Kumpulan Cerita Silat

22/12/2007

Maling Romantis (10)

Filed under: Gu Long, Maling Romantis — ceritasilat @ 12:04 am

Maling Romantis (10)
Oleh Gu Long

Kontributor: bpranoto, sikasep, budiwibowo, mtv2006

“Masih kau ingin lari?” jengek si pemuda baju hitam. Karena berhasil, mana ia mau mengampuni lawannya, lingkaran cambuknya kembali menggulung tiba.

Tepat pada saat itulah, sekonyong-konyong selarik sinar pedang laksana kilat melesat masuk dari luar jendela. Sementara cambuk panjang sudah bergulung-gulung menjadi lingkaran, tentunya ujung cambuknya tak kelihatan lagi, namun pedang itu justru tepat dan persis sekali menutul di ujung cambuk, kekuatan gubatan cambuk yang melingkar seketika punah dan menjadi lemas. Kalau cambuk panjang itu diumpamakan ular, maka tutulan pedang itu telah sekali menusuk pada tempat kelemahan si ular, yaitu tujuh dim di bawah lehernya.
(more…)

21/12/2007

Maling Romantis (09)

Filed under: Gu Long, Maling Romantis — ceritasilat @ 12:03 am

Maling Romantis (09)
Oleh Gu Long

Kontributor: bpranoto

Kereta berjalan cukup cepat, namun letak Oh-i-am memang tidak dekat, untung Coh Liu-hiang pun sedang peras otak menerawang, sehingga dalam perjalanan tidak menjadi gugup.

Akhirnya ia tersentak dari keasyikan berpikir waktu mendengar suara kusir kereta, “Nah, Oh-i-am berada di dalam hutan di depan sana, silakan kau turun saja!”
(more…)

20/12/2007

Maling Romantis (08)

Filed under: Gu Long, Maling Romantis — ceritasilat @ 12:03 am

Maling Romantis (08)
Oleh Gu Long

Kontributor: ansari

Sebaliknya berada di dalam air Thio Siau-lim laksana naga bermain di tengah lautan, gerak badannya segesit ikan selicin belut, cukup berkelebat dan meliukkan badan, tahu-tahu ia sudah mencengkeram pergelangan tangan It-tiam-ang serta menotok hiat-tonya. Setelah tidak berkutik, lalu ia angkat badan orang serta dilemparkan ke pinggir danau, serunya tertawa: “Ang-heng, walau sekarang kau sedikit menderita, tentunya jauh lebih enak daripada kau menggila dan mampus jadinya.”

Lalu ia putar badan dan selulup ke dalam air. Cepat sekali ia berenang menuju ke arah datangnya suara harpa.
(more…)

19/12/2007

Maling Romantis (07)

Filed under: Gu Long, Maling Romantis — ceritasilat @ 12:02 am

Maling Romantis (07)
Oleh Gu Long

Kontributor: ansari

Dengan linglung Sim San-koh tertawa memandang Thio Siau-lim, katanya, “Sebetulnya siapa namamu? Sesungguhnya nama Thian-jiang-sing itu lebih cocok digunakan olehmu. Ji-suhengku meski bergelar Thian-jiang-sing, badannya tidak sekekar dan sekuat dirimu.”

Thio Siau-lim mengulurkan jari menotok Hiat-to tidurnya, katanya menggumam, “Anak perempuan tidak boleh banyak bicara. Kalau menjadi perempuan cerewet, mungkin kau tidak akan laku kawin. Anak perempuan yang tidak laku kawin, aku tidak sudi melihatnya. Di dunia ini kalau tiada perempuan yang tidak laku kawin, persoalan buruk tentu tak akan sebanyak ini.”
(more…)

18/12/2007

Maling Romantis (06)

Filed under: Gu Long, Maling Romantis — ceritasilat @ 12:01 am

Maling Romantis (06)
Oleh Gu Long

Kontributor: ansari

Thio Siau-lim bergerak seperti tiba-tiba terjaga dari impiannya, gumamnya: “Eh, ada orang ya? Siapa itu?”

Perempuan pembunuh itu amat kaget seperti kuatir mengejutkan orang di luar jendela itu. Namun ia tidak bersuara, waktu berpaling kelihatan ia mengulum senyum geli, ternyata kedoknya sudah hilang, sinar rembulan menyoroti mukanya, ternyata memang cantik mempesona.
(more…)

17/12/2007

Maling Romantis (05)

Filed under: Gu Long, Maling Romantis — ceritasilat @ 11:59 pm

Maling Romantis (05)
Oleh Gu Long

Kontributor: ansari

Tiba-tiba seorang laki-laki kurus tepos bermata juling dengan kepala seperti keledai berpakaian perlente menyelinap masuk, dari jauh ia sudah menjura dan berkata dengan hormat sambil tertawa, “Selamat siang, Cheng-cu baik-baik saja?”

Leng Chiu-hun menarik muka, segera ia menghampiri dengan menggendong tangan, makinya dengan mengerut kening, “Thia Sam, berani kau main terobosan ke tempat ini?”
(more…)

16/12/2007

Maling Romantis (04)

Filed under: Gu Long, Maling Romantis — ceritasilat @ 11:58 pm

Maling Romantis (04)
Oleh Gu Long

Kontributor: ansari

Terkulum senyuman sinis dan jahat di ujung mulut gadis itu, namun Coh Liu-hiang tidak memberi kesempatan orang untuk bicara, dia menggenggam tangannya dan menariknya, lalu katanya, “Nona Leng, bila kau ingin mencari jawaban atas teka-teki ini, kau harus percaya padaku,” kedengaran suaranya lemah lembut penuh kasih sayang dan jujur pula, namun sorot matanya jauh lebih berdaya tarik daripada nada suaranya yang mampu menundukkan kekerasan hati orang.

Akhirnya gadis itu tertawa lebar, ujarnya, “Aku bukan she Leng.”
(more…)

15/12/2007

Maling Romantis (03)

Filed under: Gu Long, Maling Romantis — ceritasilat @ 11:58 pm

Maling Romantis (03)
Oleh Gu Long

Kontributor: ansari

So Yong-yong berdua mengeluarkan kain layar yang lebar untuk menutupi kelima mayat manusia tersebut. Baru sekarang Song Thiam-ji berani menongolkan kepala. Tangan kanannya tampak menjinjing sebuah lampion berbentuk bagus, sementara tangan kirinya membawa sekeranjang buah-buahan.

Sinar bintang mulai pasang aksi berkerlap-kerlip di tengah angkasa raya, air laut kelihatan mengeluarkan cahaya gemerlapan seperti lembaran kain sutera yang mengkilap. Dengan nyaman dan segar mereka duduk berjajar menikmati hembusan angin sepoi-sepoi, namun dalam sanubari mereka sedikit pun tidak merasa nyaman dan tenteram, siapa pun tidak akan merasa segar dan nyaman bila di sampingnya rebah lima sosok mayat manusia.
(more…)

14/12/2007

Maling Romantis (02)

Filed under: Gu Long, Maling Romantis — ceritasilat @ 11:56 pm

Maling Romantis (02)
Oleh Gu Long

Kontributor: ansari

Tatkala itu Coh Liu-hiang sudah menurunkan jangkar, sehingga perahu mereka berlabuh di tengah lautan. Tanpa sungkan Coh Liu-hiang gegares semua hidangan yang telah disiapkan untuk dirinya. Belum habis sepotong burung dara panggang, betul juga terapung datang sesosok mayat.

Mayat ini mengenakan jubah pendek berwarna merah legam, panjangnya sampai ke lutut, usianya baru empat puluhan, jenggot pendek terpelihara di bawah dagunya, namun ujung matanya belum memperlihatkan kerut-kerut kulit muka. Telapak tangan kirinya halus, telapak tangan kanan sebaliknya begitu kasar dan jelek sekali, otot-otot tulangnya menonjol keluar, hampir satu kali lipat lebih besar daripada telapak tangan kirinya. Waktu telapak tangannya dipentang, warnanya mirip dengan jubah yang dipakai.
(more…)

13/12/2007

Maling Romantis (01)

Filed under: Gu Long, Maling Romantis — ceritasilat @ 11:55 pm

Maling Romantis (01)
Oleh Gu Long

Kontributor: ansari

Beberapa baris tulisan huruf-huruf indah yang masih basah tintanya itu tertera di atas selembar kertas yang dibentangkan di atas sebuah meja batu marmer. Sinar lilin menyorot dari sebuah lampion yang dibungkus kain paris merah, membuat kertas berwarna biru muda itu terlihat berwarna ungu muda tertimpa cahaya merah dari lampion, kelihatan aneh dan janggal. Tulisan yang indah dan berseni itu jadi tampak lebih menarik dan merasuk hati. Surat itu tidak dibubuhi tanda tangan pengirimnya, namun mengandung bau dupa wangi, bau dupa yang mengandung seni, dari tulisan surat bukan surat, syair bukan syair itu, siapa pun susah menduga siapakah orang yang mengirimkan surat ini.

Yang menerima surat ini adalah Kim Pian-hoa, anak seorang hartawan terkenal di Pak-khia. Ia sedang duduk di pinggir meja. Raut mukanya yang putih halus dan selalu terpelihara itu terlihat berkerut-kerut seakan mendadak kesakitan lantaran terbacok senjata tajam. Kedua biji matanya melotot mengawasi surat itu, seolah baru saja menerima surat panggilan dari Giam-lo-ong (Raja Akhirat).
(more…)

12/12/2007

Maling Romantis: Pendahuluan

Filed under: Gu Long, Maling Romantis — ceritasilat @ 11:55 pm

Maling Romantis
Pendahuluan
Oleh Gu Long

Satu lagi karya Gu Long: Maling Romantis. Karya Gu Long ini dinamakan juga dengan Pendekar Pemburu Nyawa.

Berkat Tuhan Yang Maha Esa dan kerja keras beberapa teman, cerita silat ini dapat dituntaskan. Secara alfabet, mereka adalah agusis, ansari, axd002, bagusetia, bpranoto, budiwibowo, ferawati, iwan1991, kalenteha, koedanil, monica, mtv2006, Ndy, sikasep.

Setiap kontribusi memang tidak akan dilupakan

« Newer Posts

Create a free website or blog at WordPress.com.