Kumpulan Cerita Silat

13/01/2009

Meteor, Kupu-Kupu dan Pedang (13)

Filed under: Meteor, Kupu-Kupu dan Pedang — ceritasilat @ 5:12 pm

Oleh Gu Long

(Terima Kasih kepada danivn)

13. Pembunuh Sejati

Ye Xiang berbaring di bawah pohon rindang di padang rumput yang gersang.

Rumput-rumput berwarna kuning kekeringan. Ia melemaskan tangan dan kakinya.
(more…)

Advertisements

12/01/2009

Meteor, Kupu-Kupu dan Pedang (12)

Filed under: Meteor, Kupu-Kupu dan Pedang — ceritasilat @ 5:11 pm

Oleh Gu Long

(Terima Kasih kepada danivn)

12. Xiao He

Kemarahan Meng Xin Hun seketika timbul. “Yang melakukan tugas ini aku atau kau?” bentaknya.

“Tentu saja kau.”
(more…)

11/01/2009

Meteor, Kupu-Kupu dan Pedang (11)

Filed under: Meteor, Kupu-Kupu dan Pedang — ceritasilat @ 5:05 pm

Oleh Gu Long

(Terima Kasih kepada danivn)

11. Xiao Tie

Sembilan puluh hari lagi.

Tapi keadaannya masih sama seperti dua puluh sembilan hari yang lalu, informasi tentang Lao Bo masih sangat terbatas.
(more…)

10/01/2009

Meteor, Kupu-Kupu dan Pedang (10)

Filed under: Meteor, Kupu-Kupu dan Pedang — ceritasilat @ 5:02 pm

Oleh Gu Long

(Terima Kasih kepada danivn)

10. Kibaran Bendera Perang

Tengah malam.

Angin menderu bertiup dari barat. Derunya seperti setan mengayun cambuk, melecut hati mereka yang ingin pulang. Tapi Wu Lao Dao tidak bisa pulang, ia harus mengikuti Lu Xiang Chuan pergi ke sana.
(more…)

09/01/2009

Meteor, Kupu-Kupu dan Pedang (09)

Filed under: Meteor, Kupu-Kupu dan Pedang — ceritasilat @ 5:01 pm

Oleh Gu Long

(Terima Kasih kepada danivn)

9. Wan Peng Wang

Lu Xiang Chuan sangat teliti. Sebelum menjalankan tugas, ia sudah menyelidiki Wan Peng Wang sedetil mungkin.

Wan Peng Wang tidak bermarga Wan, juga tidak bermarga Wang. Konon, ia anak haram yang tidak jelas bapak dan dibuang ibunya. Tapi, tidak ada yang bisa membuktikan cerita ini.
(more…)

08/01/2009

Meteor, Kupu-Kupu dan Pedang [08]

Filed under: Meteor, Kupu-Kupu dan Pedang — ceritasilat @ 4:59 pm

Oleh Gu Long

(Terima Kasih kepada danivn)

8. Lu Xiang Chuan

Dengan berteriak, Feng Jian berkata, “Kau menculikku! Apa kau membawaku ke sini hanya untuk dilempar begitu saja?”

“Sedikit pun tidak salah.”
(more…)

07/01/2009

Meteor, Kupu-Kupu dan Pedang (07)

Filed under: Meteor, Kupu-Kupu dan Pedang — ceritasilat @ 4:55 pm

Oleh Gu Long

(Terima Kasih kepada danivn)

7. Sun Jian

“Sepertinya dia anak Sun Yu Bo,” jawab salah seorang anak buahnya.

“Maksudmu Sun Yu Bo yang biasa dipangil Lao Bo itu?”
(more…)

Meteor, Kupu-Kupu dan Pedang (07)

Filed under: Meteor, Kupu-Kupu dan Pedang — ceritasilat @ 4:55 pm

Oleh Gu Long

(Terima Kasih kepada danivn)

7. Sun Jian

“Sepertinya dia anak Sun Yu Bo,” jawab salah seorang anak buahnya.

“Maksudmu Sun Yu Bo yang biasa dipangil Lao Bo itu?”
(more…)

Meteor, Kupu-Kupu dan Pedang (07)

Filed under: Meteor, Kupu-Kupu dan Pedang — ceritasilat @ 4:55 pm

Oleh Gu Long

(Terima Kasih kepada danivn)

7. Sun Jian

“Sepertinya dia anak Sun Yu Bo,” jawab salah seorang anak buahnya.

“Maksudmu Sun Yu Bo yang biasa dipangil Lao Bo itu?”
(more…)

Meteor, Kupu-Kupu dan Pedang (07)

Filed under: Meteor, Kupu-Kupu dan Pedang — ceritasilat @ 4:55 pm

Oleh Gu Long

(Terima Kasih kepada danivn)

7. Sun Jian

“Sepertinya dia anak Sun Yu Bo,” jawab salah seorang anak buahnya.

“Maksudmu Sun Yu Bo yang biasa dipangil Lao Bo itu?”
(more…)

06/01/2009

Meteor, Kupu-Kupu dan Pedang (06)

Filed under: Meteor, Kupu-Kupu dan Pedang — ceritasilat @ 4:52 pm

Oleh Gu Long

(Terima Kasih kepada danivn)

6. Han Tang

Bila Sun Jian sempat bertanya kepada Lu Xiang Chuan, ia pasti akan menyelidiki pemuda itu. Jika tidak berhasil, ia tidak akan puas begitu saja dan akan terus mencari hingga menemukan jawaban.

Lu Xiang Chuan sebenarnya tidak seperti perempuan, tapi ia seorang yang teliti, sedemikian teliti dan hati-hatinya sehingga melebihi perempuan.
(more…)

05/01/2009

Meteor, Kupu-Kupu dan Pedang (05)

Filed under: Meteor, Kupu-Kupu dan Pedang — ceritasilat @ 4:50 pm

Oleh Gu Long

(Terima Kasih kepada danivn)

5. Lao Bo

Ketika Fang You Ping pulang, ia sudah mabuk seperti melayang. Ia tidak ingat di mana minum arak, juga tidak tahu bagaimana ia bisa pulang. Yang pasti, jika ia tidak mabuk, ia tidak akan pulang.

Sebenarnya ia punya keluarga yang hangat dan bahagia. Tapi tujuh bulan yang lalu rumah tangganya tidak hanya hangat, melainkan sudah sangat panas. Sedemikian panasnya hingga ibarat neraka membuatnya enggan pulang.
(more…)

04/01/2009

Meteor, Kupu-Kupu dan Pedang (04)

Filed under: Meteor, Kupu-Kupu dan Pedang — ceritasilat @ 10:32 pm

Oleh Gu Long

(Terima Kasih kepada danivn)

4. Ye Xiang

Meng Xin Hun masih berlari sekencangnya membelah angin seperti hewan yang terluka mengejar matahari hingga ia kelelahan dan akhirnya berhenti.

Sebatang pohon besar berkulit kasar berdiri kekar di sana.
(more…)

03/01/2009

Meteor, Kupu-Kupu dan Pedang (03)

Filed under: Meteor, Kupu-Kupu dan Pedang — ceritasilat @ 4:45 pm

Oleh Gu Long

(Terima Kasih kepada danivn)

3. Dewi Musim Semi

Matahari terus merangkak semakin tinggi di permukaan.

Seiring halimun yang menguap terbakar matahari, silau cahayanya menerawangi kertas jendela.
(more…)

02/01/2009

Meteor, Kupu-Kupu dan Pedang (02)

Filed under: Meteor, Kupu-Kupu dan Pedang — ceritasilat @ 4:44 pm

Oleh Gu Long

(Terima Kasih kepada danivn)

2. Gou Lou Da

Ia memanggilnya Kakak Tertua Gou, “Gou Lou Da”.

Saat pertama ia bertemu Gou Lou Da, usianya baru enam tahun. Waktu itu ia sudah tidak makan selama tiga hari tiga malam. Rasa lapar bagi anak berusia enam tahun lebih mengerikan daripada kematian.
(more…)

Older Posts »

Blog at WordPress.com.