Kumpulan Cerita Silat

21/09/2009

Pendekar Baja (22)

Filed under: Pendekar Baja — Tags: — ceritasilat @ 10:02 pm

Oleh Gu Long

(Terima kasih kepada Tungning)

Dalam keadaan begini, satu-satunya orang yang dapat memerintahkan Sing Hian melepaskan si Kucing memang cuma Cu Jit-jit saja.

Sing Hian lantas lepas tangan, meski sudah memukul sekian kali, rasa gusarnya belum lagi reda, dengan suara bengis ia berkata, “Kucing busuk, jangan kau harap akan kusudahi urusan ini…” lalu ia berpaling kepada Cu Jit-jit dari bertanya, “Cara bagaimana akan menyelesaikan keparat ini?”
(more…)

Advertisements

Seri 4 Opas – Pertemuan di Kota Raja 06

Filed under: Pertemuan di Kota Raja — Tags: — ceritasilat @ 1:59 am

Oleh Wen Rui An

(Terima kasih kepada Abu Keisel, Manise, Lovecan, dan Sumahan)

Bab II. Tangan Berdarah

6. Menjebol Barisan.

Menyaksikan kejadian ini, si Pengejar Nyawa tertawa getir. Dia segera melakukan pemeriksaan lebih teliti. Ternyata sekujur badan Kongci Si pucat pias, sama sekali tak ada tanda darah. Dua bekas gigitan tertera jelas di tengkuknya, cairan darah dalam tubuhnya juga telah diisap seseorang hingga habis. Jelas dia sudah tewas jauh sebelum termakan tendangan maut itu.

Pengejar Nyawa tertawa dingin, katanya, “Rupanya setan penghuni Perkampungan Hantu menguntit kita dengan menggunakan burung rajawali itu. Karena dia terbang di angkasa dalam cuaca gelap begini, sudah pasti jejaknya sukar diketahui kita semua. Lantaran kejadiannya mirip sekali dengan peristiwa di masa lalu, ketika aku melawan Bu-tek Kongcu, maka aku lantas menduga kalau pihak lawan tentu menggunakan burung rajawali untuk mengintai dari udara, kemudian mencari kesempatan untuk membunuh kita. Itulah sebabnya tadi aku meminjam kapak milik Ji Bun-lui untuk memeriksa bayangan tubuhnya dari pantulan sinar di mata kapak. Tapi aku percaya burung rajawali ini bukan bertugas membunuh orang. Yang melakukan pembantaian pasti orang lain. Kalau tidak, dengan kemampuan burung ini rasanya mustahil bisa membunuh Pa Thian-sik. Untuk membunuh Kongci Si berempat pun belum tentu bisa, paling tidak mereka dapat berteriak minta pertolongan sebelumnya. Maka menurut dugaanku, tugas dari rajawali ini adalah mengangkut mayat-mayat yang telah terbunuh menuju ke tempat yang tidak pernah diduga oleh kita semua, agar kekuatan kita tercerai-berai, agar kita ketakutan terlebih dulu sehingga akhirnya tak berani melanjutkan perjalanan menuju ke Perkampungan Hantu. Jelas sudah semuanya ini adalah hasil karya manusia. Mana mungkin ada setan memiliki kemampuan seperti ini?”
(more…)

Blog at WordPress.com.