Kumpulan Cerita Silat

10/01/2009

Pisau Terbang Li (70)

Filed under: Pisau Terbang Li — ceritasilat @ 9:52 am

Hati Berbisa Seorang Wanita

(Terima kasih kepada Saudara Dodokins)

Suara yang sangat manis dan merdu. Yang dapat membangkitkan hasrat seseorang untuk membunuh.

Li Xun Huan tidak menoleh. Lu Feng Xian langsung berdiri dan berlari keluar seperti orang kesetanan.

Seakan-akan ia baru saja melihat hantu.

Li Xun Huan tidak perlu menoleh untuk mengetahui siapa yang berbicara.

Ia sudah mengerti arti perkataan itu.

Ah Fei tidak punya keluarga.

Hati Li Xun Huan merosot. Ia mengepalkan tangannya dan berkata, “Aku tidak akan pernah menyangka akan bertemu denganmu di tempat seperti ini. Tidak akan pernah menyangka kau mau datang ke tempat seperti ini.”

Orang itu tidak lain adalah Lin Xian Er.

Ia tertawa merdu, katanya, “Aku memang biasanya tidak datang ke tempat seperti ini, tapi aku tahu bahwa aku bisa menemukan engkau di sini. Untuk dapat menemukanmu, aku rela pergi ke manapun juga.”

Kata Li Xun Huan dingin, “Seharusnya kau tidak datang mencariku, karena sekarang kau akan menyesal.”

“Menyesal? Kenapa? Kita kan sahabat lama. Kalau aku sudah tahu kau ada di sini, mengapa tidak boleh mampir sebentar dan menanyakan kabarmu?”

Suaranya terdengar semakin merayu. Lanjutnya, “Kau seharusnya tahu bahwa aku selalu merindukanmu selama ini.”

Jawab Li Xun Huan, “Kau seharusnya pun tahu bahwa aku tahu bagaimana kau memperlakukan Ah Fei dan Lu Feng Xian.”

Ia tidak menyambungnya lagi.

Ia tidak suka mengancam. Karena ia tidak merasa perlu untuk mengancam.

Kata Lin Xian Er, “Jadi kalau aku membuang Ah Fei seperti aku membuang Lu Feng Xian, apa yang akan kau lakukan? Membunuhku?”

“Kau tahu apa maksudku.”

“Yang aku tahu hanyalah bahwa kau sudah berkali-kali membujuknya untuk meninggalkan aku. Dengan aku melepaskannya lebih dulu, bukankah itu berarti aku menolongmu?” kata Lin Xian Er.

“Itu tidak sama.”

“Apanya yang berbeda?”

“Aku hanya ingin kau meninggalkannya, bukan menghancurkannya.”

Tanya Lin Xian Er tenang, “Lalu bagaimana jika aku sudah menghancurkannya?”

Kini Li Xun Huan menoleh dan menatapnya, “Maka kau benar-benar menyesal telah datang hari ini.”

Wajah Li Xun Huan tetap tenang. Namun entah mengapa Lin Xian Er dapat merasakan tekanan yang begitu berat di atas bahunya, sampai-sampai sulit baginya untuk tersenyum.

Itu suatu hal yang sangat aneh bahwa ia tidak bisa tersenyum.

Senyum adalah senjatanya yang paling ampuh. Kecuali saat menghadapi ShangGuan JinHong. Saat itu, senyumnya sama sekali tidak berguna.

Kini di hadapan Li Xun Huan, ia merasakan hal yang sama. Ketika rasa percaya diri seseorang sudah habis tersedot, itu akan tampak nyata di wajahnya.

Setelah sekian lama, akhirnya Lin Xian Er menggelengkan kepalanya dan berkata, “Aku tahu, kau tidak akan melakukannya.”

“Apakah kau yakin betul?”

“Ya.”

“Aku sendiri saja tidak yakin. Kadang-kadang aku melakukan hal-hal yang mengejutkan diriku sendiri.”

Kata Lin Xian Er, “Tapi jika kau ingin membuat diriku menyesal, kaulah yang akan lebih menyesal.”

“Bagaimana bisa begitu?”

“Jika kau masih ingin bertemu dengan Ah Fei…”

Tanya Li Xun Huan cepat, “Kau tahu di mana dia berada?”

“Tentu saja aku tahu.”

Lin Xian Er mulai bisa tersenyum. Lalu ia menambahkan, “Kurasa, akulah satu-satunya orang di dunia ini yang dapat mengantarkan dirimu bertemu dengannya. Aku pun satu-satunya orang yang dapat menolongnya….karena akulah yang menghancurkannya, tentu saja aku dapat menyelamatkannya!”

Wajah Li Xun Huan langsung berubah.

Ia tahu, kali ini Lin Xian Er tidak berdusta.

Lin Xian Er bisa jadi begitu mengerikan saat ia berdusta. Tapi ternyata ia jauh lebih mengerikan saat ia mengatakan yang sejujurnya. Karena untuk membuat orang seperti dia berkata jujur, sudah pasti harga yang harus dibayar sangatlah tinggi.

Li Xun Huan mulai menggosok-gosok jari-jemarinya, karena tiba-tiba ia merasa dingin. Akhirnya ia berkata, “Baiklah. Apa yang kau inginkan?”

Lin Xian Er hanya menatapnya, tanpa berkata apa-apa.

“Apa yang kau inginkan?” desak Li Xun Huan.

Lin Xian Er tersenyum. Katanya, “Dulu ada begitu banyak hal di dunia ini yang kuinginkan… Namun kini, yang kuinginkan adalah menatap wajahmu sedikit lebih lama lagi.”

Ia berbicara sambil menggigit bibirnya. Lanjutnya, “Karena aku belum pernah melihatmu marah. Aku selalu berpikir bagaimana wajah Li Xun Huan saat ia marah. Dan saat ini aku bisa melihatnya. Aku tidak bisa membiarkannya berlalu begitu saja.”

Li Xun Huan terdiam dan kembali duduk. Ia meraih sebatang lilin dan meletakkannya dekat wajahnya. Lalu dituangnya arak.

Kalau wanita itu ingin melihat, biarlah ia melihat. Ia ingin memastikan bahwa wanita itu dapat melihatnya dengan terang dan jelas.

Kalau seorang wanita menginginkan sesuatu, biarkanlah dia mendapatkannya. Mereka akan segera menyadari bahwa yang diinginkannya itu ternyata tidak seindah bayangan dalam benak mereka.

Rasa tertarik seorang wanita akan sesuatu tidak akan bertahan lama. Namun jika kau menolak permintaan mereka, itu hanya akan menambah rasa tertarik mereka akan hal itu.

Ini adalah salah satu masalah yang terbesar yang dimiliki wanita. Beribu-ribu tahun yang lalu mereka sudah memilikinya. Beribu-ribu tahun yang akan datang pun mereka akan tetap memiliki masalah yang sama.

Anehnya, selama beribu-ribu tahun ini, begitu sedikit laki-laki yang memahaminya.

Li Xun Huan duduk tenang di situ sambil minum araknya.

Lin Xian Er tersenyum padanya dan berkata, “Kau memang orang yang aneh. Perkataanmu aneh, perbuatanmu juga aneh, bahkan cara minummu pun aneh. Tiap kali aku melihatmu minum arak, aku lalu ingin menjadi cawan arak di tanganmu. Karena aku sungguh ingin tahu apakah kau memperlakukan seorang wanita selembut engkau membelai cawan arak itu.”

Li Xun Huan diam mendengarkan.

Lanjut Lin Xian Er, “Sebenarnya, caramu memperlakukan wanita lebih aneh lagi. Seolah-olah kau selalu mengerti apa yang mereka pikirkan, kau selaku melakukan apa yang mereka harapkan…. Bahkan ada kalanya, waktu kau tidak melakukan apapun juga, mereka tetap saja terjerat.”

Ia mendesah dan menambahkan, “Bahkan seorang wanita yang paling berbisa pun, ketika ia bertemu denganmu, ia tidak mungkin bisa lolos.”

Li Xun Huan duduk tenang mendengarkan.

“Tiap kali aku bertemu denganmu, aku selalu merasa itulah hari yang terindah. Namun setelah aku memikirkannya lagi baik-baik, aku baru menyadari bahwa kau tidak berbicara sepatah katapun.”

Memang kadang-kadang, orang yang paling pandai berbicara adalah orang yang tidak berbicara sama sekali.

Sayang sekali, banyak orang tidak mengerti akan hal ini.

“Tapi kali ini, aku tidak akan terjebak lagi. Kali ini, aku ingin mendengar kau berbicara.”

Sahut Li Xun Huan, “Kalau kau sudah selesai menatapku, aku akan bicara.”

“Baik, aku sudah cukup memandangmu.”

“Lalu apa lagi yang kau inginkan?” tanya Li Xun Huan.

Lin Xian Er menatapnya lekat-lekat. Jika matanya punya mulut dan gigi, sudah ditelannya Li Xun Huan bulat-bulat.

Jika seorang wanita seperti dia memandangmu seperti itu, walaupun menyenangkan, ada sesuatu yang sangat tidak mengenakkan. Karena seolah-olah ia sengaja ingin membuatmu menjadi gila.

Hanya seorang Li Xun Huan yang dapat mengatasinya.

Kata Lin Xian Er, “Aku tidak ingin apapun juga, aku hanya menginginkan dirimu!”

“Kau meginginkan diriku?”

“Memberikan dirimu sebagai ganti Ah Fei. Bukankah itu cukup adil?”

“Tidak,” sahut Li Xun Huan datar.

“Apa yang tidak adil? Apakah kau pikir dia bukan milikku lagi?”

“Ya, karena kau sudah menghancurkannya…”

Lin Xian Er tertawa dengan lebih memikat. Katanya, “Aku berjanji kau tidak akan menyesal…”

Tiba-tiba perkataannya terhenti.

Karena tangan Li Xun Huan telah menampar wajahnya.

Tapi ia tidak menghindar. Bahkan ia mengerang perlahan, lalu jatuh ke dada Li Xun Huan sambil terengah-engah.

“Jika kau ingin memukulku, pukullah aku. Selama kau mau, aku rela kau memukuliku siang dan malam.”

Tiba-tiba terdengar suara orang bertepuk tangan. Katanya, “Bagus sekali. Karena ia sudah mengatakannya, mengapa kau tidak memukulnya sekali lagi?”

Advertisements

Leave a Comment »

No comments yet.

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Blog at WordPress.com.

%d bloggers like this: