Kumpulan Cerita Silat

04/01/2009

Meteor, Kupu-Kupu dan Pedang (04)

Filed under: Meteor, Kupu-Kupu dan Pedang — ceritasilat @ 10:32 pm

Oleh Gu Long

(Terima Kasih kepada danivn)

4. Ye Xiang

Meng Xin Hun masih berlari sekencangnya membelah angin seperti hewan yang terluka mengejar matahari hingga ia kelelahan dan akhirnya berhenti.

Sebatang pohon besar berkulit kasar berdiri kekar di sana.
(more…)

Pendekar Baja (14)

Filed under: Pendekar Baja — ceritasilat @ 10:16 pm

Oleh Gu Long

(Terima Kasih kepada Tungning)

Menyaksikan pertarungan ini, Jit-jit jadi ngeri dan khawatir, batinnya, “Siapa bilang kungfu Lian Thian-hun sudah susut? Jika lwekangnya sekarang cuma tiga bagian daripada kemampuannya dulu, bukankah sekali pukulannya bisa menewaskan seorang kosen…Mungkin Kim Bu-bong percaya omongan orang dan salah tafsir, kalau satu lawan saja tak mampu dikalahkan dia, belum lagi empat orang yang menunggu giliran.”

Maklum, watak Cu Jit-jit memang agak ekstrem, maka sering dia melakukan perbuatan tak dapat dilakukan orang lain, apa itu adat istiadat, apa itu peraturan, dia tidak peduli. Jika dia baik dengan seorang, maka dia harap orang itu akan menang, tentang benar atau salah, baik atau jahat sama sekali tidak dipikirnya.
(more…)

Pisau Terbang Li (64)

Filed under: Pisau Terbang Li — ceritasilat @ 9:06 am

Sumber Segala Masalah

(Terima kasih kepada Saudara Dodokins)

Hanya kenangan akan Lin Shi Yin, sudah membawa rasa sakit yang menusuk hati Li Xun Huan.

Tapi ia tidak merasa perlu untuk mencarinya. Karena ia tahu bahwa Long Xiao Yun akan selalu memperlakukannya dengan baik. Walaupun Long Xiao Yun telah banyak berubah, ia tahu bahwa perasaan Long Xiao Yun terhadap Lin Shi Yin tetap sama.
(more…)

Create a free website or blog at WordPress.com.