Kumpulan Cerita Silat

09/01/2008

Duke of Mount Deer (07)

Filed under: Duke of Mount Deer, Jin Yong — Tags: — ceritasilat @ 1:50 am

Duke of Mount Deer (07)
Oleh Jin Yong

Sejak kecil kaisar Kong Hi dipingit. Namun sejak ayahnya meninggal dan dia diharuskan menggantikannya, dia sudah mendapat kebebasan. Namun kemana saja masih ada para thaykam ataupun dayang yang mengiringi. Kadang-kadang dia memerintahkan mereka meninggalkannya, itulah sebabnya dia bisa bertemu dengan Siau Po seorang diri.

Sambil menggenggam erat-erat tangan Siau Po, Kaisar Kong Hi bertutur.
(more…)

Advertisements

08/01/2008

Duke of Mount Deer (06)

Filed under: Duke of Mount Deer, Jin Yong — Tags: — ceritasilat @ 2:46 pm

Duke of Mount Deer (06)
Oleh Jin Yong

Jumlah hutang keduanya sudah mencapai dua ratus tail lebih. Belakangan mereka kalah habis-habisan. Keduanya saling lirik sekilas, kemudian Yu To berkata kepada Siau Po.

“Saudara Kui, kami ingin membicarakan sesuatu, sudikah saudara ikut derigan kami?”
(more…)

07/01/2008

Duke of Mount Deer (05)

Filed under: Duke of Mount Deer, Jin Yong — Tags: — ceritasilat @ 2:46 pm

Duke of Mount Deer (05)
Oleh Jin Yong

“Coba lagi!” katanya.

Siau Po siap melemparkan dadunya kembali, tiba-tiba sebuah ingatan melintas di benaknya. Dia tidak tahu sampai di mana kehebatan Siau Kui cu bermain dadu, tetapi kalau mendengar nada bicara Hay kongkong tadi, tampaknya si bocah cilik masih kurang mahir. Akhirnya dia mengambil keputusan untuk berpura-pura, jangan sampai kedoknya terbuka. Dia melemparkan dadunya sembarangan, kali ini dia mendapat 2 angka 3, satu angka 4 dan satu lagi angka 5.
(more…)

06/01/2008

Duke of Mount Deer (04)

Filed under: Duke of Mount Deer, Jin Yong — Tags: — ceritasilat @ 2:45 pm

Duke of Mount Deer (04)
Oleh Jin Yong

Dari suaranya, Siau Po segera mengetahui bahwa yang berbicara barusan adalah si thaykam cilik. Lalu dia merasa jolinya diangkat dan digotong menuju suatu tempat kemudian berhenti lagi. Terdengar seseorang berkata:

“Kami akan pulang sekarang. Akan kami laporkan urusan ini kepada The ongya, pasti ongya akan mengirimkan wakilnya untuk mengucapkan terima kasih kepada Hay kongkong!” . Terdengar lagi sahutan si thaykam cilik.
(more…)

05/01/2008

Duke of Mount Deer (03)

Filed under: Duke of Mount Deer, Jin Yong — Tags: — ceritasilat @ 2:44 pm

Duke of Mount Deer (03)
Oleh Jin Yong

“Tidak jadi masalah!” sahut si bocah yang tetap ugal-ugalan. “Kelak, meskipun kau berlutut dan menyembah padaku sampai ratusan kali bahkan dengan suara meratap-ratap, tetap saja aku tidak sudi menjadi muridmu. Kalau aku menjadi muridmu, berarti dalam hal apa pun aku harus menuruti kata-katamu, mana enak? Tidak! Aku tidak mau belajar ilmu silat!”

Mau Sip-pat mendongkol sekali. Hatinya juga mulai marah.
(more…)

04/01/2008

Duke of Mount Deer (02)

Filed under: Duke of Mount Deer, Jin Yong — Tags: — ceritasilat @ 2:41 pm

Duke of Mount Deer (02)
Oleh Jin Yong

Keesokan paginya ketika dia terbangun, Siau Po melihat Mau Sip-pat sedang berdiri menghadap matahari terbit. Sepasang telapak tangannya merangkap di depan dada dan nafasnya teratur sekali. Kemungkinan dia sedang melatih diri untuk menyembuhkan luka dalamnya.

Sampai cukup lama Mau Sip-pat melakukan hal itu. Ketika membuka mata, dia melihat Siau Po sedang memandanginya dengan terkesima. Bibirnya langsung menyunggingkan seulas senyuman.
(more…)

03/01/2008

Duke of Mount Deer (01)

Filed under: Duke of Mount Deer, Jin Yong — Tags: — ceritasilat @ 2:41 pm

Duke of Mount Deer (01)
Oleh Jin Yong

Sejak masa purbakala, kota Yang Ciu sudah terkenal sebagai daerah istimewa. Apalagi sekarang. Sepanjang hari kota Yang Ciu selalu ramai. Berbagai toko memenuhi sepanjang jalan.

Tahun pertama kedudukan kaisar Kong Hi dari dinasti Ceng. Di samping telaga Siu Sai, Yang Ciu, ada sebuah bangunan besar tempat hiburan. Saat ini baru masuk musim semi, lentera-lentera tergantung menerangi seluruh tempat itu. Bangunan yang bernama Li Cun Goan mengumandangkan berbagai jenis suara. Ada ketukan bambu, ada suara teriakan para laki-laki yang sedang bertaruh kepalan tangan. Ada pula suara tertawa cekikikan. Maklumlah, Li Cun Goan memang menyediakan banyak wanita penghibur. Ada juga yang sudah setengah mabuk sehingga bernyanyi-nyanyi dengan suara sumbang. Pokoknya suasana bising sekali sampai di taman pun terdengar jelas.
(more…)

« Newer Posts

Blog at WordPress.com.