Kumpulan Cerita Silat

15/01/2009

Pisau Terbang Li (75)

Filed under: Pisau Terbang Li — ceritasilat @ 9:03 am

Antara Hidup dan Mati

(Terima kasih kepada Saudara Dodokins)

Suara itu monoton dan datar. Tidak tinggi, tidak rendah. Tidak mengandung emosi sedikitpun. Xiang Song kenal baik dengan suara ini. Satu-satunya orang yang bersuara seperti ini adalah Jin Wu Ming!

Jin Wu Ming!
(more…)

14/01/2009

Pendekar-Pendekar Negeri Tayli – 34

Filed under: Pendekar-Pendekar Negeri Tayli — ceritasilat @ 4:27 pm

Oleh Jin Yong

(Terima Kasih Kepada Tungning)

Kiranya A Cu sudah menyaru lagi sebagai laki-laki setengah umur, dengan sendirinya Koh-teh Hwesio tidak tahu dan menyangka Nona Wi yang dicari itu tidak berada di situ.

Segera Kiau Hong tanya pula, “Semalam kami baru tiba di sini, entah dari mana gurumu mendapat tahu? Apakah beliau dapat meramal apa yang belum terjadi?”
(more…)

Pisau Terbang Li (74)

Filed under: Pisau Terbang Li — ceritasilat @ 9:02 am

Orang yang Paling Murah Hati

(Terima kasih kepada Saudara Dodokins)

Api telah padam.

Namun ada kobaran lain yang di sulut dalam rumah itu.
(more…)

13/01/2009

Meteor, Kupu-Kupu dan Pedang (13)

Filed under: Meteor, Kupu-Kupu dan Pedang — ceritasilat @ 5:12 pm

Oleh Gu Long

(Terima Kasih kepada danivn)

13. Pembunuh Sejati

Ye Xiang berbaring di bawah pohon rindang di padang rumput yang gersang.

Rumput-rumput berwarna kuning kekeringan. Ia melemaskan tangan dan kakinya.
(more…)

Pendekar-Pendekar Negeri Tayli – 33

Filed under: Pendekar-Pendekar Negeri Tayli — ceritasilat @ 4:25 pm

Oleh Jin Yong

(Terima Kasih Kepada Pekok Nra)

“Ya. memang besar kemungkinan dia tak mau mengatakan, tapi akan kupaksa secara keras atau halus agar dia mengaku, sebelum dia menjelaskan tidak nanti aku mau sudah urusan ini,” kata Kiau Hong.

“Tapi Ti-kong Taisu itu tampaknya sangat keras wataknya dan tidak gentar mati!, biarpun kita pancing dengan halus maupun paksa secara kasar, mungkin takkan membuatnya mengaku, kukira lebih baik…”
(more…)

Pisau Terbang Li (73)

Filed under: Pisau Terbang Li — ceritasilat @ 9:01 am

Kurungan dan Belenggu

(Terima kasih kepada Saudara Dodokins)

Dalam rumah, hawa terasa sangat panas. Empat tiang api terbakar menjilat-jilat.

Kobaran api memanasi keempat dinding rumah dan langit-langit hingga membara.
(more…)

12/01/2009

Meteor, Kupu-Kupu dan Pedang (12)

Filed under: Meteor, Kupu-Kupu dan Pedang — ceritasilat @ 5:11 pm

Oleh Gu Long

(Terima Kasih kepada danivn)

12. Xiao He

Kemarahan Meng Xin Hun seketika timbul. “Yang melakukan tugas ini aku atau kau?” bentaknya.

“Tentu saja kau.”
(more…)

Pendekar-Pendekar Negeri Tayli – 32

Filed under: Pendekar-Pendekar Negeri Tayli — ceritasilat @ 4:23 pm

Oleh Jin Yong

(Terima Kasih Kepada Tungning)

Ilmu silat yang dikeluarkan ini adalah satu di antara 72 macam ilmu silat pusaka Siau-lim-si, namanya “Siau-li-kian-kun” (Menyekap Jagat dalam Lengan Baju), sekali ia kebas lengan jubahnya, seketika tenaga pukulannya menyambar keluar dari dalam jubah. Jadi lengan jubah itu hanya sebagai tameng pukulan saja agar musuh tidak dapat membedakan arah datangnya serangan, tapi tahu-tahu diserang hingga kelabakan.

Namun Kiau Hong sudah lebih dulu melihat kedua lengan baju Hian-lan itu melembung bagai goni penuh angin, segera ia tahu serangan apa yang akan dilakukan padri sakti itu, bentaknya cepat, “Siau-li-kian-kun, nyata memang hebat!”
(more…)

Pisau Terbang Li (72)

Filed under: Pisau Terbang Li — ceritasilat @ 9:54 am

Sifat Dasar Manusia, Tidak Bagus Tidak Juga Jelek

(Terima kasih kepada Saudara Dodokins)

Walaupun kedua wanita ini tidak menggerakkan jari mereka sedikit pun, Lin Xian Er dan Sun Xiao Hong telah melewati dua pertarungan besar.

Ini adalah adu kecerdikan, bukan adu otot.
(more…)

11/01/2009

Meteor, Kupu-Kupu dan Pedang (11)

Filed under: Meteor, Kupu-Kupu dan Pedang — ceritasilat @ 5:05 pm

Oleh Gu Long

(Terima Kasih kepada danivn)

11. Xiao Tie

Sembilan puluh hari lagi.

Tapi keadaannya masih sama seperti dua puluh sembilan hari yang lalu, informasi tentang Lao Bo masih sangat terbatas.
(more…)

Pendekar-Pendekar Negeri Tayli – 31

Filed under: Pendekar-Pendekar Negeri Tayli — ceritasilat @ 4:21 pm

Oleh Jin Yong

(Terima Kasih Kepada Nra)

Mendadak timbul pula semangat kesatrianya yang tak gentar pada apa pun juga, ia jadi nekat untuk menghadapi segala kemungkinan, katanya pula, “A Cu, besok akan kucarikan seorang tabib sakti untuk mengobati lukamu, sekarang boleh kau tidur dengan tenang.”

Melihat sikap bekas pangcu yang gagah perkasa dan angkuh tak gentar itu, A Cu merasa kagum, hormat, dan takut pula. Ia merasa tokoh di hadapannya itu sama sekali berbeda daripada Buyung-kongcu, tapi banyak persamaannya pula. Keduanya sama-sama tidak gentar pada langit dan tidak takut pada bumi, sama-sama angkuh dan berwibawa. Tapi Kiau Hong mirip seekor singa jantan dan Buyung Hok seperti burung hong, yang satu kasar dan yang lain halus.
(more…)

Pisau Terbang Li (71)

Filed under: Pisau Terbang Li — ceritasilat @ 9:53 am

Adu Kecerdikan

(Terima kasih kepada Saudara Dodokins)

Lentera yang tergantung di depan warung bakmi itu sudah menghitam akibat asap lilin.

Di bawah cahaya yang guram itu, seseorang dengan mata besar dan rambut panjang terkuncir, sedang berdiri.
(more…)

10/01/2009

Meteor, Kupu-Kupu dan Pedang (10)

Filed under: Meteor, Kupu-Kupu dan Pedang — ceritasilat @ 5:02 pm

Oleh Gu Long

(Terima Kasih kepada danivn)

10. Kibaran Bendera Perang

Tengah malam.

Angin menderu bertiup dari barat. Derunya seperti setan mengayun cambuk, melecut hati mereka yang ingin pulang. Tapi Wu Lao Dao tidak bisa pulang, ia harus mengikuti Lu Xiang Chuan pergi ke sana.
(more…)

Pendekar-Pendekar Negeri Tayli – 30

Filed under: Pendekar-Pendekar Negeri Tayli — ceritasilat @ 4:14 pm

Oleh Jin Yong

(Terima Kasih Kepada Nra)

Mendengar suara itu, padri di ujung kiri tadi terkejut, cepat ia membuka mata sambil melompat bangun, sekilas ia lihat kawan yang duduk di sebelahnya juga sudah ditendang roboh oleh Ti-jing. Keruan ia terperanjat dan berteriak, “Hai, Ti-jing, apa yang kau lakukan?”

“Lihatlah, siapa yang datang itu?” tiba-tiba Ti-jing menuding keluar. Selagi padri kawannya itu menoleh, tanpa ayal lagi kaki Ti-jing bekerja pula ke punggung orang.
(more…)

Pisau Terbang Li (70)

Filed under: Pisau Terbang Li — ceritasilat @ 9:52 am

Hati Berbisa Seorang Wanita

(Terima kasih kepada Saudara Dodokins)

Suara yang sangat manis dan merdu. Yang dapat membangkitkan hasrat seseorang untuk membunuh.

Li Xun Huan tidak menoleh. Lu Feng Xian langsung berdiri dan berlari keluar seperti orang kesetanan.
(more…)

« Newer PostsOlder Posts »

Blog at WordPress.com.