Kumpulan Cerita Silat

16/05/2010

Renjana Pendekar – 06

Filed under: +Renjana Pendekar — Tags: — ceritasilat @ 7:49 am

Karya: Gu Long
Penerjemah: Gan KL

(Terima kasih kepada: Axd002, Agusis, Bagusetia, Bpranoto, Edisaputra, M_haury)

Seketika Ki Song-hoa melonjak murka, teriaknya sambil memukuli dada sendiri, “Kau, kau datang lagi! Kenapa kau selalu mengganggu diriku, apakah tak dapat aku diberi sedikit ketenangan?!”

“Dia sudah mati, mengapa tidak kau berikan ketenangan pula?” jawab Leng-hong dengan hambar.
(more…)

Advertisements

15/05/2010

Renjana Pendekar – 05

Filed under: +Renjana Pendekar — Tags: — ceritasilat @ 7:43 am

Karya: Gu Long
Penerjemah: Gan KL

(Terima kasih kepada: Agusis, Bagusetia, Bpranoto, Edisaputra, dan Tingsen)

Lambat-laun Pwe-giok merasa tidak tenteram, pikirnya, “Mengapa dia pandang diriku cara begini?, mengapa?…”

Pada saat itulah tiba-tiba di luar jendela sana berkumandang suara orang tertawa riuh.
(more…)

14/05/2010

Renjana Pendekar – 04

Filed under: +Renjana Pendekar — Tags: — ceritasilat @ 7:43 am

Karya: Gu Long
Penerjemah: Gan KL

(Terima kasih kepada: Bagusetia, Bpranoto, Edisaputra, Rsukmana, dan Sisilain)

Pwe-giok tidak gentar, ia hadapi serangan musuh dengan serangan yang sama ganasnya, ia bertempur dengan kalap, betapapun serangan kilat Cia Thian-pi menjadi terdesak oleh terjangan Pwe-giok yang nekat itu.

“Sret-sret-sret”, tahu-tahu baju Pwe-giok tergores robek tiga tempat, darahpun tampak merembes keluar dari pundaknya, tapi hanya sekejap saja darah sudah lenyap diguyur air hujan.
(more…)

13/05/2010

Renjana Pendekar – 03

Filed under: +Renjana Pendekar — Tags: — ceritasilat @ 7:33 am

Karya: Gu Long
Penerjemah: Gan KL

(Terima kasih kepada: Bagusetia, Bpranoto, dan Budiwibowo)

“Hehe, apakah kau ingin jadi setan yang tahu duduknya perkara?” tanya si jangkung. “Tidak, tidak boleh, kau ditakdirkan harus menjadi setan penasaran.”

“Bukan kami tidak mau memberitahukan padamu, sebab rahasia di balik urusan ini kami sendiripun tidak tahu, ” ujar yang pendek.
(more…)

12/05/2010

Renjana Pendekar – 02

Filed under: +Renjana Pendekar — Tags: — ceritasilat @ 7:29 am

Karya: Gu Long
Penerjemah: Gan KL

(Terima kasih kepada: Agusis, Bagusetia, Budiwibowo, Edisaputra, Ipan, Nugi, dan Sukantas009)

“Ya, kutahu.” kata Pwe-giok pelahan sambil menghela napas.

“Tiga kali berturut turut Ji-locianpwe mengetuai perserikatan Hong-ti, meski kemudian beliau mengundurkan diri, tapi setiap tindak dan ucapannya masih berbobot. Baru 30 tahun yang lalu, ketika Ji-locianpwe menjabat ketua Bu kek pay, beliau baru sama sekali mengundurkan diri dari urusan perserikatan, sebab itulah dalam kartu undangan sekarng hanya tercantum ke 13 Mui-pay saja.”
(more…)

11/05/2010

Renjana Pendekar – 01

Filed under: +Renjana Pendekar — Tags: — ceritasilat @ 7:26 am

Karya: Gu Long
Penerjemah: Gan KL

(Terima kasih kepada: Agusis, Bagusetia, Bpranoto, Ipan, dan Sukantas009)

Di suatu halaman rumah yang luas dan rindang, di bawah pohon sana seorang kakek berjubah hijau tampak berdiri tenang dan santai, sambil berdekap tangan sedang menyaksikan seorang pemuda di depannya lagi menulis.

Pemuda itu duduk bersila di depan sebuah meja pendek, pit (Pensil bulu) yang digunakan menulis itu sebesar lengan bayi, panjangnya kurang lebih setengah meter.
(more…)

07/05/2010

Pedang Abadi – 7 – Tamat

Filed under: Tujuh Senjata — Tags: — ceritasilat @ 7:12 am

Karya: Gu Long
Penerjemah: Tjan ID
Penerbit: See Yan Tjindjin

(Terima kasih kepada uploader-ansari)

Bab 7: Jenis Senjata Pertama

Tuan Muda Zhu tertawa, “Aku tahu kau tulus hati padanya, karena itu aku akan membantumu dengan membiarkanmu mati bersamanya. Jika ada yang ingin kau katakan, kau harus menunggu dulu sampai kau berada dalam perjalanan ke surga.”

Ucapannya itu belum habis dikatakan, tubuhnya tiba-tiba mengejang. Sudut matanya tiba-tiba mengencang, seakan-akan sebuah palu besi yang tak kelihatan tiba-tiba menghantamnya dari udara. Dan wajahnya lalu tampak berkerut-kerut, sebelum tubuhnya ambruk ke atas tanah.
(more…)

06/05/2010

Pedang Abadi – 6

Filed under: Tujuh Senjata — Tags: — ceritasilat @ 7:10 am

Karya: Gu Long
Penerjemah: Tjan ID
Penerbit: See Yan Tjindjin

(Terima kasih kepada uploader-ansari)

Bab 6: Bayangan Wei Tian-ying

Pisau kilat yang bagus dan gemerlapan!

Pisau baja sedingin es itu meluncur dengan cepat ke arah tenggorokan Bai Yu-jing. Tiba-tiba dia hanya bisa memandangnya tanpa berkedip. Tapi pisau itu tidak menebas tenggorokannya. Pisau baja itu tiba di tenggorokan dan mendadak berhenti.
(more…)

05/05/2010

Pedang Abadi – 5

Filed under: Tujuh Senjata — Tags: — ceritasilat @ 6:58 am

Karya: Gu Long
Penerjemah: Tjan ID
Penerbit: See Yan Tjindjin

(Terima kasih kepada uploader-ansari)

Bab 5: Pisau Kilat

Fang Long Xiang berkata, “Tentu saja!”

Bai Yu-jing tersenyum dan berkata, “Jika kukatakan isterinya telah datang dan akan menyerangmu, kau percaya padaku?”
(more…)

04/05/2010

Pedang Abadi – 4

Filed under: Tujuh Senjata — Tags: — ceritasilat @ 6:57 am

Karya: Gu Long
Penerjemah: Tjan ID
Penerbit: See Yan Tjindjin

(Terima kasih kepada uploader-ansari)

Bab 4: Mayat Yang Kaku

Malam itu bukanlah malam yang tidak pernah berakhir. Angin membawa berita bahwa fajar telah menjelang. Udara pun terasa lebih menyegarkan dan dingin.

Bai Yu-jing berdiri dengan tenang dalam tiupan angin dingin. Dia berharap, semakin dingin hembusan angin itu, semakin jernih pula pikirannya.
(more…)

03/05/2010

Pedang Abadi – 3

Filed under: Tujuh Senjata — Tags: — ceritasilat @ 6:56 am

Karya: Gu Long
Penerjemah: Tjan ID
Penerbit: See Yan Tjindjin

(Terima kasih kepada uploader-ansari)

Bab 3: Malam Yang Tiada Akhir

Ketika bintang-bintang mulai naik, tak lama kemudian mereka pun akan menghilang. Bumi sunyi senyap, bahkan dalam ketenangan itu bunyi riak air di danau sana pun bisa terdengar.

Lentera di pintu depan berayun-ayun lembut ditiup angin, sementara sinarnya berkerlap-kerlip dalam hembusan angin.
(more…)

02/05/2010

Pedang Abadi – 2

Filed under: Tujuh Senjata — Tags: — ceritasilat @ 6:54 am

Pedang Abadi – 2

Karya: Gu Long
Penerjemah: Tjan ID
Penerbit: See Yan Tjindjin

(Terima kasih kepada uploader-ansari)

Bab 2: Bai Yu-Jing

Bai Yu-jing tidak berada di khayangan, tapi di atas punggung kuda.

[Catatan: Bai Yu-jing berarti Kota Pualam Putih, yang muncul pada bait syair terkenal di atas, digunakan oleh Gu Long sebagai nama tokoh utama dalam cerita ini.]
(more…)

01/05/2010

Pedang Abadi – 1

Filed under: Tujuh Senjata — ceritasilat @ 6:53 am

Karya: Gu Long
Penerjemah: Tjan ID
Penerbit: See Yan Tjindjin

(Terima kasih kepada uploader-ansari)

Bab 1: Losmen Angin Dan Awan

“Kota pualam putih di langit,
Punya lima menara dan duabelas benteng,
Di mana dewa berdiam di atas kepalaku,
Memelihara rambut yang panjang dan hidupku bersamanya.”
(Li Bai)*

Senja.

Di atas jalan berpelat batu itu, sembilan orang yang berpenampilan aneh muncul, semuanya memakai baju tunik dari kain rami, sepatu rami, dan anting-anting emas sebesar mangkuk di daun telinga kiri mereka. Semuanya berambut merah acak-acakan yang terurai di bahu mereka seperti bara api.
(more…)

« Newer Posts

Blog at WordPress.com.