Kumpulan Cerita Silat

05/05/2010

Pedang Abadi – 5

Filed under: Tujuh Senjata — Tags: — ceritasilat @ 6:58 am

Karya: Gu Long
Penerjemah: Tjan ID
Penerbit: See Yan Tjindjin

(Terima kasih kepada uploader-ansari)

Bab 5: Pisau Kilat

Fang Long Xiang berkata, “Tentu saja!”

Bai Yu-jing tersenyum dan berkata, “Jika kukatakan isterinya telah datang dan akan menyerangmu, kau percaya padaku?”

Fang Long Xiang berkata, “Aku tidak akan mempercayainya.”

Walaupun mulutnya mengatakan tidak percaya, tapi tak terasa ia pun memalingkan kepalanya. Tangannya juga bergerak, gaetan besi itu menjauh dari tenggorokan Bai Yu-jing.

Di belakangnya, Bai Yu-jing tiba-tiba berputar ke kiri dan bangkit.

Pedang Abadi terjatuh di dekat mayat Gongsun Jing.

Ketika dia membalikkan badan, tangannya telah menggenggam gagang pedang itu. Tapi saat itulah kekuatannya yang baru terkumpul tiba-tiba lenyap.

Ia baru saja melayang sejauh tiga kaki, tapi sedikit demi sedikit turun kembali.

Lalu didengarnya suara tawa Fang Long Xiang yang puas pada dirinya sendiri. Hatinya serasa karam. Karena dia tahu bahwa ini adalah kesempatan terakhirnya. Sekarang kesempatan itu telah hilang dan tak akan pernah datang lagi.

Dingin dan lembab.

Bai Yu-jing meringkuk di lantai, seluruh tubuhnya tidak mau bergerak lagi. Tapi gaetan besi itu telah mengangkat pinggangnya dan membalikkan tubuhnya.

Fang Long Xiang sedang memandangnya sambil tersenyum. Tersenyum seperti seekor kucing yang mencengkeramkan kukunya pada seekor tikus. Bila kucing menangkap seekor tikus, dia biasanya memberikan kesempatan sebanyak 12 kali bagi tikus itu untuk minggat, karena dia tahu tikus itu tentu saja tidak akan bisa melarikan diri.

Bai Yu-jing menghela napas dan berkata, “Aku tidak menyangka ilmu totokanmu telah banyak maju, seharusnya kita merayakannya.”

Fang Long Xiang berkata, “Sebenarnya saat kau menipuku untuk memalingkan kepala, aku telah memberimu kesempatan untuk mencoba.”

Bai Yu-ing berkata, “Oh.”

Fang Long Xiang berkata, “Kau kira tadi kau benar-benar berhasil menipuku?”

Bai Yu-jing berkata, “Jika aku menjadi kau, aku pun tak akan sanggup mencegah diriku untuk berpaling.”

Fang Long Xiang berkata, “Tapi sebenarnya aku tidak perlu melakukannya.”

Bai Yu-jing berkata, “Oh.”

Fang Long Xiang tersenyum dengan gembira dan berkata, “Karena aku tahu bahwa isteri Gongsun Jing telah mati.”

Bai Yu-jing berkata, “Kau…. kau tadi telah membunuhnya?”

Fang Long Xiang berkata, “Aku tidak suka membiarkan orang hidup di belakangku, karena itu walaupun saat ini aku membutuhkan seorang perempuan, aku terpaksa harus mengorbankan dirinya dengan berat hati.”

Bai Yu-jing menarik napas, “Seingatku, kau dulu seorang yang penuh kasih sayang.”

Fang Long Xiang memperlihatkan kebencian yang luar biasa di wajahnya dan berkata dengan dingin, “Sebelumnya aku juga orang yang mempunyai dua tangan.”

Bai Yu-jing berkata, “Karena kau tidak lagi punya tangan, kau pun tidak percaya lagi pada perempuan?”

Fang Long Xiang berkata, “Aku hanya percaya pada satu jenis perempuan, yaitu yang sudah mati.”

Tiba-tiba tersungging sebuah senyuman gembira di wajahnya, ia berkata, “Jadi sekarang kita bisa melanjutkan pembicaraan kita?”

Bai Yu-jing berkata, “Pembicaraan soal apa? Bulu merak?”

Fang Long Xiang mengangguk dan berkata, “Menurut kabar, ada 360 macam senjata rahasia di dunia ini, tapi bulu merak dapat dipastikan sebagai senjata yang paling berhasil dan paling menakutkan.”

Bai Yu-jing berkata, “Aku mengakui hal itu.”

Soal ini memang tidak bisa dibantah oleh siapa pun.

Menurut cerita, bila senjata rahasia ini dilontarkan, dia terlihat indah seperti seekor burung merak yang mengembangkan ekornya. Bukan hanya tampak indah, tapi juga mempesona dan cemerlang. Tentu saja tidak ada senjata lain di dunia ini yang bisa dibandingkan dengannya. Tapi sekali bergerak, senjata ini akan membuatmu bingung dan segera mencabut nyawamu.

Fang Long Xiang berkata, “Yang paling menakutkan, selain keturunan langsung dari Perkampungan Burung Merak, tidak ada orang lain di dunia ini yang tahu rahasia dari senjata rahasia ini. Tidak ada yang tahu bagaimana cara senjata ini menyerangmu.”

Bai Yu-jing berkata, “Memang tidak ada yang tahu.”

Fang Long Xiang berkata, “Tapi sekarang seseorang sudah mendapatkan rahasia itu.” Dengan mata berkilauan, dia berkata, “Peta rahasia Gongsun Jing yang diperdaya darinya adalah peta cara pembuatan bulu merak itu, beserta cara menggunakannya.”

Raut wajah Bai Yu-jing segera berubah. Dia berkata, “Bagaimana peta ini bisa jatuh ke tangannya?”

Fang Long Xiang tersenyum dan berkata, “Jika Perkumpulan Naga Hijau ingin memperoleh sesuatu, mereka biasanya punya banyak cara.”

Bai Yu-jing berkata, “Apakah peta itu dicuri dari Perkampungan Burung Merak?”

Fang Long Xiang berkata, “Mungkin.” Dia tidak membiarkan Bai Yu-jing bertanya lagi tentang hal itu. Dia berkata lagi, “Karena Perkampungan Burung Merak mempunyai senjata seperti itu, mereka telah menguasai dunia Kang-ouw selama puluhan tahun. Tidak ada yang berani menentang mereka, bahkan Perkumpulan Naga Hijau tidak mau mencari gara-gara dengan mereka.”

Bai Yu-jing berkata, “Aku tahu Perkumpulan Naga Hijau sudah lama merasa tidak puas dengan Perkampungan Burung Merak.”

Fang Long Xiang berkata, “Tapi jika yang lain juga bisa membuat bulu merak itu, kekuasaan dan pengaruh Perkampungan Burung Merak akan berkurang secara drastis. Selama bertahun-tahun ini mereka telah banyak membuat permusuhan dengan orang lain.”

Bai Yu-jing merenungkan informasi itu. Lalu dia berkata, “Kuda Putih, Rambut Merah, Pisau Tajam, Gedung Sejuta Emas, mereka semua mempunyai permusuhan yang amat mendalam dengan mereka.”

Fang Long Xiang berkata, “Karena itu mereka tidak ragu untuk mengorbankan segalanya dan bergegas hendak membeli peta rahasia ini. Setidaknya, jika mereka berhasil membuat bulu merak, mereka bisa membalas dendam dengan segera. Lebih dari itu, mereka juga akan mendapat nama dengan sangat cepat.”

Bai Yu-jing berkata, “Benar. Amat penting bagi beberapa orang di dunia Kang-ouw untuk membeli bulu merak, tidak perduli betapa pun tinggi harganya.”

Fang Long Xiang berkata sambil tersenyum, “Mungkin lebih banyak daripada orang-orang yang ingin membeli Pedang Abadi-mu.”

Bai Yu-jing berkata, “Kenapa Perkumpulan Naga Hijau tidak membuat sendiri bulu merak itu? Kenapa mereka harus menjualnya pada orang lain?”

Fang Long Xiang berkata, “Karena putera sulung Naga Hijau cuma tertarik pada satu hal.”

Bai Yu-jing berkata, “Emas.”

Fang Long Xiang berkata, “Perak dan permata juga bagus.”

Dia tersenyum amat misterius dan berkata, “Perkumpulan Naga Hijau bisa memperoleh benda ini, tentu saja telah menghabiskan banyak uang. Pengeluaran Perkumpulan Naga Hijau amat besar, karena itu Naga Hijau tak sabar ingin melepaskan benda ini dengan harga yang pantas.”

Bai Yu-jing juga tersenyum dan berkata, “Apalagi benda ini adalah benda yang sangat panas, semakin cepat kau melepaskannya, semakin cepat masalah akan berpindah kepada orang lain.”

Fang Long Xiang berkata, “Itu benar.”

Bai Yu-jing berkata, “Juga, ada banyak orang di dunia Kang-ouw yang telah mati di bawah bulu merak. Jika kau membunuhnya dengan bulu merak, anggota keluarganya tentu juga ingin membalas dendam terhadap bulu merak.”

Fang Long Xiang memperlihat penghargaannya atas analisa ini dan berkata, “Itu tentu saja tak bisa dihindari.”

Bai Yu-jing berkata, “Urusan seperti ini akan menyebabkan huru-hara di dunia Kang-ouw. Bila Kang-ouw semakin kacau, Perkumpulan Naga Hijau bisa mengail di air keruh untuk mendapat kesempatan lebih besar.”

Dia menghela napas dan berkata, “Putera sulung Naga Hijau kalian benar-benar orang yang berbakat. Semua orang tak punya pilihan kecuali harus mengaguminya, termasuk aku.”

Fang Long Xiang tertawa dan berkata, “Aku tidak menyangka kau juga akan mengakui hal ini, aku juga mengagumimu.”

Bai Yu-jing berkata pula dengan enteng, “Jika aku punya benda seperti itu di tanganku, setidaknya aku tak akan terperdaya oleh siapa pun.”

Fang Long Xiang berkata, “Gongsun Jing adalah orang yang cakap. Dia mempunyai pengalaman menangani hal ini. Dia juga orang ternama di Perkumpulan Naga Hijau, jadi sayang sekali kalau ternyata dia juga punya masalah yang sama denganmu.”

Bai Yu-jing berkata, “Dia juga suka berdusta?”

Fang Long Xiang tersenyum dan berkata, “Dia bernafsu besar, bahkan lebih bernafsu darimu. Dia juga seperti dirimu, dia menyukai gadis Yuan itu.” Dia menghela napas dan berkata, “Dia benar-benar perempuan yang tahu bagaimana cara menipu laki-laki. Laki-laki yang bertemu dengannya, jika dia tidak menggantung diri sendiri, mungkin sebaiknya dia terjun saja ke sungai.”

Wajah Bai Yu-jing memperlihatkan perasaan yang menderita. Dia tersenyum getir dan berkata, “Untunglah aku tidak sampai menggantung diri, juga tidak terjun ke sungai, karena aku punya seorang sahabat baik yang mau menjagaku.”

Wajah Fang Long Xiang tidak memerah. Dia tetap tersenyum dan berkata, “Karena itu aku selalu berkata bahwa nasibmu memang bagus.”

Dia melanjutkan perkataannya, “Bagaimana gadis Yuan itu bisa mencuri benda itu, sampai sekarang aku juga tidak jelas. Kecurigaanku adalah bahwa suatu waktu dia telah membuat Gongsun Jing teramat letih, membuat cetakan kuncinya, lalu membuat kuncinya. Kemudian dia menyuap orang yang menjaga lorong itu untuk mencurinya.”

Bai Yu-jing berkata, “Dugaanmu sangat beralasan.”

Fang Long Xiang berkata, “Setelah memperhitungkan segalanya dengan akurat, Gongsun Jing tentu berhasil melacak jejaknya. Tapi dia telah diperdaya di bawah hidungnya sendiri. Dia sendiri tidak bisa lolos dari kejahatan itu, tentu saja dia tidak bisa mengungkapkan urusan ini pada siapa pun.”

Dia menghela napas dan berkata, “Gadis Yuan ini agaknya telah mempertimbangkan segalanya. Sayangnya dia telah melupakan satu hal.”

Bai Yu-jing berkata, “Oh!”

Fang Long Xiang berkata, “Dia lupa kalau Naga Hijau bisa membuat siapa pun bicara, asalkan orang itu belum mati.”

Bai Yu-jing berkata, “Apakah penjaga itu telah mengatakan keberadaannya?”

Fang Long Xiang mengangguk dan berkata, “Dia telah menyuap dua orang penjaga. Saat pergantian petugas jaga, dia menyelinap ke ruang rahasia bawah tanah dengan kunci duplikat itu, mencuri peta bulu merak, dan kemudian pergi ketika mereka berganti petugas jaga lagi.”

Bai Yu-jing berkata, “Kenapa dia tidak membunuh kedua penjaga itu untuk menutup mulut mereka?”

Fang Long Xiang berkata, “Karena dia khawatir akan mengejutkan yang lainnya, karena ilmu kungfunya tidak begitu tinggi, dan karena dia tidak punya waktu yang cukup banyak.” Dia pun tersenyum dan berkata, “Karena itu, jika kau pikir hatinya tidak cukup keji, kau keliru.”

Bai Yu-jing berkata, “Aku melihat orangnya, dan seringkali salah menebak sifatnya. Kalau tidak, bagaimana mungkin aku bisa menganggapmu sebagai seorang teman baikku?”

Fang Long Xiang tidak memperdulikannya dan berkata, “Naga Hijau mempunyai orang-orang yang tersebar di seluruh dunia. Ketika mereka tahu tentang dia, mereka tentu akan dapat menemukan keberadaannya.”

Bai Yu-jing berkata, “Tentu saja.”

Fang Long Xiang berkata, “Gongsun Jing tentu saja tidak mau begitu saja menyerah pada nasib. Dia ingin mendapatkan kembali benda itu. Tapi dia juga amat paham tentang cara-cara Naga Hijau menangani anggotanya yang bersalah.”

Bai Yu-jing berkata, “Karena itulah dia menyamar sebagai orang mati dan bersembunyi di dalam peti mati.”

Fang Long Xiang berkata sambil menyeringai, “Dia mengira cara ini amat cerdik dan sangat aman. Tapi dia tidak pernah menyangka, ketika dia membeli peti mati itu, toko tersebut juga milik Perkumpulan Naga Hijau.”

Bai Yu-jing menghela napas dan berkata, “Perkumpulan Naga Hijau memang sangat memperhatikan segala sesuatunya. Begitu kau memasuki Perkumpulan Naga Hijau, mereka telah mempersiapkan segala hal yang harus dilakukan setelah kematianmu.”

Fang Long Xiang berkata dengan enteng, “Cara mati seperti itu setidaknya masih lebih baik daripada dilemparkan sebagai makanan anjing.”

Bai Yu-jing berkata, “Kedua biksu itu? Mereka telah menjadi makanan anjing?”

Fang Long Xiang berkata, “Kedua biksu itu tentu saja kaki-tangannya juga. Mereka menyamar sebagai biksu untuk sampai ke sini.”

Bai Yu-jing berkata, “Sayangnya kepala mereka terlalu ringan, pakaiannya terlalu baru, apalagi tatapan mata mereka saat melihat gadis muda.”

Fang Long Xiang berkata, “Karena samaran mereka bisa terlihat orang dengan jelas, maka jarum beracun lalu digunakan untuk melenyapkan saksi-saksi, tapi juga untuk melemparkan dosa kepada Miao Shaotian.”

Bai Yu-jing berkata, “Siapa orangnya yang menggeledah kotak-kotak nona Yuan itu? Bukan kau?”

Fang Long Xiang berkata sambil tersenyum, “Mengapa aku melakukan hal seperti itu. Jika orang lain tidak mendapatkan benda itu, aku pun akan tahu juga, bukan?”

Bai Yu-jing mengangguk dan berkata, “Jika bukan kau, tentu Zhang San atau Zhao Yi-dao. Saat itu hanya mereka yang punya kesempatan.”

Fang Long Xiang berkata, “Sayangnya kau mengirimkan sayur-sayuran dan arak yang enak itu kepada mereka.”

Bai Yu-jing berkata, “Walaupun Gongsun Jing tidak mau mengambil resiko, tapi dia juga khawatir penundaan yang terlalu lama akan menimbulkan lebih banyak masalah lagi. Karena itu ketika kami semua berada di dalam bangunan itu, dia pun mencari Yuan Zi-xia.”

Fang Long Xiang berkata sambil tersenyum, “Kukira, ketika dia muncul, mulanya dia cuma hendak berdiskusi dengan Yuan Zi-xia. Siapa tahu perempuan muda itu ternyata keras kepala, mungkin karena dia tahu asalkan dia berteriak, kau akan bertindak bagai pahlawan yang menyelamatkan perempuan cantik.”

Bai Yu-jing berkata sambil tersenyum pahit, “Yang paling lucu, aku malah menyerahkan dia kepadamu, karena aku ingin kau melindunginya.”

Fang Long Xiang berkata, “Mengabulkan permintaan orang adalah masalah kesetiaan. Aku tentu saja bisa melindunginya dengan sangat baik.”

Bai Yu-jing berkata, “Sekarang tugas besarmu akhirnya selesai, apa lagi yang kau inginkan?”

Fang Long Xiang berkata, “Jasa yang besar ini belum mendapatkan keberhasilan, tapi hampir.”

Bai Yu-jing berkata, “Hampir bagaimana?”

Fang Long Xiang berkata, “Peta merak itu masih berada di tangan orang lain.”

Bai Yu-jing berkata, “Di tangan siapa?”

Fang Long Xiang berkata, “Kau.”

Bai Yu-jing berkata, “Di tanganku?”

Wajah Fang Long Xiang menjadi muram dan ia berkata, “Kau tidak mengakuinya?”

Bai Yu-jing menghela napas dan berkata, “Perempuan… Oh, dia jelas memintaku untuk mati sebelum memberitahukan rahasia ini, siapa tahu dia malah mengungkapkannya terlebih dulu.”

Fang Long Xiang tampak tersenyum puas dan berkata, “Sudah kukatakan padamu, Perkumpulan Naga Hijau bisa memaksa siapa pun untuk bicara, meskipun orang mati, apalagi cuma seorang perempuan?”

Bai Yu-jing menarik napas, “Jika kau ingin seorang perempuan menyimpan rahasia, mungkin hal itu sama dengan meminta orang mati untuk membuka mulutnya.”

Fang Long Xiang berkata dengan santai, “Sudah kukatakan, kau hanya punya dua pilihan, pilihan kedua menjamin lebih banyak kebahagiaan daripada yang pertama.”

Bai Yu-jing berkata, “Apa pilihan kedua?”

Fang Long Xiang berkata, “Bawa peta merak itu ke Perkumpulan Naga Hijau, dan kau akan diberikan posisi yang ditinggalkan Gongsun Jing di perkumpulan kami.”

Bai Yu-jing tiba-tiba tersenyum.

Fang Long Xiang berkata, “Kenapa kau tersenyum?”

Bai Yu-jing berkata, “Aku sedang menertawakan diriku sendiri.”

Fang Long Xiang berkata, “Menertawakan dirimu? Kenapa?”

Bai Yu-jing berkata, “Karena aku hampir mempercayai kata-katamu.”

Fang Long Xiang berkata, “Kau tidak mempercayainya?”

Bai Yu-jing berkata, “Kau jelas sudah tahu bahwa aku mempunyai peta merak itu. Karena kau punya cara untuk memaksaku buka mulut, kenapa kau mengucapkan kata-kata yang menyenangkan ini untuk menipuku agar merasa gembira?”

Fang Long Xiang berkata, “Karena kau orang yang berbakat, Perkumpulan Naga Hijau membutuhkan semua orang yang berbakat di dunia ini.”

Bai Yu-jing bimbang dan berkata, “Tapi aku tidak percaya.”

Fang Long Xiang berkata, “Lalu bagaimana caranya supaya kau bisa percaya?”

Bai Yu-jing berkata, “Bebaskan aku dulu, lalu akan menyerahkan peta merak itu. Aku tidak akan menipumu…..”

Fang Long Xiang tersenyum. Dia berkata, “Untunglah tadi kau telah mengingatkanku. Kalau tidak aku pun hampir mempercayaimu.”

Bai Yu-jing menghela napas, “Aku tahu kita tidak akan berhasil membicarakan transaksi ini. Tapi ada suatu urusan yang juga ingin kukatakan padamu.”

Fang Long Xiang berkata, “Katakan saja.”

Bai Yu-jing berkata, “Jika aku tidak mau bicara, tidak ada orang di dunia ini yang bisa memaksaku buka mulut. Jika aku tidak mengatakan di mana peta merak itu berada, maka tidak ada orang di dunia ini yang bisa menemukannya.”

Mata Fang Long Xiang berkilauan. Dia lalu tersenyum dan berkata, “Malam ini, kau belum pergi ke mana-mana. Jika aku menggeledah tempat ini dengan teliti, kenapa aku tidak bisa menemukannya?”

Wajahnya menjadi masam dan ia pun berkata, “Jika aku harus mencari, aku tentu akan mulai dari tubuhmu.”

Bai Yu-jing berkata, “Silakan kalau begitu.”

Fang Long Xiang menatapnya, matanya seperti mata seekor rubah yang sedang memburu anjing.

Mata Bai Yu-jing melirik ke sekelilingnya, menghindari kontak dengan mata lawan. Seolah-olah dia khawatir kalau matanya akan mengungkapkan rahasianya.

Di kamar itu terdapat banyak barang.

Dia memandang semuanya, pada lukisan yang tergantung di dinding, pada lilin putih di atas meja, pada peti mati dan pada mayat di dalam peti.

Dia tidak memandang pedangnya.

Dia tidak memasukkan pedang itu dalam pengamatannya ke sekeliling tempat itu.

Mata Fang Long Xiang tiba-tiba bersinar-sinar. Mendadak dia berkata, “Jika aku menjadi kau, di mana kuletakkan peta merak itu?”

Bai Yu-jing berkata, “Kau bukan aku.”

Fang Long Xiang berkata sambil tersenyum, “Itulah bagus, aku memang bukan kau. Tapi aku juga tidak mempunyai Pedang Abadimu.”

Mimik muka Bai Yu-jing pun berubah seakan-akan darah telah berhenti mengalir di wajahnya.

Fang Long Xiang tertawa. Dengan lembut dan cepat, “tring!”, dia mengangkat Pedang Abadi itu dengan gaetan besinya.

Sinar pedang itu gemerlap seperti perak, gagang pedang dililit oleh kain sutera berwarna hitam keunguan.

Fang Long Xiang mengelus badan pedang dengan perlahan, sambil melirik Bai Yu-jing dengan sudut matanya. Dia pun bergumam, “Pedang yang bagus. Benar-benar pedang yang bagus, tapi sayangnya gagang pedang ini membuatnya tampak buruk.”

Bai Yu-jing berkata sambil tersenyum dipaksa, “Nanti bila aku punya kesempatan, aku tentu akan menggantinya.”

Fang Long Xiang tiba-tiba berkata sambil tersenyum, “Bagus, aku akan menggantinya untukmu.”

Bai Yu-jing tersenyum dipaksa dan berkata, “Kau tidak usah repot-repot. Aku terpaksa menolak maksud baikmu itu dengan rasa terima-kasih.”

Fang Long Xiang berkata, “Karena kita adalah teman baik, kenapa kau begitu sopan?”

Pelan-pelan dibalikkannya pedang itu dan diayunkan. Dia menggunakan kedua jarinya untuk mengetuk-ngetuk dan mendengarkan. Lalu dia berkata, “Hei, kenapa bagian dalamnya seperti kosong?”

Dia menggunakan lidahnya untuk menjilat bibirnya yang kering. Rasanya seperti ikan asin.

Fang Long Xiang pelan-pelan mengangguk dan berkata, “Mmm, sebenarnya tidak kosong, tapi agaknya tersimpan segulung kertas di dalamnya.”

Bai Yu-jing menghela napas panjang dan menutup matanya.

Fang Long Xiang tertawa. Dia menepuk-nepuk gagang pedang itu dan memutarnya dengan ketiga jarinya – gagang pedang itu benar-benar kosong karena bisa dibuka dengan putaran tersebut.

Cuma rahasia di dalam gagang pedang itu bukanlah segulung kertas, tapi puluhan batang jarum. Jarum beracun Niu Mangpan.

Sambil berbunyi “sing!”, puluhan jarum beracun Niu Mangpan telah menancap di wajah dan mata Fang Long Xiang. Dia segera menutup wajahnya dengan tangannya dan meraung-raung dengan keras seperti orang gila. Dia lalu menubruk ke arah Bai Yu-jing, seolah-olah ingin mati bersama Bai Yu-jing. Tapi begitu terjatuh, dia tidak bisa bergerak lagi.

Gaetan besi di tangannya telah merobek wajahnya sendiri dan merusak raut mukanya.

Hawa terasa dingin dan lembab. Tapi tampak seberkas cahaya yang menerobos lewat jendela. Malam yang panjang akhirnya berlalu.

Bai Yu-jing tergeletak di dalam kamar, di mana dia bisa merasakan darah Fang Long Xiang yang mengalir dari wajahnya.

Darah itu telah membasahi baju atas dan bawahnya. Di dalam hatinya timbul perasaan berduka.

Orang ini selalu menjadi sahabatnya. Jika ada pilihan lain, dia tidak akan melakukan apa yang barusan telah terjadi. Tapi dia tahu tidak ada pilihan lainnya. Walaupun dia menyerahkan peta merak itu, Xiao Feng tentu tidak akan melepaskannya. Apalagi, dia memang belum pernah melihat peta merak yang ajaib itu.

Xiao Fang tentu saja tidak akan melepaskannya, karena mereka dulunya bersahabat.

Jika kau mengkhianati sahabatmu, kau tidak bakalan bisa melepaskannya karena kau tidak akan punya muka untuk mengucapkan selamat tinggal padanya.

Jendela dan pintu semuanya masih tertutup, kokok ayam jantan sayup-sayup terdengar dari kejauhan, sinar matahari pelan-pelan menerobos masuk lewat jendela.

Di luar pintu gerbang, mendadak terdengar bunyi langkah kaki orang banyak.

Bai Yu-jing menghela napas dalam hatinya, “Akhirnya mereka datang juga.”

Dia tahu bahwa jerit kesakitan Xiao Fang tadi tentu akan mengundang semua orang datang ke sini.

“Juragan, di mana kau?”

“Apa yang terjadi?”

“Kau yakin tadi mendengar suara juragan Fang?”

“Aku tidak mungkin keliru.”

“Tapi kamar ini adalah tempat tinggal perempuan tua itu.”

“Aku sudah curiga kalau perempuan tua itu punya sesuatu yang disembunyikan.”

Tuan Muda Zhu, Miao Shaotian, Zhao Yi-dao, Kuda Putih Zhang San dan ketiga anggota Perkumpulan Naga Hijau telah datang.

Bai Yu-jing cuma bisa berharap agar mereka berdiri di luar dulu sambil berunding, agar jalan darahnya bisa pulih sementara itu.

Tapi sekarang di jendela telah muncul sebuah cahaya. Dengan menggunakan retakan yang disebabkan gaetan besi tadi, mata seseorang sedang mengamat-amati keadaan di dalam kamar – mata yang seperti penuh dengan kobaran api yang menyala-nyala.

Kuda Putih Zhang San, “Siapa yang kau lihat?”

Miao Shaotian berkata, “Mayat, kamar yang penuh mayat.”

Dia baru saja bicara sampai di situ ketika pintu kamar telah didobrak orang. Ketiga anggota Perkumpulan Naga Hijau sudah menghambur masuk. Tapi mereka cuma mengawasi keadaan di situ sebentar sebelum mundur kembali.

Suasana di dalam kamar itu benar-benar terlalu menyedihkan, terlalu menyeramkan.

Setelah menunggu sekian lama, Zhao Yi-dao dan Kuda Putih Zhang San pelan-pelan melangkah masuk.

Serempak kedua orang itu berteriak pelan.

Kuda Putih Zhang San, “Mereka benar-benar sudah mati.”

Zhao Yi-dao berkata, “Kenapa si juragan bilang dia ini tua…..” Dia mendapatkan bahwa perempuan tua itu belumlah tua, dia tentu saja tak bisa melanjutkan kata-katanya.

Kuda Putih Zhang San pun berkata, “Siapa pula orang ini? …… Gongsun Jing? Kenapa bisa Gongsun Jing?”

Tiba-tiba Tuan Muda Zhu berkata sambil menyeringai, “Tidak ada yang melihat kalau ada seorang yang hidup di sini.”

Zhao Yi-dao berkata, “Siapa?”

Tuan Muda Zhu berkata pula, “Tentu saja orang keras kepala yang pura-pura mati itu.”

Memang Bai Yu-jing semula bermaksud untuk pura-pura mati buat sementara waktu, tapi Tuan Muda Zhu berjalan mendekatinya. Dia lalu duduk dan mengawasinya. Kemudian dia tersenyum dan berkata, “Pendekar Bai sedang beristirahat?” Orang baju hitam itu masih merupakan bayangan yang tak terpisahkan di belakangnya.

Kuda Putih Zhang San pun berseru, “Bai Yu-jing juga ada di sini! Dia benar-benar belum mati.”

Tuan Muda Zhu berkata dengan santai, “Kalian lupa kalau Pendekar Bai adalah dewa.”

Kuda Putih Zhang San menggunakan sudut matanya untuk melirik Zhao Yi-dao. Lalu dia berkata dengan dingin, “Sebenarnya aku tidak tahu apakah sakit kepalanya tiba-tiba kambuh?”

Zhao Yi-dao berkata, “Kurasa memang kambuh. Mari kita sembuhkan.”

Bai Yu-jing membuka matanya. Dia melihat sebilah pisau baja yang berkilauan seperti salju menebas ke arah tenggorokannya.

Pisau kilat yang bagus dan gemerlapan!

Dipublikasi ulang oleh Cerita Silat – WordPress

Leave a Comment »

No comments yet.

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Blog at WordPress.com.

%d bloggers like this: