Kumpulan Cerita Silat

22/01/2008

Rahasia Peti Wasiat (14)

Filed under: Gu Long, Rahasia Peti Wasiat — Tags: — ceritasilat @ 10:49 am

Rahasia Peti Wasiat (14)
Oleh Gu Long

“Sabar dulu, tunggu lagi sebentar,” ujar Long-giok.

“Hei, engkau ini bagaimana Long-giok?!” tanya Le-hui, tampaknya kurang senang.
(more…)

21/01/2008

Rahasia Peti Wasiat (13)

Filed under: Gu Long, Rahasia Peti Wasiat — Tags: — ceritasilat @ 10:48 am

Rahasia Peti Wasiat (13)
Oleh Gu Long

Liong It-hiong tidak segera menjawab, ia menoleh dan berkata kepada Long-giok, “Nona Giok, dengan setulus hati kuharap engkau benar-benar akan kembali ke jalan yang baik, bilamana kau rusak rencana kerjaku, andaikan Sun-tayhiap mau mengampunimu juga aku tidak dapat memberi ampun.”

“Hamba tidak pernah menyatakan hendak meninggalkan kejahatan dan kembali ke jalan yang baik, aku cuma ingin lekas meninggalkan tempat ini untuk seterusnya hidup bersama Sun-tayhiap,” jawab Long-giok.
(more…)

20/01/2008

Rahasia Peti Wasiat (12)

Filed under: Gu Long, Rahasia Peti Wasiat — Tags: — ceritasilat @ 10:47 am

Rahasia Peti Wasiat (12)
Oleh Gu Long

Diam-diam Liong It-hiong menghela napas lega, pikirnya, “Untung sudah pergi, kalau tidak malam ini aku tentu tidak dapat bergerak.”

Ia menaksir Kim-kong Taysu dan Koh-ting Tojin sudah pergi jauh, maka perlahan ia berdiri dan merunduk ke kaki pagar tembok.
(more…)

19/01/2008

Rahasia Peti Wasiat (11)

Filed under: Gu Long, Rahasia Peti Wasiat — Tags: — ceritasilat @ 10:46 am

Rahasia Peti Wasiat (11)
Oleh Gu Long

“Jika berani sembarangan memaki lagi bisa segera kupotong hidungmu!” Bun-hiong balas mengancam dengan tertawa.

“Lepaskan!” teriak Coa-kat-bijin.
(more…)

18/01/2008

Rahasia Peti Wasiat (10)

Filed under: Gu Long, Rahasia Peti Wasiat — Tags: — ceritasilat @ 10:45 am

Rahasia Peti Wasiat (10)
Oleh Gu Long

Jik-hoat-kui menggeleng kepala dan menghela napas, katanya, “Sungguh tidak nyana begitu Oh-bengcu mati, beberapa saudara angkatnya lantas saling berebut kekuasaan sehingga tercerai-berai begini, sungguh menyedihkan ….”

“Apakah Pit-cecu tahu Oh Kiam-lam mati di tangan siapa?” tanya Bun-hiong.
(more…)

17/01/2008

Rahasia Peti Wasiat (09)

Filed under: Gu Long, Rahasia Peti Wasiat — Tags: — ceritasilat @ 10:44 am

Rahasia Peti Wasiat (09)
Oleh Gu Long

Tui-beng-poan-koan mengangguk, lalu tanya pula, “Dan sekarang kotak hitam itu telah jatuh di tangan Hiat-pit-siucay Hui Giok-koan?”

It-hiong membenarkan.
(more…)

16/01/2008

Rahasia Peti Wasiat (08)

Filed under: Gu Long, Rahasia Peti Wasiat — Tags: — ceritasilat @ 10:43 am

Rahasia Peti Wasiat (08)
Oleh Gu Long

Dalam pada itu Liong It-hiong dan Bun-hiong sudah beberapa puluh jurus bergebrak dengan Hek-pek-ji-long, mereka telah mengeluarkan segenap kemahiran Kungfunya tetap juga sukar menahan serangan kedua serigala hitam putih yang lihai itu.

Liong It-hiong merasa kotak hitam itu masih dikuasai olehnya, rasanya tidak perlu mengadu jiwa dengan lawan, segera ia berteriak, “Pang-heng, ayolah kita angkat kaki saja!”
(more…)

15/01/2008

Rahasia Peti Wasiat (07)

Filed under: Gu Long, Rahasia Peti Wasiat — Tags: — ceritasilat @ 10:42 am

Rahasia Peti Wasiat (07)
Oleh Gu Long

“Hei, jangan mengacau!” seru A Sian dengan gugup.

It-hiong coba mendorong pintu sambil berteriak lantang, “Jika pintu tidak segera kau buka, biar kudobrak saja.”
(more…)

14/01/2008

Rahasia Peti Wasiat (06)

Filed under: Gu Long, Rahasia Peti Wasiat — Tags: — ceritasilat @ 10:41 am

Rahasia Peti Wasiat (06)
Oleh Gu Long

“Hahh,” Bun-hiong terkejut. “Masa Giok-nio adik perempuan Eng-jiau-ong (si Raja Cakar Elang) Oh Kiam-lam?”

“Sangat mengherankan bukan?” ujar It-hiong dengan tersenyum.
(more…)

13/01/2008

Rahasia Peti Wasiat (05)

Filed under: Gu Long, Rahasia Peti Wasiat — Tags: — ceritasilat @ 10:39 am

Rahasia Peti Wasiat (05)
Oleh Gu Long

“Habis apa isi peti itu?” tanya si nenek.

“Aku pun tidak tahu,” ucap It-hiong sambil menggeleng. “Aku hanya dipesan orang untuk menyampaikannya ke suatu tempat ….”
(more…)

12/01/2008

Rahasia Peti Wasiat (04)

Filed under: Gu Long, Rahasia Peti Wasiat — Tags: — ceritasilat @ 10:38 am

Rahasia Peti Wasiat (04)
Oleh Gu Long

“Tidak, masa aku serupa dirimu?” ujar It-hiong dengan tertawa.

Thian-tek lantas melemparkan Siau-hi-jong kepadanya, “Kelak bila ada kesempatan ingin kumain catur lagi denganmu, sungguh aku tidak percaya engkau dapat lebih mahir daripadaku.”
(more…)

11/01/2008

Rahasia Peti Wasiat (03)

Filed under: Gu Long, Rahasia Peti Wasiat — Tags: — ceritasilat @ 10:36 am

Rahasia Peti Wasiat (03)
Oleh Gu Long

“Sembarang omong? Hehe, terus terang, aku ini kan orang tua yang sudah berpengalaman,” ujar si nenek dengan tertawa. “Biar kukatakan padamu, pada waktu muda aku pernah ikut minggat bersama kekasih. Rasanya memang nikmat. Cuma … ai, justru lantaran minggat bersama orang, makanya mengalami nasib malang seperti sekarang ini. Sebab itulah ingin kuberi nasihat kepada kaum muda kalian, urusan perjodohan yang mahapenting hendaknya serahkan kepada pilihan orang tua dan jangan sekali-kali sembarangan bertindak. Mengingat kejadian dahulu, bilamana aku tunduk kepada perkataan ayah-bunda ….”

Karena nada orang seakan-akan sudah memastikan dia minggat bersama kekasih, Ni Beng-ay merasa tidak senang, cepat ia memotong, “Toanio, jangan kau bicara lebih lanjut.”
(more…)

10/01/2008

Rahasia Peti Wasiat (02)

Filed under: Gu Long, Rahasia Peti Wasiat — Tags: — ceritasilat @ 10:34 am

Rahasia Peti Wasiat (02)
Oleh Gu Long

“Dia bernama Si Hin, semula tinggal bersama kami,” tutur lelaki bergolok. “Kemarin tiba-tiba timbul maksud jahatnya, peti ini digondol lari, akhirnya dapat kami susul dia, cuma sayang, sesudah kami melukai dia, sempat juga dia meloloskan diri.”

“Apa isi peti ini?” tanya It-hiong.
(more…)

09/01/2008

Rahasia Peti Wasiat (01)

Filed under: Gu Long, Rahasia Peti Wasiat — Tags: — ceritasilat @ 10:34 am

Rahasia Peti Wasiat (01)
Oleh Gu Long

Musim semi di daerah Kanglam (selatan sungai Yangtze), bumi raya diliputi pemandangan alam yang memikat.

Tibalah waktunya orang-orang menikmati suasana gembira ria.
(more…)

Blog at WordPress.com.