Kumpulan Cerita Silat

14/01/2009

Pisau Terbang Li (74)

Filed under: Pisau Terbang Li — ceritasilat @ 9:02 am

Orang yang Paling Murah Hati

(Terima kasih kepada Saudara Dodokins)

Api telah padam.

Namun ada kobaran lain yang di sulut dalam rumah itu.
(more…)

Advertisements

13/01/2009

Pisau Terbang Li (73)

Filed under: Pisau Terbang Li — ceritasilat @ 9:01 am

Kurungan dan Belenggu

(Terima kasih kepada Saudara Dodokins)

Dalam rumah, hawa terasa sangat panas. Empat tiang api terbakar menjilat-jilat.

Kobaran api memanasi keempat dinding rumah dan langit-langit hingga membara.
(more…)

12/01/2009

Pisau Terbang Li (72)

Filed under: Pisau Terbang Li — ceritasilat @ 9:54 am

Sifat Dasar Manusia, Tidak Bagus Tidak Juga Jelek

(Terima kasih kepada Saudara Dodokins)

Walaupun kedua wanita ini tidak menggerakkan jari mereka sedikit pun, Lin Xian Er dan Sun Xiao Hong telah melewati dua pertarungan besar.

Ini adalah adu kecerdikan, bukan adu otot.
(more…)

11/01/2009

Pisau Terbang Li (71)

Filed under: Pisau Terbang Li — ceritasilat @ 9:53 am

Adu Kecerdikan

(Terima kasih kepada Saudara Dodokins)

Lentera yang tergantung di depan warung bakmi itu sudah menghitam akibat asap lilin.

Di bawah cahaya yang guram itu, seseorang dengan mata besar dan rambut panjang terkuncir, sedang berdiri.
(more…)

10/01/2009

Pisau Terbang Li (70)

Filed under: Pisau Terbang Li — ceritasilat @ 9:52 am

Hati Berbisa Seorang Wanita

(Terima kasih kepada Saudara Dodokins)

Suara yang sangat manis dan merdu. Yang dapat membangkitkan hasrat seseorang untuk membunuh.

Li Xun Huan tidak menoleh. Lu Feng Xian langsung berdiri dan berlari keluar seperti orang kesetanan.
(more…)

09/01/2009

Pisau Terbang Li (69)

Filed under: Pisau Terbang Li — ceritasilat @ 9:27 am

Pria Sejati

(Terima kasih kepada Saudara Dodokins)

Karena putra tunggal ShangGuan JinHong telah terbunuh, ia sedang dikuasai amarah yang tidak terkendali. Ia ingin bertempur dengan Li Xun Huan sampai mati. Dan ia ingin melakukannya sekarang juga…

Li Xun Huan segera memotong perkataan ShangGuan JinHong, “Jika kau ingin berduel sampai mati, aku akan menerima tantanganmu kapanpun juga. Kecuali hari ini.”
(more…)

08/01/2009

Pisau Terbang Li [68]

Filed under: Pisau Terbang Li — ceritasilat @ 9:26 am

Antara Dewa dan Setan

(Terima kasih kepada Saudara Dodokins)

Ah Fei bangkit dan berjalan menuju ke pintu itu.

‘Bruk’. Pintu segera tertutup rapat kembali dan terdengar suara kunci diselot.
(more…)

07/01/2009

Pisau Terbang Li (67)

Filed under: Pisau Terbang Li — ceritasilat @ 9:24 am

Puncak Tertinggi Ilmu Silat

(Terima kasih kepada Saudara Dodokins)

Semua orang tahu bahwa ilmu silat ShangGuan JinHong memang begitu lihai. Namun tidak seorang pun pernah melihat dia bertempur. Bahkan sekarang pun, tidak seorang pun melihat dia menyerang.

Seakan-akan tangannya tidak bergerak sama sekali. Mereka hanya melihat dia menekan meja sedikit sebelum sepasang sumpit itu terbang melesat di udara. Lalu XiMen Yu pun terkulai dan rebah ke tanah.
(more…)

06/01/2009

Pisau Terbang Li (66)

Filed under: Pisau Terbang Li — ceritasilat @ 9:12 am

Menghina Diri Sendiri

(Terima kasih kepada Saudara Dodokins)

Ah Fei tidak tahu mengapa ia berlari keluar dari ruangan itu.

Pandangan ShangGuan JinHong tetap dingin selama peristiwa itu, juga saat Ah Fei berlari ke luar.
(more…)

05/01/2009

Pisau Terbang Li (65)

Filed under: Pisau Terbang Li — ceritasilat @ 9:11 am

Manipulasi

(Terima kasih kepada Saudara Dodokins)

Tanya Ah Fei, “Penyelamat?”

Jawab Lin Xian Er, “Lu Feng Xian telah……memaksaku, menyiksaku. Aku ingin mati, tapi tidak dapat. Jika bukan karena dia, aku tidak tahu apa yang…” Air matapun membasahi wajahnya.
(more…)

04/01/2009

Pisau Terbang Li (64)

Filed under: Pisau Terbang Li — ceritasilat @ 9:06 am

Sumber Segala Masalah

(Terima kasih kepada Saudara Dodokins)

Hanya kenangan akan Lin Shi Yin, sudah membawa rasa sakit yang menusuk hati Li Xun Huan.

Tapi ia tidak merasa perlu untuk mencarinya. Karena ia tahu bahwa Long Xiao Yun akan selalu memperlakukannya dengan baik. Walaupun Long Xiao Yun telah banyak berubah, ia tahu bahwa perasaan Long Xiao Yun terhadap Lin Shi Yin tetap sama.
(more…)

03/01/2009

Pisau Terbang Li (63)

Filed under: Pisau Terbang Li — ceritasilat @ 12:26 pm

Putus Hubungan

(Terima kasih kepada Saudara Dodokins)

Di luar hutan yang mati ini terdapat jalan setapak yang sepi. Ah Fei menunjuk pada secercah cahaya di ujung jalan itu dan berkata, “Itu rumahku.”
(more…)

02/01/2009

Pisau Terbang Li (62)

Filed under: Pisau Terbang Li — ceritasilat @ 12:21 pm

Rahasia Besar

(Terima kasih kepada Saudara Dodokins)

Puncak bukit adalah tempat sangat gersang. Angin musim gugur bertiup tanpa kenal belas kasihan.

Tangan Jin Wu Ming tiba-tiba meraba gagang pedangnya….tapi ini tangan kanannya, bukan tangan yang biasa ia gunakan untuk memegang pedang. Di tangan ini, pedang tidak bisa disebut senjata yang mematikan.
(more…)

31/12/2008

Pisau Terbang Li (61)

Filed under: Pisau Terbang Li — ceritasilat @ 12:19 pm

Permintaan

(Terima kasih kepada Saudara Dodokins)

Tiba-tiba di wajah Lu Feng Xian terbayang kesepian yang mendalam… Jika seseorang merasa kesepian, ia pasti sangat merindukan persahabatan. Sayangnya, persahabatan sejati tidak dapat dimiliki setiap orang.

Lu Feng Xian berkata dingin, “Jadi maksudmu, kau sanggup mati demi dia, dan dia sanggup mati demi engkau?”
(more…)

30/12/2008

Pisau Terbang Li (60)

Filed under: Pisau Terbang Li — ceritasilat @ 12:17 pm

Persahabatan

(Terima kasih kepada Saudara Dodokins)

Ah Fei masih berdiri di situ ragu-ragu. Akhirnya ia bertanya, “Gadis yang tadi…siapakah dia?”

Jawab Li Xun Huan, “Namanya LingLing. Ia adalah seorang anak yang tidak bahagia.”
(more…)

« Newer PostsOlder Posts »

Create a free website or blog at WordPress.com.