Kumpulan Cerita Silat

06/01/2009

Pendekar Baja (16)

Filed under: Pendekar Baja — ceritasilat @ 4:36 pm


Oleh Gu Long

Dalam pada itu Sim Long lantas mengangkat Leng Toa, Li Tiang-ceng dan Thian-hoat Taysu bertiga, serunya, “Him-heng, hendaknya kau…”

“Kutahu!” jawab si Kucing dengan menyengir, terpaksa ia yang mengangkat Pek Fifi dan Cu Jit-jit.
(more…)

05/01/2009

Pendekar Baja (15)

Filed under: Pendekar Baja — ceritasilat @ 4:34 pm

Oleh Gu Long

Di depan pintu gerbang yang bercat hitam itu, suasana sunyi senyap, iblis itu langsung menolak pintu dan masuk begitu saja serupa pulang ke rumahnya sendiri.

Perkampungan di tengah hutan itu ternyata sangat megah, dinding merah menjulang tinggi, wuwungan rumah berderet-deret diliputi bunga salju sehingga menambah keangkeran kompleks bangunan ini.
(more…)

04/01/2009

Pendekar Baja (14)

Filed under: Pendekar Baja — ceritasilat @ 10:16 pm

Oleh Gu Long

(Terima Kasih kepada Tungning)

Menyaksikan pertarungan ini, Jit-jit jadi ngeri dan khawatir, batinnya, “Siapa bilang kungfu Lian Thian-hun sudah susut? Jika lwekangnya sekarang cuma tiga bagian daripada kemampuannya dulu, bukankah sekali pukulannya bisa menewaskan seorang kosen…Mungkin Kim Bu-bong percaya omongan orang dan salah tafsir, kalau satu lawan saja tak mampu dikalahkan dia, belum lagi empat orang yang menunggu giliran.”

Maklum, watak Cu Jit-jit memang agak ekstrem, maka sering dia melakukan perbuatan tak dapat dilakukan orang lain, apa itu adat istiadat, apa itu peraturan, dia tidak peduli. Jika dia baik dengan seorang, maka dia harap orang itu akan menang, tentang benar atau salah, baik atau jahat sama sekali tidak dipikirnya.
(more…)

03/01/2009

Pendekar Baja (13)

Filed under: Pendekar Baja — ceritasilat @ 4:31 pm

Oleh Gu Long

Jit-jit menukas, “Kedua mata setannya memang jauh lebih lihai dari mata orang lain,” lalu ia melototi Sim Long, katanya dengan gemas, “Coba katakan, setelah tahu ada keganjilan itu, kenapa tidak kau beri tahukan padaku, bagaimanapun terbongkarnya rahasia ini kan juga lantaran diriku.”

Sim Long tertawa, katanya, “Karena kutahu betapa berangasan watakmu, tidak tahan sabar, bila waktu itu kumat kebandelanmu, bisa jadi seluruh rencanaku akan berantakan.”
(more…)

09/03/2008

Pendekar Baja (12)

Filed under: Gu Long, Pendekar Baja — ceritasilat @ 11:41 am

Pendekar Baja (12)
Oleh Gu Long

Lama Jit-jit menatapnya dengan mendelik, mendadak dia putar tubuh, sekali loncat ia hinggap di atas pagar tembok dan langsung melompat ke dalam.

Sudah tentu si Kucing terperanjat, segera dia ikut melompat dan melayang, ke balik tembok.
(more…)

08/03/2008

Pendekar Baja (11)

Filed under: Gu Long, Pendekar Baja — ceritasilat @ 11:41 am

Pendekar Baja (11)
Oleh Gu Long

Mungkin sudah terlalu lama dia tidak bicara. Kini mendadak bisa bersuara, suaranya menjadi kurang jelas.

Ong Ling-hoa dan Sim Long sama terkejut, Sim Long berpaling dan bertanya, “Apa kau bilang, Nona?”
(more…)

16/01/2008

Pendekar Baja (10)

Filed under: Gu Long, Pendekar Baja — Tags: — ceritasilat @ 3:29 am

Pendekar Baja (10)
Oleh Gu Long

Bukan saja mampu meluputkan diri dari dua jurus serangan keji, gerak-gerik lawan ternyata juga aneh dan lincah, mau-tidak-mau si nyonya tampak gugup, bentaknya beringas, “Masih ada sejurus, sambutlah!”

Kembali telapak tangannya didorong perlahan, gayanya mirip jurus pertama tadi.
(more…)

15/01/2008

Pendekar Baja (09)

Filed under: Gu Long, Pendekar Baja — Tags: — ceritasilat @ 3:28 am

Pendekar Baja (09)
Oleh Gu Long

Usianya sudah mendekati setengah abad, tapi berdandan seperti pemuda bangsawan atau anak pembesar, tangan kiri menjinjing sangkar burung kenari, tangan kanan memegang pipa tembakau, sabuknya emas dengan beberapa kantong bersulam tergantung di pinggang, seakan khawatir orang tidak tahu dirinya kaya, maka kantong yang penuh berisi uang itu semua terbuka tutupnya hingga logam kuning kelihatan gemerlapan.

Orang banyak memang dapat melihat tingkah lakunya, tapi semua orang hampir muntah karena mual terhadap laki-laki gendut berbau tengik ini, celakanya di belakangnya ikut keluar seorang gadis berbaju putih yang cantik bagai bidadari, seperti burung dara saja lengket di samping si gendut.
(more…)

14/01/2008

Pendekar Baja (08)

Filed under: Gu Long, Pendekar Baja — Tags: — ceritasilat @ 3:26 am

Pendekar Baja (08)
Oleh Gu Long

Baru sekarang Cu Jit-jit tahu bahwa Tio-lotoa ternyata salah seorang pengagum Tiong-goan-beng-siang, melihat belasan lelaki merubung tiba, lekas Jit-jit jambret bahu Tio-lotoa terus dilemparkan ke arah dua lelaki yang memburu datang lebih dulu.

Sudah tentu kedua orang itu tidak kuat menahannya. Tiga orang terguling mencium tanah, sementara orang lain yang memburu tiba jadi kaget dan merandek, tapi Jit-jit lantas menerjang maju.
(more…)

13/01/2008

Pendekar Baja (07)

Filed under: Gu Long, Pendekar Baja — Tags: — ceritasilat @ 3:24 am

Pendekar Baja (07)
Oleh Gu Long

“Kalau begitu, silakan Kim-heng ikut padaku, apa pun yang akan terjadi tetap harus kuselidiki. Soal kelak engkau akan menjadi kawan atau lawanku tidak perlu dipikirkan sekarang.”

Jawab Kim Bu-bong, “Ya, memang demikian seharusnya.”
(more…)

12/01/2008

Pendekar Baja (06)

Filed under: Gu Long, Pendekar Baja — Tags: — ceritasilat @ 3:23 am

Pendekar Baja (06)
Oleh Gu Long

“Salah atau tidak dapat kau nilai sendiri,” jengek Kim Bu-bong.

“Bagus,” ucap Sim Long, mendadak ujung jarinya bergetar, sekaligus dia tutuk tiga Hiat-to tidur Kim Bu-bong, cepat sekali tangannya membalik menutuk tiga Hiat-to di tubuh A To pula. Gerakannya cepat dan ketepatan tutukannya sungguh menakjubkan, kontan Kim Bu-bong dan A To jatuh terkulai bersama.
(more…)

11/01/2008

Pendekar Baja (05)

Filed under: Gu Long, Pendekar Baja — Tags: — ceritasilat @ 3:22 am

Pendekar Baja (05)
Oleh Gu Long

“Betul,” sambut It-siau-hud, “syukurlah saudara Thi bernyali besar, kalau tidak masuk sarang harimau, mana bisa mendapat anak harimau?”

Bersama Thi Hoat-ho segera mereka memasuki pintu pertama di sebelah kanan, sempat It-siau-hud menoleh, “Mo Si, Seng Ing, kalian berani ikut?”
(more…)

10/01/2008

Pendekar Baja (04)

Filed under: Gu Long, Pendekar Baja — Tags: — ceritasilat @ 3:20 am

Pendekar Baja (04)
Oleh Gu Long

It-siau-hud tertawa lebar, katanya, “Kalau demikian, pukulan Ong-heng tentu dapat membuat batu hancur dan melayang kencang laksana panah?”

Tiba-tiba Hongbu Siong berdiri, serunya sengit, “Baiklah, ingin kumohon pengajaran padamu.”
(more…)

09/01/2008

Pendekar Baja (03)

Filed under: Gu Long, Pendekar Baja — Tags: — ceritasilat @ 3:19 am

Pendekar Baja (03)
Oleh Gu Long

Di tengah gelak tertawanya dia tarik Ji Yok-gi dan diajak lari ke utara.

Ji Yok-gi heran, tanyanya, “Kenapa Kim-heng hendak mengejar ke sana?”
(more…)

08/01/2008

Pendekar Baja (02)

Filed under: Gu Long, Pendekar Baja — Tags: — ceritasilat @ 3:18 am

Pendekar Baja (02)
Oleh Gu Long

Tapi ketujuh kuda dan penunggang yang lain tetap diam bergeming, seperti tidak mendengar atau melihat kejadian yang dialami rekannya. Sikap diam mereka sungguh mengejutkan, jika bukan orang yang terlatih baik dan selalu mematuhi disiplin, mana mereka bisa bersikap setenang ini?

Orang banyak terbeliak kaget. Habis menjatuhkan seekor kuda, Leng Sam bergerak pula hendak menyikat kuda kedua. Tubuhnya seperti robot saja, tidak punya rasa kasihan sama sekali, asal dia sudah menangani sesuatu pekerjaan, sebelum beres tugasnya tidak mau berhenti, peduli apa pun yang akan dihadapinya, tak pernah dia mundur.
(more…)

« Newer PostsOlder Posts »

Blog at WordPress.com.