Kumpulan Cerita Silat

02/11/2007

Pendekar Budiman: Bagian 04

Filed under: Gu Long, Pendekar Budiman — Tags: — ceritasilat @ 10:33 pm

Pendekar Budiman: Bagian 04
Oleh Gu Long

Hari itu juga turun salju, Lim Si-im khusus menyajikan hidangan lezat baginya dan makan minum bersamanya.

Sejak kecil Lim Si-im tinggal di rumah Li Sun-hoan, antara orang tua mereka adalah saudara misan, sebelum orang tua kedua pihak meninggal sebenarnya sudah disepakati akan menjodohkan kedua muda-mudi itu.
(more…)

Advertisements

01/11/2007

Pendekar Budiman: Bagian 03

Filed under: Gu Long, Pendekar Budiman — Tags: — ceritasilat @ 10:33 pm

Pendekar Budiman: Bagian 03
Oleh Gu Long

ôKukira tidak perlu dicari lagi,ö ujar Li Sun-hoan sambil menggeleng. ôCukup kau carikan sedikit arak bagiku, biarkan kumati dengan mabuk saja dan akan sangat berterima kasih padamu. Sekarang aku sangat … sangat lelah, aku ingin mengaso.ö

Mendadak si berewok berlutut, tidak tahan lagi air matanya bercucuran, ucapnya dengan suara parau, ôO, Siauya, kutahu engkau lelah, selama bertahun ini belum pernah engkau merasa gembira, engkau sedih, engkau memang lelah, tapi ….ö ia pegang pundak Li Sun-hoan dan berseru pula, ôengkau tidak boleh mati, Siauya, engkau harus berani hidup, jika engkau mati begini saja, malahan mati dengan menanggung nama pemabuk, petualang dan sebagainya, di alam baka pun Loya (tuan besar) pasti tidak rela.ö
(more…)

31/10/2007

Pendekar Budiman: Bagian 02

Filed under: Gu Long, Pendekar Budiman — Tags: — ceritasilat @ 10:33 pm

Pendekar Budiman: Bagian 02
Oleh Gu Long

Baru sekarang kakek itu menghela napas panjang, pedang pun jatuh ke lantai, serunya dengan wajah cerah, “Ah, kiranya Li … Li-tamhoa, sudah hampir seharian kutunggu kedatanganmu di sini.”

“Tunggu kedatanganku?” Sun-hoan menegas.
(more…)

30/10/2007

Pendekar Budiman: Bagian 01

Filed under: Gu Long, Pendekar Budiman — Tags: — ceritasilat @ 10:36 pm

Pendekar Budiman: Bagian 01
Oleh Gu Long

Hujan salju hampir berhenti, tapi deru angin belum lagi mereda.

Sebuah kereta kuda muncul dari utara, roda-roda kereta yang menggelinding cepat itu menggilas hancur batu es yang berserakan di tengah jalan, tapi tidak dapat memecahkan kesunyian yang meliputi jagat raya ini.
(more…)

« Newer Posts

Blog at WordPress.com.