Kumpulan Cerita Silat

20/01/2008

Kisah Pengelana di Kota Perbatasan (12)

Filed under: Gu Long, Kisah Pengelana di Kota Perbatasan — Tags: — ceritasilat @ 10:10 am

Kisah Pengelana di Kota Perbatasan
Bab 12. Seorang Yang Ahli Senjata Rahasia
Oleh Gu Long

Meskipun pekarangan kecil tersebut masih sepi dan sunyi, namun cahaya lampu masih berkelap-kelip di bangunan dibelakangnya.

Apakah Xiao Bie Li telah kembali kekamarnya? Apa sih yang sesungguhnya dia lakukan di atas sana? Apakah disanapun terdapat setumpuk kartu? Atau mungkin seorang wanita yang dirahasiakan?
(more…)

19/01/2008

Kisah Pengelana di Kota Perbatasan (11)

Filed under: Gu Long, Kisah Pengelana di Kota Perbatasan — Tags: — ceritasilat @ 10:09 am

Kisah Pengelana di Kota Perbatasan
Bab 11. Bisikan Di Tengah Malam
Oleh Gu Long

Pohon bambu tumbuh dengan rindangnya di sebuah halaman yang kecil. Seorang wanita dengan selendang tipis dan tanpa make up duduk di jendela, tangannya menopang dagunya, menatapnya dengan tatapan kasih sayang.

Boleh dikatakan wanita tersebut bukan wanita yang sangat sangat cantik, namun dia memiliki mata yang seperti berbicara saat memandang, dan mulut yang jenaka dan pandai ketika berbicara. Meskipun dia hanya duduk diam, namun kamu dapat merasakan aura yang memabukan mengelilinginya. Wanita tersebut sungguh-sungguh unik dibandingkan dengan kebanyakan wanita kamu pernah lihat.
(more…)

18/01/2008

Kisah Pengelana di Kota Perbatasan (10)

Filed under: Gu Long, Kisah Pengelana di Kota Perbatasan — Tags: — ceritasilat @ 10:08 am

Kisah Pengelana di Kota Perbatasan
Bab 10. Membungkamkan Saksi
Oleh Gu Long

Ye Kai berdiri dikegelapan di bawah cahaya bintang. Dia berdiri seperti patung, patung yang dingin.

Ma Fang Ling memandangnya dan berjuang untuk bergerak ke arahnya. Dia jatuh ke dalam lengannya dan memegangnya dengan kuat. Dia mulai menangis dan meneteskan air mata, suaranya bergetar dan terisak-isak, dia tidak dapat berbicara sepatah katapun.
(more…)

17/01/2008

Kisah Pengelana di Kota Perbatasan (09)

Filed under: Gu Long, Kisah Pengelana di Kota Perbatasan — Tags: — ceritasilat @ 10:06 am

Kisah Pengelana di Kota Perbatasan
Bab 09. Kokoh Seperti Sebongkah Batu Raksasa
Oleh Gu Long

Debu kuning.

Cahaya matahari yang hangat masuk melalui jendela menimpa paha Fu Hon Xue, mengingatkan dia dengan tangan lembut, hangat dan halus yang mengelus kedua pahanya pada malamnya sebelumnya.
(more…)

16/01/2008

Kisah Pengelana di Kota Perbatasan (08)

Filed under: Gu Long, Kisah Pengelana di Kota Perbatasan — Tags: — ceritasilat @ 10:01 am

Kisah Pengelana di Kota Perbatasan
Bab 08. Kehangatan Angin Musim Semi
Oleh Gu Long

Dari ujung jalan yang panjang, seseorang berjalan dengan perlahan menuju ke arah mereka, setiap langkahnya terlihat sangat sulit dan berat. Fu Hong Xue.

Dia masih menggenggam goloknya dengan erat ditangannya, selangkah demi selangkah dia menyeret dirinya ke arah mereka. Tidak ada apapun di dunia ini yang dapat mengubah arah langkahnya.
(more…)

15/01/2008

Kisah Pengelana di Kota Perbatasan (07)

Filed under: Gu Long, Kisah Pengelana di Kota Perbatasan — Tags: — ceritasilat @ 9:55 am

Kisah Pengelana di Kota Perbatasan
Bab 07. Awan Gelap, Langit Kelam
Oleh Gu Long

Jendela baru saja ditutup, tidak ada cahaya setitikpun di ruangan.

Butiran air hujan berjatuhan di atap dan daun jendela menimbulkan suara seperti genderang perang dan derap kaki kuda dipeperangan.
(more…)

14/01/2008

Kisah Pengelana di Kota Perbatasan (06)

Filed under: Kisah Pengelana di Kota Perbatasan — Tags: — ceritasilat @ 3:03 am

Kisah Pengelana di Kota Perbatasan
Bab 06. Golok Yang Terkubur
Oleh Gu Long

Matahari pagi mulai memancar dari timur.

Aroma tajam yang muncul pada malam hari telah hilang ditiup oleh angin.
(more…)

13/01/2008

Kisah Pengelana di Kota Perbatasan (05)

Filed under: Gu Long, Kisah Pengelana di Kota Perbatasan — Tags: — ceritasilat @ 9:54 am

Kisah Pengelana di Kota Perbatasan
Bab 05. Semalam di Kota Perbatasan
Oleh Gu Long

Yun Zai Tian dengan lentera di tangan, memimpin ke lima tamu dari depan.

Fu Hong Xue, dengan langkahnya yang berat dan dalam, berjalan perlahan di belakang kelompok – ada beberapa orang yang tidak mau seseorang berjalan dibelakangnya.
(more…)

12/01/2008

Kisah Pengelana di Kota Perbatasan (04)

Filed under: Gu Long, Kisah Pengelana di Kota Perbatasan — Tags: — ceritasilat @ 9:52 am

Kisah Pengelana di Kota Perbatasan
Bab 04. Hidup Dan Mati Dengan Golok
Oleh Gu Long

Golok tersebut benar-benar berhenti, tidak meneruskan gerakannya!

Tidak ada seorangpun yang tahu apa yang akan terjadi bila Gong Sun Duan menyelesaikan sabetannya.
(more…)

11/01/2008

Kisah Pengelana di Kota Perbatasan (03)

Filed under: Gu Long, Kisah Pengelana di Kota Perbatasan — Tags: — ceritasilat @ 9:51 am

Kisah Pengelana di Kota Perbatasan
Bab 03. Pedang Terpotong. Usus Akan Hancur
Oleh Gu Long

Setelah laki-laki baju putih tersebut berlari keluar sekitar 10 meter, dia menotolkan ujung kakinya ke tanah dan melayang ke udara.

Hamparan gurun sunyi senyap. Pasir yang kuning tersapu kesegala arah menggenangi malam yang gelap. Bagaimana bisa mencari bayangan?
(more…)

10/01/2008

Kisah Pengelana di Kota Perbatasan (02)

Filed under: Gu Long, Kisah Pengelana di Kota Perbatasan — Tags: — ceritasilat @ 9:50 am

Kisah Pengelana di Kota Perbatasan
Bab 02. Gedung Sepuluh Ribu Kuda Guang Dong
Oleh Gu Long

Lentera yang tergantung di atas pintu utama telah meredup hampir padam.

Seseorang berdiri di bawah lentera tertawa sangat keras. Saking kerasnya, lentera di atasnya hingga bergoyang dan menjatuhkan debu yang mengotorinya ke bawah, ke muka orang tersebut.
(more…)

09/01/2008

Kisah Pengelana di Kota Perbatasan (01)

Filed under: Gu Long, Kisah Pengelana di Kota Perbatasan — Tags: — ceritasilat @ 9:50 am

Kisah Pengelana di Kota Perbatasan
Bab 01. Seorang Yang Tidak Menyandang Senjata
Oleh Gu Long

Golok yang merupakan sahabatnya tidak terlihat dipinggangnya.

Sesaat setelah dia memasuki ruangan, dia melihat salju merah!
Sesaat setelah dia memasuki ruangan, dia melihat Fu Hung Xue!
(more…)

« Newer Posts

Create a free website or blog at WordPress.com.