seluruh isi ruangan yang tidak terlalu besar ini semuanya serbaindah dan serasi.

Kakek luar Po-ji, yaitu Pek Sam-kong, merupakan pemimpin dunia persilatan wilayah Soatang dan terkenal kaya raya, sejak kecil Po-ji hidup di tengah keluarga terkemuka yang serbamewah.
(more…)

06/01/2008

Misteri Kapal Layar Pancawarna (02)

Filed under: +Misteri Kapal Layar Pancawarna, Gu Long — Tags: — ceritasilat @ 1:40 am

Misteri Kapal Layar Pancawarna (02)
Oleh Gu Long

Setelah siuman, Po-ji merasa sekujur badan masih kaku, rasanya seperti dibelenggu. Tapi segera Oh Put-jiu mengurutnya sehingga dalam waktu singkat ia dapat duduk dengan bebas.

Anak itu terbelalak, sampai sekian lama tidak sanggup bersuara.
(more…)

Older Posts »

Create a free website or blog at WordPress.com.