Kumpulan Cerita Silat

09/04/2008

Seri Maling Romantis: Rahasia Ciok Kwan Im (09): Percobaan Pembunuhan

Filed under: Gu Long, Maling Romantis — ceritasilat @ 9:20 pm

Seri Maling Romantis
Rahasia Ciok Kwan Im (09): Percobaan Pembunuhan
Oleh Gu Long

(Terima Kasih kepada Gumaha)

Yang datang ternyata adalah Ceng Thian Kian Khek Bo Ceng-thian tertua dari Go si siang hiap yang terkenal di kalangan Kangouw dengan enam puluh empat jurus Ya Hong-kiam hoat.

Dengan tertawa tertawa lebar berulang kali orang memohon maaf akan kedatangannya yang mengganggu, Coh Liu-hiang bertiga tak habis heran dan tak tahu maksud kedatangan orang, maka berkatalah ahli pedang yang kenamaan ini dengan tertawa, “Tentang kedatangan Cayhe, tentunya kalian bertiga takkan pernah menduganya.”
(more…)

Advertisements

08/04/2008

Seri Maling Romantis: Rahasia Ciok Kwan Im (08): Pamer Kepandaian

Filed under: Gu Long, Maling Romantis — ceritasilat @ 11:19 pm

Seri Maling Romantis
Rahasia Ciok Kwan Im (08): Pamer Kepandaian
Oleh Gu Long

(Terima Kasih kepada Gumaha)

Walau Oh Thi-hoa sudah melempar dua busu yang berpakaian lengkap itu ke dalam air, serta menghajar tiga orang lain sampai mata biru hidung keluar kecap, tapi hatinya masih merasa penasaran. Dia merasa kali ini Coh Liu-hiang terlalu tidak setia kawan. Seorang diri dia makan minum di sini, orang lain sebaliknya harus berjuang mengadu nasib, kuatir bagi keselamatannya lagi. Setelah beberapa cangkir arak masuk ke dalam perutnya, terhitung terlampias rasa dongkolnya, terutama dihadapi gadis cantik rupawan yang meladeni dirinya minum arak ini, begitu elok dan mungil sehingga dia merasa terlalu kasar bila mengumbar marah di sini.

Sekarang Coh Liu-hiang sudah tahu, orang-orang macam apa saja yang duduk berkerumun makan minum di sini, kelima orang ini adalah tokoh-tokoh yang cukup tenar dan dijunjung tinggi tingkatnya di kalangan kang ouw.
(more…)

07/04/2008

Seri Maling Romantis: Rahasia Ciok Kwan Im (07): Awal Masalah

Filed under: Gu Long, Maling Romantis — ceritasilat @ 11:16 pm

Seri Maling Romantis
Rahasia Ciok Kwan Im (07): Awal Masalah
Oleh Gu Long

(Terima Kasih kepada Gumaha)

Dari tempat mereka sekarang kira-kira memakan waktu setengah jam perjalanan ke arah tenggara, terdapat beberapa petak rumah yang dibangun dari kayu, disini dulu merupakan perkampungan kecil, salah satu pos di luar tapal batas untuk mengawasi gerak-gerik musuh dan pengamatan perubahan cuaca. Sekarang berubah menjadi sarang berkumpul kawanan perampok yang berkuasa di gurun pasir.

Rumah kayu itu sudah reyot dan keropos, beberapa jendela di antaranya terpentang lebar. Sejak tadi pelita sudah dipasang di dalam rumah, tentunya di dalam rumah selalu dihuni dan ditunggu orang.
(more…)

06/04/2008

Seri Maling Romantis: Rahasia Ciok Kwan Im (06): Para Perampok Ganas

Filed under: Gu Long, Maling Romantis — ceritasilat @ 10:49 pm

Seri Maling Romantis
Rahasia Ciok Kwan Im (06): Para Perampok Ganas
Oleh Gu Long

(Terima Kasih kepada Gumaha)

Hari kedua, Ki Ping-yan membagi rata sisa air yang ada menjadi lima bagian, katanya tawar: “Inilah sisa air yang terakhir, kita boleh sekarang meminumnya sampai habis, juga boleh disimpan untuk diminum perlahan-lahan. Yang terang sisa air ini paling lama hanya bisa bertahan selama dua tiga hari.”

Mengawasi kantong yang kosong itu, berkata Oh Thi hoa: “Itulah air tinggalanmu sendiri, aku tak mau minum. Putar badan lekas ia hendak tinggal pergi.
(more…)

05/04/2008

Seri Maling Romantis: Rahasia Ciok Kwan Im (05): Terjebak

Filed under: Gu Long, Maling Romantis — ceritasilat @ 10:48 pm

Seri Maling Romantis
Rahasia Ciok Kwan Im (05): Terjebak
Oleh Gu Long

(Terima Kasih kepada Gumaha)

Dimulai sejak Oh Thi-hoa berani terjun ke dalam sungai di belakang rumahnya untuk berenang, ia sudah menyukai matahari, sejak itupula setiap hari cerah, matahari menyinarkan cahayanya yang gemilang, tak tahan lagi dia pasti mencopot pakaian, menjemur diri dipasir. Yang-ci-kiang di puncak Ai-ho-lau, di puncak Ceng-shia diatas budur, ditempat teduh di puncak Hoa-san, ditempat yang paling tinggi di Thaysan, dia pernah melihat bermacam-macam matahari. Ada yang terik dan panas seperti bara, laksana laki-laki kebakaran jenggot, ada pula yang halus lembut laksana pemuda perlente yang romantis, ada yang remang-remang gelap seperti pandangan si kakek yang sudah lamur, dan ada pula yang cemerlang menakjubkan seperti seraut muka gadis jelita.

Berani mati, selama hidup belum pernah dia lihat dan menghadapi terik matahari seperti ini. Meskipun matahari yang satu ini pula, tapi matahari ditengah padang pasir ini, mendadak berubah menjadi sedemikian kejam, ganas luar biasa, seolah-olah seluruh padang pasir ini hendak dibakarnya sampai menyala oleh teriknya itu.
(more…)

04/04/2008

Seri Maling Romantis: Rahasia Ciok Kwan Im (04): Pembantu Yang Misterius

Filed under: Gu Long, Maling Romantis — ceritasilat @ 10:45 pm

Seri Maling Romantis
Rahasia Ciok Kwan Im (04): Pembantu Yang Misterius
Oleh Gu Long

(Terima Kasih kepada Gumaha)

“Kenapa tidak kau undang mereka kemari ikut makan dan minum?”

“Mereka sudah pulang”
(more…)

03/04/2008

Seri Maling Romantis: Rahasia Ciok Kwan Im (03): Tiga Sekawan Berkumpul Lagi

Filed under: Gu Long, Maling Romantis — ceritasilat @ 10:45 pm

Seri Maling Romantis
Rahasia Ciok Kwan Im (03): Tiga Sekawan Berkumpul Lagi
Oleh Gu Long

(Terima Kasih kepada Gumaha)

“Si-kong-ke Ayam jantan mati.”

“Maksudmu Ki Ping-yan? Kau tahu dimana ia berada?”
(more…)

02/04/2008

Seri Maling Romantis: Rahasia Ciok Kwan Im (02): Sahabat Masa Kecil

Filed under: Gu Long, Maling Romantis — ceritasilat @ 10:42 pm

Seri Maling Romantis
Rahasia Ciok Kwan Im (02): Sahabat Masa Kecil
Oleh Gu Long

(Terima Kasih kepada Gumaha)

Mendadak Coh Liu-hiang melompat turun dari punggung kudanya, teriaknya keras-keras, “Oh Thi-hoa, Oh hongcu (Oh si gila), kenapa kau bisa berada di sini?”

Orang itu berpaling dan melihat Coh Liu-hiang pula, seketika ia berjingkrak kegirangan, serunya tertawa besar, “Coh Liu-hiang, kau ulat tua yang busuk ini, dengan cara bagaimana pula kau bisa berada di sini?” Tanpa hiraukan kucing dalam pelukannya lagi ia memburu ke depan, sekali pukul ia hantam pundak Coh Liu-hiang. Coh Liu-hiang tidak mau rugi, sekali sodok iapun pukul perut orang.
(more…)

01/04/2008

Seri Maling Romantis: Rahasia Ciok Kwan Im (01): Hilangnya 3 Gadis Cantik

Filed under: Gu Long, Maling Romantis — ceritasilat @ 10:41 pm

Seri Maling Romantis
Rahasia Ciok Kwan Im (01): Hilangnya 3 Gadis Cantik
Oleh Gu Long

(Terima Kasih kepada Gumaha)

Jauh di ujung langit di tengah lautan sana, segumpal mega sedang melayang datang pelan-pelan. Kapal, mengalun berlenggang di tengah permainan air laut, sinar matahari bercahaya terang benderang sehingga dek kapal yang bersih mengkilap laksana sebongkah kaca besar.

Lekas Coh Liu-hiang tinggalkan pakaiannya, mencopot sepatu. Dek kapal yang panas seperti membakar telapak kakinya, membuat hatinya terasa seperti dikili-kili dan malas, seolah-olah badannya ingin melayang.
(more…)

28/12/2007

Maling Romantis (16) (Tamat)

Filed under: Gu Long, Maling Romantis — ceritasilat @ 12:07 am

Maling Romantis (16)
Oleh Gu Long

Kontributor: budiwibowo, monica

Setiap gerak-gerik tangannya sedemikian hati-hati, waspada dan tepat, memang dia sedang pinjam gerakan yang lambat dan mantap ini untuk menekan dan mencuci bersih pikiran batinnya yang sedang kalut dan risau.

Lalu dengan kedua tapak tangannya ia bimbing secangkir air teh yang masih panas mengepul itu dan diangsurkan ke hadapan Thian-hong Taysu dengan laku hormat, katanya dengan suara berat, “Terima kasih, Taysu!”
(more…)

27/12/2007

Maling Romantis (15)

Filed under: Gu Long, Maling Romantis — ceritasilat @ 12:07 am

Maling Romantis (15)
Oleh Gu Long

Kontributor: ferawati, axd002, monica, kalenteha, tanjung, mtv2006, agusis

Tatkala itulah mendatangi dua laki-laki besar berjubah sutera memasuki warung teh ini sambil mengobrol panjang pendek. Salah seorang laki-laki bermuka burik, di punggungnya menggendong sebuah buntalan kain kuning, sembari jalan ia berkata dengan tertawa: “Bertemu sahabat karib di rantau, sungguh merupakan kesenangan yang tak terhingga. Hari ini Siaute harus ajak Pang-heng minum sepuasnya!”

Laki-laki yang lain mukanya penuh ditumbuhi cambang bauk yang kaku, katanya bergelak tawa: “Chi-heng sudah lama menetap di Binglam ini, apakah hobimu hanya minum teh saja dan tak suka minum arak lagi?”
(more…)

26/12/2007

Maling Romantis (14)

Filed under: Gu Long, Maling Romantis — ceritasilat @ 12:06 am

Maling Romantis (14)
Oleh Gu Long

Kontributor: kalenteha, sikasep, iwan1991

“Bagaimanapun, tidak bisa dikatakan dia mengorbankan diri sendiri.” ujar Coh Liu-hiang. “Meski dia tidak mempersunting perempuan tercantik di dunia, namun dia memperoleh kehalusannya, keagungannya, serta isteri yang setia.”

“Terima kasih, terima kasih akan kata-katamu ini” kata Chiu Ling-siok lembut. “Selamanya kau tidak akan mengerti, setelah mendengar kata-katamu ini betapa riang gembira hatiku ini.”
(more…)

25/12/2007

Maling Romantis (13)

Filed under: Gu Long, Maling Romantis — ceritasilat @ 12:06 am

Maling Romantis (13)
Oleh Gu Long

Kontributor: kalenteha, sikasep, bpranoto, agusis, axd002, iwan1991

“Permainan caturku ini teramat menakjubkan. Silahkan kau peras otak memecahkannya, aku berkesempatan untuk menunaikan hajat, di mana tempat hajat yang terdekat, terpaksa Lamkiong-heng harus tolong menunjukkan tempatnya.”

Dengan tersenyum Lamkiong Ling bawa dia ke belakang. Coh Liu-hiang sudah kebelet dan di ujung tanduk, terburu-buru ia berlari masuk, namun lewat lobang angin di sebelah belakang sana ia meluncur keluar. Lobang angin ini kira-kira satu kaki lebarnya, bocah ingusan pun sukar lewat lobang sekecil ini, siapa tahu tulang belulang dan badan Coh Liu-hiang sudah dilatihnya sedemikian rupa sehingga bisa dipasang-surutkan menjadi kecil dan lemas, cara yang ditempuh benar-benar jalan yang tak mungkin dibayangkan orang lain.
(more…)

24/12/2007

Maling Romantis (12)

Filed under: Gu Long, Maling Romantis — ceritasilat @ 12:05 am

Maling Romantis (12)
Oleh Gu Long

Kontributor: ndy, bpranoto, agusis, axd002

Tiba-tiba terbuka lebar kedua biji mata Thian-hong-cap-si-long, katanya bengis: “Kalian pasti hendak jalan lewat sini? Apakah hendak menemui Chiu Ling-siok?”

Melonjak jantung Coh Liu-hiang, orang asing ini kiranya pun tahu akan nama Chiu Ling-siok. Dilihatnya Lamkiong Ling mengerutkan alis, katanya: “Chiu Ling-siok..? Apakah maksud Cianpwee adalah Jin-hujin?”
(more…)

23/12/2007

Maling Romantis (11)

Filed under: Gu Long, Maling Romantis — ceritasilat @ 12:05 am

Maling Romantis (11)
Oleh Gu Long

Kontributor: budiwibowo, bpranoto, koedanil, agusis, axd002

Coh Liu Hiang tertawa, oloknya, “Cakar setan yang peranti mencabut nyawa orang, kini hanya berhasil merenggut segulung kertas, memangnya kau tidak merasa malu ?”

Pek-giok-mo tertawa besar, ujarnya, “Kalau toh hanya segulung kertas bobrok, kenapa kau harus minta supaya aku mengembalikan kepadamu?”
(more…)

Older Posts »

Create a free website or blog at WordPress.com.