Kumpulan Cerita Silat

25/10/2008

Duke of Mount Deer (44)

Filed under: +Darah Ksatria, Duke of Mount Deer — ceritasilat @ 1:37 pm

Oleh Jin Yong

(Terima kasih kepada Hy_edl048)

“Tempat untuk meneduh sih ada, tapi tidak berbeda jauh dengan kuil-kuil rusak itu…” kata orang tua yang pertama.

“Yang betul, ada atau tidak?” bentak seorang lainnya. Ditilik dari suaranya, tampaknya orang yang satu ini lebih berangasan.
(more…)

Advertisements

24/10/2008

Kisah Membunuh Naga (53)

Filed under: Kisah Membunuh Naga — ceritasilat @ 12:41 am

Kisah Membunuh Naga (53)
Oleh Jin Yong

(Terima kasih kepada Saudara Pepe Haliwell)

Tiba-tiba Hoan Yauw bangkit dan mencengkram dada Ho Pit Ong sambil mengeluarkan suara “ah ah uh uh.” Matanya mendelik dan ia kelihatannya sangat gusar.

“Kouw Tay-soe, mengapa kau?” Tanya Soen Sam Hwie.
(more…)

23/10/2008

Kisah Membunuh Naga (52)

Filed under: Kisah Membunuh Naga — ceritasilat @ 12:33 am

Kisah Membunuh Naga (52)
Oleh Jin Yong

(Terima kasih kepada Saudara Pepe Haliwell)

Makin lama keadaan pihak Boe Kie jadi makin jelek. Mereka bingung dan makin bingung, mereka makin terdesak.

Sekonyong-konyong Tio Beng membentak. “Semua berhenti!”
(more…)

22/10/2008

Kisah Membunuh Naga (51)

Filed under: Kisah Membunuh Naga — ceritasilat @ 1:11 am

Kisah Membunuh Naga (51)
Oleh Jin Yong

(Terima kasih kepada Saudara Pepe Haliwell)

“Aku merasa pasti, bahwa di dalam hal ini terselip sesuatu yang luar biasa. Diam-diam aku memesan supaya semua saudara berwaspada dan harus menjaga supaya penyamaran kita tidak diketahui. Di sepanjang jalan kami memperhatikan gerak-gerik dan bicaranya orang-orang yang mengiring kami. Tapi mereka sangat berhati-hati dan di hadapan kami, mereka tak pernah bicara sembarangan. Belakangan, dengan memberankan diri ditengah malam saudara Gouw Liang coba memasang kuping di luar jendela kamar mereka. Sesudah menyatroni 4-5 malam, barulah ia mendapat sedikit keterangan. Ternyata hweesio itu adalah pendeta-pendeta berilmu dati Siauw Lim Sie di siong san.”

Biarpun sudah menduga dari semula, mendengar itu Boe Kie mengeluarkan seruan kaget.
(more…)

Duke of Mount Deer (43)

Filed under: Duke of Mount Deer — ceritasilat @ 1:08 am

Duke of Mount Deer (43)
Oleh Jin Yong

(Terima kasih kepada Hy_edl048)

Bahkan ketika bocah nakal itu menendangnya berkali-kali, Lau It Cau tidak merasakan apa-apa lagi. Siau Po langsung memperlihatkan senyum penuh kebanggaan. Dia membuka ikat pinggang Lau It Cou kemudian digunakannya untuk membelenggu tangan orang itu.

Di dekat sebatang kayu ada sebuah batu besar. Siau Po berusaha menggesemya. Kebetulan di bawah batu besar itu ada sebuah lubang, karena itu Siau Po menggesemya terus sehingga mulut lubang itu terbuka lebar. Setelah itu dia mengeluarkan bebatuan yang terdapat di dalam lubang itu dan menggali tanahnya sehingga lubang itu menjadi bertambah dalam dan lebar.
(more…)

14/10/2008

Hina Kelana: Bab 144. Yang Jahat Pasti Terima Ganjarannya (Tamat)

Filed under: +Hina Kelana, Jin Yong — Tags: — ceritasilat @ 1:40 am

Hina Kelana
Bab 144. Yang Jahat Pasti Terima Ganjarannya (Tamat)
Oleh Jin Yong

(Ratusan dan ribuan jutaan terima kasih ditujukan kepada Nra (Bab 001-109) dan Tungning (110-114). Cersil ini dipublikasikan oleh kedua beliau itu mulai 30/09/05 sampai 10/10/08. Kerja keras hampir tiga tahun-nan. Impressif…Kagum…Salut)

Segera Tiong-hi Tojin mengirim orang untuk memberitahukan kepada Jing-hi dan Seng-ko agar kursi wasiat serta sumbu-sumbu dinamit yang telah dipasang itu segera dihapus.

Lalu Lenghou Tiong mengundang Hong-ting dan Tiong-hi masuk kembali ke Bu-sik-am untuk mengaso di ruangan sembahyang itu.
(more…)

13/10/2008

Hina Kelana: Bab 143. Diplomasi Tiau-yang-kau yang Berhasil

Filed under: +Hina Kelana, Jin Yong — Tags: — ceritasilat @ 1:36 am

Hina Kelana
Bab 143. Diplomasi Tiau-yang-kau yang Berhasil
Oleh Jin Yong

Maka tertampaklah sebuah tandu besar beratapkan kain beledu biru digotong ke atas Kian-seng-hong. Tandu besar itu digotong oleh 16 orang, bergeraknya tampak sangat cepat lagi anteng. Suatu tanda ke-16 pemikul tandu itu adalah jago-jago silat pilihan semua.

Waktu Lenghou Tiong mengamat-amati para pemikul tandu itu, ternyata di antaranya terdapat Coh Jian-jiu, Ui Pek-liu, Keh Bu-si dan lain-lain. Coba kalau badan Lo Thau-cu tidak terlalu pendek, tentu pula dia akan dipaksa menjadi tukang pikul tandu itu.
(more…)

12/10/2008

Hina Kelana: Bab 142. Menantikan Musuh dengan Perangkap

Filed under: +Hina Kelana, Jin Yong — Tags: — ceritasilat @ 1:30 am

Hina Kelana
Bab 142. Menantikan Musuh dengan Perangkap
Oleh Jin Yong

Mendengar keterangan itu, serentak air muka Lenghou Tiong dan para padri Siau-lim-si berubah. Hong-ting Taysu lantas menyebut, “Omitohud!”

Lalu Tiong-hi berkata pula, “Kebaikan pesawat rahasia di dalam kursi itu adalah tidak seketika bekerja, bila diduduki begitu saja takkan terjadi apa-apa, tapi mesti diduduki kira-kira seminuman teh baru sumbu obat peledak itu akan bekerja. Yim Ngo-heng itu seorang cerdik dan suka curiga, bila mendadak tampak ada sebuah kursi bagus di sini tentu dia takkan berduduk begitu saja, dia pasti akan suruh bawahannya mencoba-coba berduduk di situ lebih dulu, habis itu barulah dia berani berduduk. Di atas kursi ini tersulam naga menyongsong matahari, tertulis pula semboyan-semboyan yang memuja sang kaucu, tentu anak buah Mo-kau tak berani duduk lama-lama, sedangkan sekali Yim Ngo-heng sudah berduduk di situ tentu enggan meninggalkan kursi kebesaran ini.”
(more…)

11/10/2008

Hina Kelana: Bab 141. Yim Ngo-heng Mati, Pertikaian pun Berhenti

Filed under: +Hina Kelana, Jin Yong — Tags: — ceritasilat @ 1:26 am

Hina Kelana
Bab 141. Yim Ngo-heng Mati, Pertikaian pun Berhenti
Oleh Jin Yong

Ketika para anggota Tiau-yang-sin-kau mendengar ucapan sang kaucu mendadak berhenti setengah-setengah, suaranya juga kedengaran serak, semua orang menjadi kaget dan sama mendongak, maka terlihatlah kulit muka sang kaucu berkerut-kerut, tampaknya sangat kesakitan, menyusul tubuh sang kaucu menggeliat terus roboh terjungkal.

“Kaucu!” Hiang Bun-thian berseru kaget.
(more…)

10/10/2008

Hina Kelana: Bab 140. Lenghou Tiong Tetap Menolak Masuk Mo-kau

Filed under: +Hina Kelana, Jin Yong — Tags: , — ceritasilat @ 1:19 am

Hina Kelana
Bab 140. Lenghou Tiong Tetap Menolak Masuk Mo-kau
Oleh Jin Yong

Tidak lama kemudian, terdengarlah suara bentakan dan makian, dua-tiga tianglo tampak memimpin anak buahnya menggiring beberapa puluh anak murid Ko-san, Hoa-san, Heng-san, dan Thay-san-pay naik ke atas situ.

Anak murid Hoa-san-pay memangnya tidak banyak, sedangkan sebagian besar jago-jago Ko-san-pay, Heng-san-pay, dan Thay-san-pay sudah mati terbunuh tadi, maka jumlah sisa mereka ternyata tinggal tujuh likur saja alias 27 orang, bahkan semuanya tergolong “bu-beng-siau-cut”, jago-jago yang kurang terkenal, malahan hampir semuanya terluka.
(more…)

Create a free website or blog at WordPress.com.