Kumpulan Cerita Silat

09/11/2007

Pahlawan Padang Rumput: Bagian 10

Filed under: Liang Yu Sheng, Pahlawan Padang Rumput — Tags: — ceritasilat @ 11:03 pm

Pahlawan Padang Rumput: Bagian 10
Oleh Liang Yu Sheng

ôMereka mengatakan sendiri sebagai murid Hung-lui-kiam Ce Cin-kun dari Kwan-gwa, dan datang kemari hendak mencari harta karun, mereka sungguh ganas sekali,ö jawab Asta.

Nyo Hun-cong teringat pernah mendengar dari Suhunya, bahwa empat puluh tahun yang lalu, Ce Cin-kin dari Kwan-gwa pernah mengelilingi daerah Sinkiang dan naik ke Thian-san untuk mencari dia.
(more…)

08/11/2007

Pahlawan Padang Rumput: Bagian 09

Filed under: Liang Yu Sheng, Pahlawan Padang Rumput — Tags: — ceritasilat @ 11:02 pm

Pahlawan Padang Rumput: Bagian 09
Oleh Liang Yu Sheng

ôHamaya, ô ia memulai, ô Pemuda-pemudi yang di padang rumput semua memujimu, kepandaianmu juga memang tidak ada bandingannya dikalangan wanita dan boleh disebut gagah perkasa, tetapi apakah juga sudah terpikir olehmu pujaan-pujaan semacam itu juga bisa menimbulkan angin pasir yang berbalik bisa menguburmu ?ö

ôItu bukan aku yang menyuruh mereka menyanyikan lagu pujaan begitu, jika kau tidak suka mendengarnya, aku dapat melarang mereka menyanyikannya, kata Hui-ang-kin.
(more…)

07/11/2007

Pahlawan Padang Rumput: Bagian 08

Filed under: Liang Yu Sheng, Pahlawan Padang Rumput — Tags: — ceritasilat @ 11:02 pm

Pahlawan Padang Rumput: Bagian 08
Oleh Liang Yu Sheng

Tidak terlihat ia berkelit atau gerakan tangannya, Akat ternyata sudah terpental beberapa kaki jauhnya.

Semua orang saling pandang dengan heran dengan kejadian itu. Sementara itu sesudah Akat menggelindingkan badannya, segera ia bangun lagi, ia kuatkan kuta-kudanya dengan kedua tangan memegang pundak Nyo Hun-cong, tangan kiri mendorong. Tangan kanan kelima jarinya seperti kaitan menarik kebawah, ini adalah satu gerakan dalam ilmu gulat yang dinamakan ‘Thui-jong-bong-gwat’, membuka jendela memandang rembulan.
(more…)

06/11/2007

Pahlawan Padang Rumput: Bagian 07

Filed under: Liang Yu Sheng, Pahlawan Padang Rumput — Tags: — ceritasilat @ 11:02 pm

Pahlawan Padang Rumput: Bagian 07
Oleh Liang Yu Sheng

Malam di padang rumput di waktu musim panas, udara terang dan tenang, langit penuh dengan bintang-bintang yang gemeredepan seperti batu permata tersunting di layar beludru biru yang luas, puncak gunung penuh salju menegak di kejauhan dengan megahnya, berdiri di antara angkasa malam yang berwarna biru tua bagai intan berkilauan.

Di padang rumput, para pahlawan bangsa Lopuh sedang mengitari api unggun dan memutari pahlawan wanita mereka, Hui-ang-kin alias Hamaya, juga mengitari si pengkhianat, Abu.
(more…)

05/11/2007

Pahlawan Padang Rumput: Bagian 06

Filed under: Liang Yu Sheng, Pahlawan Padang Rumput — Tags: — ceritasilat @ 11:01 pm

Pahlawan Padang Rumput: Bagian 06
Oleh Liang Yu Sheng

Hati Coh Ciau-lam gemas sekali, diam-diam ia mengatur pernafasannya dan ia mengumpulkan tenaga dalam dan berusaha menembus jalan darah yang tertutuk tadi.

Nyo Hun-cong memang agak ceroboh, ia hanya tahu Coh Ciau-lam waktu masih di Thian-san tidak memiliki kemampuan untuk membebaskan tutukan hiat-to, tak tersangka dalam beberapa tahun belakangan ini kungfu Coh Ciau-lam sudah mengalami banayk kemajuan, walaupun belum dapat menandinginya, namun untuk mengumpulkan tenaga dalam dan melancarkan hiat-to yang tertutuk sudah bukan soal baginya.
(more…)

04/11/2007

Pahlawan Padang Rumput: Bagian 05

Filed under: Liang Yu Sheng, Pahlawan Padang Rumput — Tags: — ceritasilat @ 10:59 pm

Pahlawan Padang Rumput: Bagian 05
Oleh Liang Yu Sheng

Dalam pada itu mendadak Coh Ciau-lam menarik serangannya dan melompat mundur, selagi Hui-ang-kin merasa heran, tiba-tiba terdengar suara bentakan, “Berhenti!”

Baru saja Hui-ang-kin menoleh, terlihat olehnya seorang secepat burung terbang sudah menghadang di depan Coh Ciau-lam.
(more…)

03/11/2007

Pahlawan Padang Rumput: Bagian 04

Filed under: Liang Yu Sheng, Pahlawan Padang Rumput — Tags: — ceritasilat @ 10:59 pm

Pahlawan Padang Rumput: Bagian 04
Oleh Liang Yu Sheng

“Hui-ang-kin, kenapa sedikitpun tidak percaya padaku, kau orang yang bijaksana, coba kaupikir, ayahmu adalah kepala suku bangsa kita, tentara Boan menyerbu pada waktu malam, tentu tujuannya hendak menangkap ayahmu terlebih dahulu, ” katanya dengan suara memelas. “Aku tidak mati bersamanya itulah salahku, kau hendak marah, hendak memaksakan diriku orang yang tak berguna dan pengecut, sedikitpun aku tidak akan melawan, tetapi kalau kau bilang aku yang mencelakai ayahmu, sungguh aku sangat penasaran! Kau tahu para Kiai kita itu semua tidak suka pada diriku, mereka hendak memfitnahku, maka aku tak berani pulang, tetapi waktu kau datang menangkapku, bukankah aku sendiri telah menemuimu? O, Hui-ang-kin, janganlah kau menggiring aku mengantar kematian!”

Rupanya hati Hui-ang-kin tergerak, suaranya pun berubah halus.
(more…)

02/11/2007

Pahlawan Padang Rumput: Bagian 03

Filed under: Liang Yu Sheng, Pahlawan Padang Rumput — Tags: — ceritasilat @ 10:59 pm

Pahlawan Padang Rumput: Bagian 03
Oleh Liang Yu Sheng

Hati Nyo-hun-cong tergetar, ia menjadi tidak tega, sedikit ia serongkan pedangnya, ujung pedang menyerempet lewat dipinggir leher Nilan Siu-kiat.

Sekalipun sudah cukup berpengalaman di medan pertempuran, namun Nilan Siu-kiat masih juga merasakan ada angin tajam dingin menyambar lewat lehernya, sehingga membuatnya gugup dan takut tidak kepalang, tangan kaki pun terasa lemas.
(more…)

01/11/2007

Pahlawan Padang Rumput: Bagian 02

Filed under: Liang Yu Sheng, Pahlawan Padang Rumput — Tags: — ceritasilat @ 10:59 pm

Pahlawan Padang Rumput: Bagian 02
Oleh Liang Yu Sheng

Ketika pertempuran tengah berlangsung dengan sengit dan tegang, tiba-tiba pasir berterbangan di seluru penjuru gurun, berbareng itu terdengar teriakan orang, “Angin ribut datang!”

Nyo Hun-cong terkejut, Nikulo dan Coh Ciau-lam sementara itu sudah menarik kembali senjata mereka dan meompat keluar dari kalangan pertempuran.
(more…)

31/10/2007

Pahlawan Padang Rumput: Bagian 01

Filed under: Liang Yu Sheng, Pahlawan Padang Rumput — Tags: — ceritasilat @ 10:58 pm

Pahlawan Padang Rumput: Bagian 01
Oleh Liang Yu Sheng

Terdengar suara nyanyian bercampur dengan bunyi kelenengan unta berkumandang di angkasa gurun yang luas. Di gurun Taklamakan (di daerah Sinkiang) beberapa unta tengah melangkahkan kaki dengan langkah yang mantap. Seorang pemuda suku bangsa Kazak sedang melantunkan suara nyanyian yang nyaring dengan lagu pujian akan keindahan tanah airnya dengan semangka madunya yang manis.

“Hai, Asta, apa kau belum cukup akan mati dahaga ? Tenggorokanku bisa lebih kering lagi karena nyanyianmu itu, ” tiba-tiba pemuda lain menegur temannya tadi dengan tertawa, begitu suara nyanyian temannya itu berhenti.
(more…)

Blog at WordPress.com.