Kumpulan Cerita Silat

14/10/2009

Memanah Burung Rajawali – 64

Filed under: Memanah Burung Rajawali — Tags: — ceritasilat @ 11:21 am


Bab 64. Asmara di dalam keraton
Oleh Jin Yong

(Terima kasih kepada Chu)

Mendengar suara guru mereka, keempat murid itu tercengang.

Kwee Ceng berlompat seraya berseru, “Aku ingat sekarang! Ketika malam itu Oey Tocu meniup seruling, Ciu Toako tak kuat menahan hatinya, kemudian aku mendengar ia membacakan syairnya itu. Ialah: ’Empat buah perkakas tenun…maka tenunan burung wanyoh bakal terbang berpasangan…sayang, belum lagi tua tetapi kepala sudah putih…Gelombang musim semi, rumput hijau, di musim dingin, di dalam tempat tersembunyi, saling berhadapan baju merah…!” Ia menepuk paha kanannya, ia kata pula, “Tidak salah! Ketika itu aku heran sekali. Di dalam segala-gala, Ciu Toako lebih menang daripada aku tetapi selagi aku tidak terganggu serulingnya Oey Ytocu, ia sendiri kelabakan, tak kuat ia mempertahankan diri, tak tahunya ia dapat mengingat peristiwa lama itu hingga pemusatan pikirannya menjadi kacau. Pantaslah ia mencaci orang perempuan! Kau tahu, Yong-jie, dia sampai menasehati aku untuk aku jangan baik dengan kau…”
(more…)

Blog at WordPress.com.