Kumpulan Cerita Silat

07/03/2008

Amanat Marga (16)

Filed under: Amanat Marga, Gu Long — ceritasilat @ 11:53 pm

Amanat Marga (16)
Oleh Gu Long

(Terima kasih kepada Eve1yn, Dragon, Nra, dan Ririn)

Kebanyakan pelaut yang bekerja di kapal ini memang berwajah bengis, semuanya me-mandang Lamkiong Peng dengan sorot mata yang waswas serupa binatang buas lagi meng-incar mangsanya.

Diam-diam Lamkiong Peng juga waspada, sebaliknya Hong Man-thian sepcrti tak mengacuhkan.
(more…)

Advertisements

06/03/2008

Amanat Marga (15)

Filed under: Amanat Marga, Gu Long — ceritasilat @ 11:52 pm

Amanat Marga (15)
Oleh Gu Long

(Terima kasih kepada Eve1yn, Dragon, Nra, dan Ririn)

Tek-ili Hujin juga lantas mendengus, “Hm, kalian tidak lekas minta ampun padaku, memangnya kalian tidak ingin hidup lagi?”

Seketika Suma Tiong-thian merandek, sebab mendadak leringat olehnya akan anak-istri dan keluarganya.
(more…)

05/03/2008

Amanat Marga (14)

Filed under: Amanat Marga, Gu Long — ceritasilat @ 11:52 pm

Amanat Marga (14)
Oleh Gu Long

(Terima kasih kepada Eve1yn, Dragon, Nra, dan Ririn)

“Dan bagaimana setelah kau tahu sekarang?” jengek Loh Ih-sian.

Di luar sana masih gaduh, segera Yim ong hong beretriak, “Cin-loji, lekas membawa para saudara kita mengundurkan diri keluar perkamoungan, Hong-tun-sam-yu berada disini!”
(more…)

04/03/2008

Amanat Marga (13)

Filed under: Amanat Marga, Gu Long — ceritasilat @ 11:54 pm

Amanat Marga (13)
Oleh Gu Long

(Terima kasih kepada Eve1yn, Dragon, Nra, dan Ririn)

“Kalau murid Kun-lun pai lantas mau apa?” jawab Cian tong-lai sambil melancarkan pukulan tiga kali di tengah berkelebat sinar pedang lawan.

“bagus serangan hebat!” seru Kiam soat memuji, “apabila ditambah lagi jurus Sam kun ce hoat (tiga pasukan menyerang bersama), tosu brengsek ini pasti akan kelabakan.”
(more…)

03/03/2008

Amanat Marga (12)

Filed under: Amanat Marga, Gu Long — ceritasilat @ 11:51 pm

Amanat Marga (12)
Oleh Gu Long

(Terima kasih kepada Eve1yn, Dragon, Nra, dan Ririn)

Lamkiong Peng Mengenali kawanan lelaki barbaju hitam ini adalah anak buah Suma Tiong-thian dari Angki-piaukiok. Padahal para jago pengawal dari panji merah ini biasanya terkenal berkungfu tinggi dan disegani, namun sekarang belasan jago pengawal ini sama tergeletak menjadi mayat di hotel kecil ini, kematiannya juga tampak mengerikan, sungguh kejadian yang sukar dibayangkan.

Siapakah yang berani merecoki Angki-piaukiok pimpinan Suma Tiong-thian yang terkenal dengan julukan “Ang-ki-thi-cian-cin-tiongcu” (panji merah dan tombak baja menggetarkan daratan tengah) itu? Siapa pula yang mempunyai kependaian setinggi ini, tanpa bergebrak dapat membinasakan jago sebanyak ini?
(more…)

02/03/2008

Amanat Marga (11)

Filed under: Amanat Marga, Gu Long — ceritasilat @ 11:49 pm

Amanat Marga (11)
Oleh Gu Long

(Terima kasih kepada Eve1yn, Dragon, Nra, dan Ririn)

Namun Cian Tong-lai menghadapinya dengan tertawa, sikapnya pongah, tamparan orang dianggapnya sepele, sekenanya ia hendak mengkis sambil mengejek, “Hm, hanya begini saja…….”

Belum lanjut ucapannya, sekonyong-konyong dirasakan tenaga tamparan orang sangat kuat, tangan sendiri yang menagkis terasa kaku kesemutan, tanpa kuasa ia tergetar mundur beberapa tindak.
(more…)

01/03/2008

Amanat Marga (10)

Filed under: Amanat Marga, Gu Long — ceritasilat @ 11:40 pm

Amanat Marga (10)
Oleh Gu Long

(Terima kasih kepada Eve1yn, Dragon, Nra, dan Ririn)

Si elang kuning Wi Leng thian dan Wiki entah mulai kapan sudah mengendur gerakannya, agaknya terasa tenaga dalam sendiri sudah kewalahan.

Di tengah kabut tebal wajah Leng Ya-thian tampak kelam dan dingin, kedua kacung masih menggeletak diam di tanah, hanya Yim hong-peng saja yang kelihatan tenang, seperti sudah mempunyai pendirian terhadap segala kejadian ini.
(more…)

28/02/2008

Amanat Marga (09)

Filed under: Amanat Marga, Gu Long — ceritasilat @ 11:32 pm

Amanat Marga (09)
Oleh Gu Long

(Terima kasih kepada Eve1yn, Dragon, Nra, dan Ririn)

Kiam soat menghela nafas, ucapnya dengan sungguh-sungguh, “Jika bukan seorang maha besar, kalau tidak ada hasrat besar untuk mencari pengetahuan, bila tidak berpengalaman luas, mana mungkin seorang disebut serba tahu? Sebab itulah nama ini bagiku hanya menimbulkan rasa kagumku dan tidak ada sedikitpun yang menggelikan.”

Si tojin alias Ban Tat atau Ban-su tong jadi tercengang malah, sungguh ia tidak menyangka orang justru menaruh hormat kepada kepandaiannya itu.
(more…)

27/02/2008

Amanat Marga (08)

Filed under: Amanat Marga, Gu Long — ceritasilat @ 12:52 am

Amanat Marga (08)
Oleh Gu Long

(Terima kasih kepada Eve1yn, Dragon, Nra, dan Ririn)

Pada saat yang sama sepotong kayu terbakar mendadak jatuh dari atas. Dalam keadaan tergencet, sebisanya Wiki meloncat ke samping.

“Trang” gelang baja menghantam lantai, kayu hangus tadi juga jatuh menerbitkan lelatu.
(more…)

26/02/2008

Amanat Marga (07)

Filed under: Amanat Marga, Gu Long — ceritasilat @ 12:39 am

Amanat Marga (07)
Oleh
Gu Long

(Terima kasih kepada Eve1yn, Dragon, Nra, dan Ririn)

Karena merasa tidak bersalah, maka dada Lamkiong Peng cukup lapang, ia tidak menghiraukan sikap Wi Ki dan ucapan Kwe Giok-he yang bersifat negatif itu, ia pikir, “Memang ingin kutanya keadaan Liong-toako, kebetulan sekarang orang tua ini telah mendahului bertanya bagiku.”

Melihat kecanggungan di antara anak murid Put-si-sin-liong itu, diam-diam tokoh kosen dari luar perbatasan, Ban-li-liu-hiang (meninggalkan nama harum beribu li) Yim Hong-peng, menaruh perhatian, ia pikir apakah di antara anak murid Sin-liong ini terjadi pertentangan atau persaingan, mengapa ketiganya tidak ada kesatuan ucapan dan perbuatan?
(more…)

25/02/2008

Amanat Marga (06)

Filed under: Amanat Marga, Gu Long — ceritasilat @ 12:34 am

Amanat Marga (06)
Oleh
Gu Long

(Terima kasih kepada Eve1yn, Dragon, Nra, dan Ririn)

Lamkiong Peng tercengang, tanpa bersuara ia menunduk dan merasa menyesal.

Maka Bwe Kim-soat bicara lagi, “Esoknya aku lantas menyiarkan berita bahwa bila orang itu kulihat lagi, lebih dulu akan kucungkil matanya dan memotong daun telinganya, lalu mencencang tubuhnya. Dan karena orang Kangouw tidak tahu sebab musababnya, seketika timbul macam-macam desas-desus, dengan sendirinya desas-desus itu sama merugikan nama baikku.”
(more…)

24/02/2008

Amanat Marga (05)

Filed under: Amanat Marga, Gu Long — ceritasilat @ 12:29 am

Amanat Marga (05)
Oleh
Gu Long

(Terima kasih kepada Eve1yn, Dragon, Nra, dan Ririn)

Kembali Ih-hong menunduk, air mata pun bercucuran pula, ratapnya, “O, Tuhan, mengapa aku dilahirkan menjadi keturunan Coat-ceng-kiam, lalu membuatku utang budi terhadap Put-si-sin-liong …. O, Thian, betapa pedih rasa hatiku setiap kali setelah aku berbuat khianat terhadap Suhu, tapi … tapi jika hal itu tidak kulakukan, bagaimana pula aku harus berbakti terhadap kakek, terhadap ayah ….”

Karena terharu, Ciok Tim juga menitikkan air mata.
(more…)

23/02/2008

Amanat Marga (04)

Filed under: Amanat Marga, Gu Long — ceritasilat @ 12:26 am

Amanat Marga (04)
Oleh
Gu Long

(Terima kasih kepada Eve1yn, Dragon, Nra, dan Ririn)

Kening Ciok Tim bekernyit rapat, katanya pula, “Tapi orang ini sebenarnya kawan atau lawan, sungguh sukar untuk diraba. Jika maksud orang ini tidak jahat, dengan sendirinya boleh kita naik ke atas dengan memanjat tali, kalau sebaliknya … wah, keadaan kita saat ini sungguh sangat berbahaya.”

Giok-he tersenyum dan menggeleng, “Jika dipandang dari kelihaian orang ini, jika dia bermaksud membikin susah kita, untuk apa membuang tenaga percuma cara begini?”
(more…)

22/02/2008

Amanat Marga (03)

Filed under: Amanat Marga, Gu Long — ceritasilat @ 12:22 am

Amanat Marga (03)
Oleh
Gu Long

(Terima kasih kepada Eve1yn, Dragon, Nra, dan Ririn)

Begitu tutup peti mati terbuka, seketika kedua orang berdiri melongo seperti patung.

Butiran keringat tampak berketes dari dahi si Tojin, dengan muka pucat ia bergumam, “Ini … ini … dia … dia ….”
(more…)

21/02/2008

Amanat Marga (02)

Filed under: Amanat Marga, Gu Long — ceritasilat @ 12:18 am

Amanat Marga (02)
Oleh
Gu Long

(Terima kasih kepada Eve1yn, Dragon, Nra, dan Ririn)

Pertanyaan si Tojin membuat Liong Hui melenggong, ia pandang Lamkiong Peng sekejap lalu berpaling kembali dan menjawab, “Tidak perlu kau ikut campur!”

Tojin itu mendengus, “Hm, jika hari ini gurumu kalah dan tidak kembali lagi, apakah kau tahu siapa yang akan menjadi kepala Ci-hau-san-ceng yang disegani dunia persilatan itu?”
(more…)

Older Posts »

Create a free website or blog at WordPress.com.