Kumpulan Cerita Silat

30/11/2008

Pisau Terbang Li (30)

Filed under: Pisau Terbang Li — ceritasilat @ 1:05 am

Malam yang Sangat Sangat Panjang

(Terima kasih kepada Saudara Dodokins)

Kabut menyelimuti keheningan malam. Di dahan hanya terlihat satu dua lembar daun. Kolam teratai pun penuh dengan daun-daun kering yang gugur. Rumput di jalan setapak sudah menjadi coklat. Dulu, bunga-bunga berwarna merah, pohon-pohon penuh dengan daunnya yang hijau lebat, harum bunga plum semerbak ke seluruh paviliun. Tapi kini semua telah tiada. Di ujung jembatan itu ada sebuah bangunan kecil, Bilik Keharuman Sejuk.

Di sini pernah tinggal pahlawan gagah dunia persilatan. Pernah juga tinggal wanita tercantik di seluruh dunia. Saat itu, bunga-bunga plum masih bermekaran dan keharumannya sungguh menawan hati.
(more…)

Advertisements

29/11/2008

Pisau Terbang Li (29)

Filed under: Pisau Terbang Li — ceritasilat @ 1:04 am

Pecut yang Punya Mata

(Terima kasih kepada Saudara Dodokins)

Tangan si kurus menggebrak meja dan tubuhnya melayang ke udara. Angin dingin berkelebat dan sebuah pecut berwarna hitam mengkilat telah tergenggam di tangannya.

Ia menyentak pergelangan tangannya dan pecut panjang itu bergelora, menghasilkan angin yang menerpa orang-orang yang berada di luar. Terdengar suara ting ting tang tang. Empat puluh koin jatuh ke tanah.
(more…)

28/11/2008

Pisau Terbang Li [28]

Filed under: Pisau Terbang Li — ceritasilat @ 2:39 am

Koin Pencabut Nyawa

(Terima kasih kepada Saudara Dodokins)

Setelah beberapa lama, terdengar suara du, du, du, du… dari arah jalan. Suara itu monoton dan membosankan.

Namun di tengah malam seperti itu, suara itu sungguh mencekam. Seakan-akan memukul-mukul hati manusia dengan tongkat.
(more…)

27/11/2008

Pisau Terbang Li (27)

Filed under: Pisau Terbang Li — ceritasilat @ 2:40 am

Makin Banyak Orang Aneh yang Datang

(Terima kasih kepada Saudara Dodokins)

Hari ini si pemabuk tampak berbeda. Ia minum sangat sangat lambat. Matanya sangat terang. Tidak ada potongan kayu di tangannya dan secara khusus dipindahkannya lilin di mejanya ke tempat lain.

Matanya terus memandang ke pintu, seolah-olah menantikan kedatangan seseorang.
(more…)

26/11/2008

Pisau Terbang Li (26)

Filed under: Pisau Terbang Li — ceritasilat @ 2:36 am

Orang Aneh di Warung Kecil

(Terima kasih kepada Saudara Dodokins)

Musim gugur, daun-daun berguguran.

Di ujung jalan itu terlihat sebuah puri besar. Namun seperti daun-daun di musim gugur, telah tiba waktunya untuk runtuh.
(more…)

25/11/2008

Pisau Terbang Li (25)

Filed under: Pisau Terbang Li — ceritasilat @ 1:02 am

Pedang yang Kejam, Ahli Pedang yang Lembut Hati

(Terima kasih kepada Saudara Dodokins)

Ah Fei tidak bisa menahan tawanya mendengar pendapat Li Xun Huan bahwa Si Bandit Bunga Plum adalah seorang wanita, “Bagaimana dia bisa memperkosa wanita?”

Kata Li Xun Huan, “Di sinilah kelicikannya. Dengan begitu, tidak seorang pun mengira bahwa Si Bandit Bunga Plum adalah seorang wanita.”
(more…)

24/11/2008

Pisau Terbang Li (24)

Filed under: Pisau Terbang Li — ceritasilat @ 2:32 am

Menangkap Pengkhianat

(Terima kasih kepada Saudara Dodokins)

Li Xun Huan mengeluh, “Kau benar-benar beruntung. Mereka sama sekali bukan pemandangan yang menyenangkan.”

Setiap orang yang mati karena racun Si Anak Lima Racun tubuh dan wajahnya rusak parah.
(more…)

23/11/2008

Pisau Terbang Li (23)

Filed under: Pisau Terbang Li — ceritasilat @ 8:54 am

Masuk Jebakan

(Terima kasih kepada Saudara Dodokins)

Di malam yang dingin dan berangin kencang ini, Lin Xian Er dan Ah Fei sampai di depan sebuah puri yang megah. Sambil menunjuk pada temboknya yang sangat tinggi itu, Lin Xian Er berkata, “Ini adalah rumah Saudara Ketiga Shen. Ia dan saudara-saudaranya membuka lebih dari empat puluh usaha. Tapi sekarang, seluruh usaha itu menjadi miliknya karena kelima belas saudaranya yang lain telah masuk ke dalam peti mati!”

Tanya Ah Fei, “Bagaimana mereka mati?”
(more…)

22/11/2008

Pisau Terbang Li (22)

Filed under: Pisau Terbang Li — ceritasilat @ 2:26 am

Si Bandit Bunga Plum Muncul Kembali

(Terima kasih kepada Saudara Dodokins)

Makan siang sudah selesai, cerita pun sudah selesai. Orang-orang mulai bubar, dan sambil berjalan keluar, mereka membicarakan keadaan Li Xun Huan.

Lin Xian Er terus memandangi Ah Fei. Ah Fei sendiri tenggelam dalam pikirannya. Makanan di meja mereka tidak tersentuh sedikit pun.
(more…)

21/11/2008

Pisau Terbang Li (21)

Filed under: Pisau Terbang Li — ceritasilat @ 8:54 am

Sahabat yang Dapat Dibanggakan

(Terima kasih kepada Saudara Dodokins)

Yi Ku berdiri di samping tempat tidur, mengenakan kembali pakaiannya.

Setelah beberapa saat, Lin Xian Er tersenyum padanya, “Kini kau tahu bahwa aku memang layak, bukan?”
(more…)

20/11/2008

Pisau Terbang Li (20)

Filed under: Pisau Terbang Li — ceritasilat @ 8:52 am

Hati Manusia Tidak Terselami

(Terima kasih kepada Saudara Dodokins)

Genta di kuil itu terus berkumandang. Tanda bahwa seorang pendeta telah wafat.

Dalam angin musim dingin yang menusuk, Li Xun Huan terus terbatuk-batuk. Ia tidak tahu apakah ia harus merasa marah, menyesal, atau sedih.
(more…)

19/11/2008

Pisau Terbang Li (19)

Filed under: Pisau Terbang Li — ceritasilat @ 3:35 am

Aneh tapi Nyata

(Terima kasih kepada Saudara Dodokins)

Xin Mei yakin bubur itu tidak beracun, namun bagaimana pun juga, ia adalah seorang pendeta. Jadi sewaktu Tian Qi sudah menghabiskan mangkuknya, ia masih pada suapan kedua.

Tian Qi tersenyum, “Dengan kecepatan seperti ini, kita akan tiba di Gunung Song besok pagi.”
(more…)

18/11/2008

Pisau Terbang Li [18]

Filed under: Pisau Terbang Li — ceritasilat @ 2:28 am

Satu Hari Banyak Kejutan

(Terima kasih kepada Saudara Dodokins)

Orang itu mengenakan baju hijau. Baju itu terlalu panjang untuk ukuran orang biasa, namun untuk orang ini baju itu malah tampak terlalu pendek.

Ia dapat membuat orang merasa takut karena tubuhnya yang sangat tinggi. Ia juga mengenakan topi panjang yang tampak aneh. Dari jauh ia kelihatan seperti sebatang pohon.
(more…)

Pisau Terbang Li (17)

Filed under: Pisau Terbang Li — ceritasilat @ 2:21 am

Sifat Aslinya Ketahuan

(Terima kasih kepada Saudara Dodokins)

Sewaktu Long Xiao Yun mendengarnya, ia menundukkan kepalanya cukup lama.

“Besok…besok kau akan pergi. Aku…”
(more…)

16/11/2008

Pisau Terbang Li (16)

Filed under: Pisau Terbang Li — ceritasilat @ 2:10 am

Kebaikan Hati yang Palsu

(Terima kasih kepada Saudara Dodokins)

Tidak ada orang yang menjaga di depan pintu. Mungkin tidak ada yang menyangka Ah Fei akan datang di siang hari bolong. Atau mungkin mereka ingin tidur siang hari itu.

Di gudang itu ada satu jendela kecil. Di dalam sangat gelap, seperti sebuah penjara. Di dekat gundukan kayu bakar seseorang tergolek.
(more…)

Older Posts »

Blog at WordPress.com.