Kumpulan Cerita Silat

31/05/2010

Renjana Pendekar – 21 – Tamat

Filed under: +Renjana Pendekar — Tags: — ceritasilat @ 2:26 am

Karya: Gu Long
Penerjemah: Gan KL

(Terima kasih kepada: Bagusetia, Bpranoto, dan M_haury)

Kwe Pian-sian menghela napas, ia tahu tiada gunanya lagi main sembunyi-sembunyi. Sekalian ia lantas berdiri, dia mengangguk pelahan terhadap Hay-hong Hujin dengan tersenyum, sikapnya seolah kejut, heran dan juga girang, seperti kekasih yang mendadak berjumpa kembali setelah berpisah sekian tahun lamanya. Kaceknya cuma dia tidak terus berlari maju dan merangkul atau memegang tangannya untuk menyatakan rasa rindunya selama berpisah itu.

Namun Hay-hong Hujin tetap tidak memandangnya barang sekejap pun, seakan-akan di situ tiada terdapat seorang macam Kwe Pian-sian. Sebaliknya ia malah berkata terhadap Ji Hong-ho dengan tersenyum, “Ada satu hal yang sangat mengherankan aku?”
(more…)

Advertisements

Blog at WordPress.com.