Kumpulan Cerita Silat

11/01/2009

Meteor, Kupu-Kupu dan Pedang (11)

Filed under: Meteor, Kupu-Kupu dan Pedang — ceritasilat @ 5:05 pm

Oleh Gu Long

(Terima Kasih kepada danivn)

11. Xiao Tie

Sembilan puluh hari lagi.

Tapi keadaannya masih sama seperti dua puluh sembilan hari yang lalu, informasi tentang Lao Bo masih sangat terbatas.
(more…)

Pendekar-Pendekar Negeri Tayli – 31

Filed under: Pendekar-Pendekar Negeri Tayli — ceritasilat @ 4:21 pm

Oleh Jin Yong

(Terima Kasih Kepada Nra)

Mendadak timbul pula semangat kesatrianya yang tak gentar pada apa pun juga, ia jadi nekat untuk menghadapi segala kemungkinan, katanya pula, “A Cu, besok akan kucarikan seorang tabib sakti untuk mengobati lukamu, sekarang boleh kau tidur dengan tenang.”

Melihat sikap bekas pangcu yang gagah perkasa dan angkuh tak gentar itu, A Cu merasa kagum, hormat, dan takut pula. Ia merasa tokoh di hadapannya itu sama sekali berbeda daripada Buyung-kongcu, tapi banyak persamaannya pula. Keduanya sama-sama tidak gentar pada langit dan tidak takut pada bumi, sama-sama angkuh dan berwibawa. Tapi Kiau Hong mirip seekor singa jantan dan Buyung Hok seperti burung hong, yang satu kasar dan yang lain halus.
(more…)

Pisau Terbang Li (71)

Filed under: Pisau Terbang Li — ceritasilat @ 9:53 am

Adu Kecerdikan

(Terima kasih kepada Saudara Dodokins)

Lentera yang tergantung di depan warung bakmi itu sudah menghitam akibat asap lilin.

Di bawah cahaya yang guram itu, seseorang dengan mata besar dan rambut panjang terkuncir, sedang berdiri.
(more…)

Blog at WordPress.com.