Kumpulan Cerita Silat

18/12/2008

Pisau Terbang Li [48]

Filed under: Pisau Terbang Li — ceritasilat @ 11:55 am

Wanita Raksasa

(Terima kasih kepada Saudara Dodokins)

Jurus pedang You Long Sheng bukan saja sangat cepat, namun pedang itu adalah salah satu pedang yang paling tajam di dunia.

Li Xun Huan tidak bisa percaya kalau ada daging yang dapat menahan serangan ini!
(more…)

17/12/2008

Pisau Terbang Li (47)

Filed under: Pisau Terbang Li — ceritasilat @ 11:53 am

Nyonya Budha Bahagia

(Terima kasih kepada Saudara Dodokins)

Sahut Li Xun Huan, “Gila itu bukan sesuatu yang lucu. Hanya seseorang yang memiliki hasrat yang begitu besar yang bisa belajar menjadi ‘gila’.”

LingLing tertawa. “Untuk jadi gila saja harus belajar?”
(more…)

16/12/2008

Pisau Terbang Li (46)

Filed under: Pisau Terbang Li — ceritasilat @ 11:52 am

Yang Gagah Berani dan Yang Penuh Ambisi

(Terima kasih kepada Saudara Dodokins)

Li Xun Huan menatap tubuh Guo Song Yang dan mendesah. Katanya, “Kau betul. Aku sudah terlambat selangkah.”

Kata LingLing, “Kalau ia sudah mati, apa yang dapat dikatakannya padamu? Apa maksudmu orang mati bisa bicara juga?”
(more…)

15/12/2008

Pisau Terbang Li (45)

Filed under: Pisau Terbang Li — ceritasilat @ 11:51 am

Hampir Saja

(Terima kasih kepada Saudara Dodokins)

Si Kalajengking Biru tertawa dan berkata, “Buat apa? Kau sudah membayar lunas hutangmu saat kau ulurkan tanganmu begitu saja. Walaupun aku seorang wanita, aku juga tahu moralitas.”

LingLing mengejapkan matanya dan menyela, “Namun wanita tidak perlu bersikap moralis. Itu adalah hak kita. Laki-laki secara alami lebih kuat daripada wanita, maka mereka pun harus lebih pengertian sedikit terhadap kita.”
(more…)

14/12/2008

Pisau Terbang Li (44)

Filed under: Pisau Terbang Li — ceritasilat @ 11:45 am

Selamat dari Kematian

(Terima kasih kepada Saudara Dodokins)

Lemari itu gelap dan pengap. Orang lain mungkin akan jadi gila menghadapi situasi seperti ini. Orang-orang yang datang kelihatannya mempunyai maksud buruk. Kalau tidak, mereka tidak mungkin mendorong LingLing seperti itu.

Namun Li Xun Huan tetap tenang.
(more…)

13/12/2008

Pisau Terbang Li (43)

Filed under: Pisau Terbang Li — ceritasilat @ 11:44 am

Hidup dan Mati

(Terima kasih kepada Saudara Dodokins)

Li Xun Huan mengukir kayu itu. Si gadis berjubah merah memandanginya terus. Tiba-tiba ia bertanya, “Apa yang kau ukir?”

Sahut Li Xun Huan sambil tersenyum, “Masa kau tidak bisa menebak?”
(more…)

12/12/2008

Pisau Terbang Li (42)

Filed under: Pisau Terbang Li — ceritasilat @ 11:42 am

Dengki

(Terima kasih kepada Saudara Dodokins)

Kamar itu luas dan seprai di kasur itu baru saja diganti, sangat bersih. Teko the mulus tanpa cacad dan cawan pun bersih mengkilap.

Lin Xian Er duduk di atas ranjang, menisik jubah seorang pria. Ia tidak begitu mahir memainkan jarum seperti ia memainkan pedang, sehingga beberapa kali jarinya tertusuk.
(more…)

11/12/2008

Pisau Terbang Li (41)

Filed under: Pisau Terbang Li — ceritasilat @ 11:39 am

Gadis Muda yang Licik

(Terima kasih kepada Saudara Dodokins)

Kamar Ah Fei masih seperti semalam. Jubahnya pun masih ada di sana.

Namun orangnya sudah pergi, sepertinya terburu-buru.
(more…)

10/12/2008

Pisau Terbang Li (40)

Filed under: Pisau Terbang Li — ceritasilat @ 9:29 am

Tidak Setia

(Terima kasih kepada Saudara Dodokins)

Kata Ah Fei, “Aku sudah hidup damai sejahtera dua tahun ini… Aku belum pernah merasa sedamai ini. Ia… Ia begitu baik padaku.”

Li Xun Huan tersenyum dan berkata, “Aku gembira mendengarnya. Aku sungguh gembira…”
(more…)

09/12/2008

Pisau Terbang Li (39)

Filed under: Pisau Terbang Li — ceritasilat @ 9:27 am

Ah Fei

(Terima kasih kepada Saudara Dodokins)

Bulan masih tergantung di langit malam.

Air terjun di bawah sinar bulan tampak berkilauan bagaikan perak.
(more…)

08/12/2008

Pisau Terbang Li [38]

Filed under: Pisau Terbang Li — ceritasilat @ 9:25 am

Nenek dan Cucunya

(Terima kasih kepada Saudara Dodokins)

Angin musim gugur menerpa wajahnya. Cuaca sudah seperti musim dingin.

Sisa-sisa musim gugur hanya terasa sedikit saja.
(more…)

07/12/2008

Pisau Terbang Li (37)

Filed under: Pisau Terbang Li — ceritasilat @ 9:21 am

Si Orang Tua

(Terima kasih kepada Saudara Dodokins)

Selagi perhatian Li Xun Huan tercurah pada jago pedang kidal itu, perhatian Sun Xiao Hong tercurah pada sesuatu yang lain.

Kedua orang ini berjalan perlahan-lahan dan langkah mereka lebar-lebar. Sekilas, langkah mereka seperti biasa saja. Namun Sun Xiao Hong merasa ada sesuatu yang janggal.
(more…)

06/12/2008

Pisau Terbang Li (36)

Filed under: Pisau Terbang Li — ceritasilat @ 9:19 am

Perasaan yang Aneh

(Terima kasih kepada Saudara Dodokins)

Keringat membasahi kening Si Kalajengking Biru.

Ia terus menerus gemetar sambil berteriak, “Ayo cepat sambitkan pisaumu! Segera bunuhlah aku!”
(more…)

05/12/2008

Pisau Terbang Li (35)

Filed under: Pisau Terbang Li — ceritasilat @ 9:17 am

Manusia Pemakan Kalajengking

(Terima kasih kepada Saudara Dodokins)

Si Bungkuk Sun mendesah dan berkata, “Kau betul-betul sudah dewasa kini. Terakhir aku melihatmu, kau baru berumur lima tahun…”

Lalu ia kembali mengelap meja.
(more…)

04/12/2008

Pisau Terbang Li (34)

Filed under: Pisau Terbang Li — ceritasilat @ 9:14 am

Berita yang Mengejutkan

(Terima kasih kepada Saudara Dodokins)

Sun Xiao Hong menggelengkan kepalanya dan tersenyum, “Lihat, kau terus saja berbuat kesalahan. Tunggu sampai giliranmu.”

Lalu ia menambahkan, “Kau pasti tahu perangai ShangGuan JinHong. Harta karun biasa tidak akan menggerakkan hatinya. Tahukah kau apa yang diinginkannya?”
(more…)

« Newer PostsOlder Posts »

Blog at WordPress.com.