Kumpulan Cerita Silat

24/12/2008

Pisau Terbang Li (54)

Filed under: Pisau Terbang Li — ceritasilat @ 12:04 pm

Transaksi

(Terima kasih kepada Saudara Dodokins)

Kedua orang ini tentunya adalah Jin WuMing dan ShangGuan JinHong. Mungkin dalam dunia ini tidak ada orang lain seperti kedua orang ini.

Seseorang yang begitu kaya, begitu ternama, begitu berpengaruh, seperti Ketua Partai Uang Emas hidup di tempat yang begitu sederhana seperti ini. Tidak pernah akan pernah ada yang mengira.

Karena dalam pandangan mereka, uang hanyalah sebuah sarana. Demikian pula, wanita adalah sebuah alat. Semua kemewahan di dunia ini adalah alat bagi mereka. Mereka tidak pernah mempedulikan semuanya itu. Mereka hanya peduli akan kekuasaan. Kekuasaan. Selain kekuasaan, mereka tidak membutuhkan apa-apa. Mereka hidup untuk kekuasaan, dan bahkan mungkin mati demi kekuasaan.

Suasana hening. Selain suara kertas dilembari, hanya ada kesunyian. Cahaya lilin menerangi mereka. Tidak ada yang tahu sudah berapa lama mereka bekerja, berdiri di situ. Yang terlihat hanyalah terang berubah menjadi gelap, dan gelap berubah lagi menjadi terang. Seolah-olah mereka tidak pernah lelah, tidak pernah lapar. Saat itu terdengar seseorang mengetuk pintu. Hanya satu ketukan, sangat perlahan.

Tangan ShangGuan JinHong tidak berhenti bekerja. Mengangkat matanya pun tidak.

Tanya Jin Wu Ming, “Siapa?”

Orang di luar menjawab, “Seratus tujuh puluh sembilan.”

“Apa yang kau inginkan?”

“Ada seseorang yang ingin menemui Ketua Partai.”

“Siapa?”

“Ia tidak mau menyebutkan namanya.”

Tanya Jin Wu Ming, “Untuk apa ia hendak menemui Ketua Partai?”

Jawab orang di luar, “Katanya ia akan menyampaikan langsung pada Ketua.”

Jin Wu Ming berhenti bicara.

Tiba-tiba ShangGuan JinHong berkata, “Di mana dia?”

Sahut orang di luar, “Di pekarangan luar.”

Tangan ShangGuan JinHong masih terus membalik lembaran-lembaran buku itu. Ia tidak mengangkat kepalanya sewaktu berkata, “Bunuh dia.”

Sahut orang di luar, “Baik.”

Tiba-tiba ShangGuan JinHong bertanya, “Siapa yang mengantarkan orang itu kemari?”

“Tetua Kedelapan, Xiang Song.”

Kata ShangGuan JinHong, “Bunuh Xiang Song juga.”

“Baik.”

Lalu Jin Wu Ming berkata, “Aku pergi.”

Saat ia mengucapkan perkataan itu, sebelah kakinya sudah berada di luar, dan dalam sekejap saja ia sudah berlalu. Kalau soal membunuh, Jin Wu Ming selalu bersemangat. Lagi pula, julukan Xiang Song adalah Si Meteor Angin dan Hujan. Sepasang Palu Meteornya ada di peringkat ke-19 dalam Kitab Persenjataan. Bukan hal yang mudah untuk membunuhnya.

Siapa yang diantarnya untuk menemui ShangGuan JinHong? Apa alasannya ia datang? Sepertinya ShangGuan JinHong sama sekali tidak ingin tahu.

Orang ini sungguh tidak berperikemanusiaan.

Kepalanya tidak pernah terangkat. Tangannya tidak pernah berhenti bekerja.

Pintu terbuka. Jin Wu Ming sudah kembali.

ShangGuan JinHong tidak perlu bertanya ‘Apakah dia sudah mati?’

Karena Jin Wu Ming tidak pernah gagal dalam membunuh.

ShangGuan JinHong hanya berkata, “Jika Xiang Song tidak melawan, berikan 10000 tail emas pada keluarganya. Jika ia melawan, bunuh seluruh keluarganya.”

Kata Jin Wu Ming, “Aku tidak membunuhnya.”

Akhirnya ShangGuan JinHong mengangkat kepalanya dan melotot pada Jin Wu Ming.

Wajah Jin Wu Ming tetap kosong. Katanya, “Karena orang yang diantarkannya itu tidak dapat kubunuh.”

Suara ShangGuan JinHong mengguntur, “Semua orang bisa dibunuh. Mengapa dia tidak bisa?”

Sahut Jin Wu Ming, “Aku tidak membunuh anak kecil.”

ShangGuan JinHong tertegun. Perlahan-lahan diletakkannya kuasnya. Katanya, “Maksudmu ada seorang anak kecil yang ingin menemui aku?”

“Ya.”

“Anak macam apa?”

“Seorang anak cacad.”

Mata ShangGuan JinHong berkilat tajam. Ia berpikir sejenak lalu berkata, “Bawa dia masuk!”

Seorang anak kecil berani menemui ShangGuan JinHong? Bahkan ShangGuan JinHong pun tidak bisa percaya. Anak ini bukan saja berani mati, mungkin dia sudah gila.

Namun benar-benar seorang anak kecil yang masuk.

Wajahnya putih seperti kertas, seperti mayat hidup.

Ia pun tidak berekspresi seperti seorang anak kecil. Wajahnya serius seperti orang dewasa.

Ia berjalan perlahan-lahan, dengan punggung agak terbungkuk.

Anak kecil ini lebih mirip seorang kakek tua.

Anak kecil ini bukan lain adalah Long Xiao Yun muda.

Siapapun yang bertemu dengan Long Xiao Yun muda akan memperhatikannya dengan seksama.

Demikian pula ShangGuan JinHong.

Matanya mengawasi wajah anak kecil ini.

Siapapun yang dipandang seperti ini oleh ShangGuan JinHong akan langsung gemetaran. Paling tidak lutut mereka akan merasa lemas dan tersungkur.

Tapi Long Xiao Yun muda adalah perkecualian.

Ia masuk perlahan-lahan, membungkukkan badannya memberi hormat dan berkata, “Aku Long Xiao Yun muda, datang menghaturkan hormat pada Ketua Partai.”

Tanya ShangGuan JinHong, “Long Xiao Yun muda? Long Xiao Yun itu siapamu?”

Jawabnya, “Ia adalah ayahku.”

“Apakah ayahmu menyuruhmu datang ke sini?”

“Ya.”

“Mengapa ia tidak datang sendiri?”

Sahut Long Xiao Yun muda, “Jika ia sendiri yang datang, belum tentu ia bisa bertemu dengan Ketua Partai. Malah mungkin ia akan mati terbunuh.”

ShangGuan JinHong membentak, “Kau pikir aku tidak akan membunuhmu?”

“Aku hanya seorang anak kecil. Hidupku ada dalam genggamanmu. Bukannya kau tidak akan membunuhku, namun aku tidak cukup berharga untuk dibunuh olehmu.”

Wajah ShangGuan JinHong berubah cerah. Katanya, “Kau mungkin sangat muda, dan kau mungkin sakit. Namun kau sungguh berani.”

Kata Long Xiao Yun muda, “Jika seseorang membutuhkan sesuatu, ia pasti akan menjadi lebih berani.”

“Kata-kata yang sangat bagus.”

Tiba-tiba ia terkekeh pada Jin Wu Ming. Katanya lagi, “Jika kau hanya mendengar perkataannya, dapatkah kau tahu bahwa ia hanya seorang anak kecil?”

Walaupun kepalanya masih tertunduk, Long Xiao Yun muda mengawasi kedua orang ini baik-baik. Ia merasa bahwa hubungan dua orang ini sangat menarik.

Akhirnya ShangGuan JinHong berkata, “Kelebihanmu yang terutama adalah bahwa kau tidak pernah bicara. Namun kelemahanmu yang terbesar adalah bahwa kau tidak pernah mendengarkan orang lain bicara.”

Jin Wu Ming diam saja.

Setelah sekian lama, akhirnya ShangGuan Jin Hong bertanya pada Long Xiao Yun muda, “Apa yang kau inginkan?”

“Ada banyak cara untuk mengatakan sesuatu. Aku dapat menyatakan permohonanku dengan cara berputar-putar. Namun aku tahu, waktu Ketua Partai sangat berharga. Jadi aku akan menyampaikannya secara langsung, tanpa tedeng aling-aling.”

Kata ShangGuan JinHong, “Bagus. Aku punya satu cara yang mujarab untuk mengobati orang yang terlalu banyak omong. Dengan memotong tenggorokan mereka.”

Kata Long Xiao Yun, “Aku datang untuk melakukan transaksi.”

“Transaksi?”

Wajah ShangGuan JinHong kembali membeku. Lanjutnya, “Banyak orang mau bertransaksi dengan aku. Kau tahu apa yang kulakukan terhadap mereka?”

Sahut Long Xiao Yun, “Aku mendengarkan.”

Kata ShangGuan JinHong, “Aku punya satu cara yang mujarab untuk menghadapi mereka. Dengan membunuh mereka semua!”

Wajah Long Xiao Yun muda tidak berubah sedikitpun. Dengan tenang ia berkata, “Tapi transaksi ini berbeda. Kalau tidak, aku tidak mungkin berani datang.”

“Transaksi adalah transaksi. Apa yang berbeda dengan yang satu ini?”

“Transaksi ini hanya menguntungkan Ketua Partai.”

“O ya?”

Long Xiao Yun muda berkata, “Ketua Partai sangat ternama di seluruh dunia. Kekayaanmu pun tidak terhingga. Kau bisa memiliki apapun yang kau inginkan di dunia ini.”

Sahut ShangGuan JinHong, “Tepat sekali. Oleh sebab itu, aku tidak bertransaksi.”

Kata Long Xiao Yun muda, “Namun ada sesuatu di dunia ini yang mungkin tidak bisa didapatkan oleh Ketua Partai.”

“O ya?”

“Barang ini mungkin tidak berharga tinggi. Namun nilainya bagi Ketua Partai berbeda dari orang lain.”

“Barang apa yang kau bicarakan ini?”

Jawab Long Xiao Yun muda, “Nyawa Li Xun Huan!”

ShangGuan JinHong tiba-tiba merasa sangat tertarik, “Apa kau bilang?”

Sahut Long Xiao Yun muda, “Nyawa Li Xun Huan ada di tangan kami. Jika Ketua Partai berkenan melakukan transaksi, aku akan membawanya kepadamu kapan pun kau inginkan.”

ShangGuan JinHong mulai berpikir-pikir.

Setelah cukup lama, wajahnya kembali menegang. Katanya, “Li Xun Huan tidak berharga sama sekali. Aku tidak peduli padanya.”

Kata Long Xiao Yun muda, “Jika demikian, maka aku mohon diri.”

Ia tidak berkata apa-apa lagi. Ia memutar badan dan berjalan pergi.

Long Xiao Yun muda berjalan ke arah pintu dan membukanya.

Tiba-tiba ShangGuan JinHong berkata, “Tunggu.”

Senyum puas terbayang di bibir Long Xiao Yun muda. Namun pada saat ia memutar badannya, di wajahnya hanya terlihat rasa hormat dan tunduk. Ia membungkukkan badannya dan berkata, “Ada lagi yang Ketua Partai ingin sampaikan?”

ShangGuan JinHong tidak memandangnya. Matanya tertuju pada cahaya lilin di atas meja itu. Katanya, “Apa yang ingin kau tukarkan dengan nyawa Li Xun Huan?”

Sahut Long Xiao Yun muda, “Ayah telah lama mendengar kebesaran nama Ketua Partai. Ia sangat bersusah hati karena belum pernah bertemu dengan Ketua Partai.”

Potong ShangGuan JinHong tidak sabar, “Omong kosong. Cepat katakan yang kau inginkan.”

Kata Long Xiao Yun muda, “Ayah berharap untuk dapat mengikat persaudaraan denganmu di hadapan semua pendekar dunia persilatan.”

Mata ShangGuan JinHong menyala karena amarah, namun segera padam. Ia berkata dengan tenang, “Sepertinya Long Xiao Yun memang orang yang pandai. Sayangnya ia mengajukan permintaan yang sangat bodoh.”

Kata Long Xiao Yun muda, “Mungkin juga. Namun kadang-kadang cara yang paling bodoh adalah cara yang paling efektif.”

Tanya ShangGuan JinHong, “Apakah kau yaking aku akan setuju dengan transaksi ini?”

“Jika tidak, mengapa aku mempertaruhkan nyawaku datang ke sini?”

Tanya ShangGuan JinHong lagi, “Kau adalah anak tunggal Long Xiao Yun, bukan?”

“Ya.”

“Seharusnya ia tidak menyuruhmu datang ke sini.”

Kata Long Xiao Yun muda, “Tapi jika ia menyuruh orang lain, kemungkinan besar orang itu tidak akan dapat menemui Ketua Partai.”

Kata ShangGuan JinHong, “Pada awalnya ini hanyalah sebuah transaksi. Namun sekarang kau sudah ada di sini. Situasinya pun kini berbeda.”

“Kau berpikir untuk menggunakan diriku untuk menyuruh ayah menyerahkan Li Xun Huan padamu, bukan?”

“Tepat sekali.”

Long Xiao Yun muda tiba-tiba terkekeh dan berkata, “Ketua Partai mungkin tahu segala sesuatu, namun kau salah sangka terhadap ayahku.”

ShangGuan JinHong tersenyum mengejek, “Kau pikir ia lebih suka membiarkan aku membunuhmu daripada menyerahkan Li Xun Huan?”

“Betul sekali.”

Tanya ShangGuan JinHong tidak percaya, “Apa dia bukan manusia?”

Jawab Long Xiao Yun muda, “Dia manusia biasa. Namun ada bermacam-macam jenis manusia.”

“Jenis yang mana dia?”

“Sama dengan engkau. Segala sesuatu bisa dimanfaatkan, bisa dikorbankan, demi mencapai suatu tujuan.”

ShangGuan JinHong mengatupkan mulutnya.

Setelah sekian lama akhirnya ia berkata, “Selama dua puluh tahun ini, belum pernah ada seorang pun yang bicara seperti ini kepadaku.”

Sahut Long Xiao Yun muda, “Oleh sebab itulah aku mengatakannya padamu. Untuk dapat membangkitkan perasaanmu dengan perkataanku.”

ShangGuan JinHong melotot padanya dan berkata, “Jika aku tidak setuju, apakah kalian akan melepaskan Li Xun Huan begitu saja?”

“Ya.”

ShangGuan JinHong tertawa dingin. Katanya, “Kalian tidak kuatir ia akan membalas dendam?”

Jawab Long Xiao Yun muda, “Ia bukan orang semacam itu. Ia tidak akan pernah berbuat seperti itu.”

Ia tertawa dan melanjutkan, “Jika ia seperti itu, ia tidak mungkin terjerat dalam situasi seperti ini.”

ShangGuan JinHong membentak, “Jika kalian melepaskan dia, kalian pikir aku tidak sanggup membunuhnya dengan tanganku sendiri?”

Long Xiao Yun muda tersenyum dan menjawab dengan tenang, “Pisau Terbang Li Kecil tidak pernah luput.”

“Kau pikir aku tidak dapat menghindar dari pisaunya?”

“Paling tidak kau tidak yakin betul, bukan?”

ShangGuan JinHong hanya mendengus.

Kata Long Xiao Yun muda, “Mengingat kedudukan dan keberhasilan Ketua Partai, mengapa harus mengambil resiko yang tidak berguna seperti itu?”

ShangGuan JinHong tidak menyahut.

Kata Long Xiao Yun muda lagi, “Lagi pula, walaupun ilmu silat dan ketenaran ayahku biasa-biasa saja, ia adalah salah satu orang terpandai di dunia ini. Ketua Partai pasti hanya akan mendapatkan keuntungan jika memiliki saudara angkat seperti dia.”

ShangGuan JinHong merenung sejenak, lalu tiba-tiba bertanya, “Li Xun Huan pun adalah saudara angkatnya, bukan?”

“Ya.”

“Jika ia dapat mengkhianati Li Xun Huan, mengapa ia tidak akan mengkhianati aku?”

Sahut Long Xiao Yun muda, “Karena Ketua Partai bukan Li Xun Huan.”

ShangGuan JinHong tertawa terbahak-bahak, “Kau betul sekali. Walaupun Long Xiao Yun berani mengkhianati aku, ia tidak akan bisa.”

Tanya Long Xiao Yun muda, “Apakah ini berarti bahwa Ketua Partai telah setuju?”

ShangGuan JinHong berhenti tertawa, “Bagaimana aku bisa yakin bahwa kalian memang sudah mendapatkan Li Xun Huan?”

Sahut Long Xiao Yun muda, “Jika Ketua Partai mengirimkan pemberitahuan kepada para pendekar dunia persilatan dan mengundang mereka menghadiri upacara pengangkatan saudara antara Ketua Partai dengan ayahku…”

Potong ShangGuan JinHong, “Kau pikir mereka berani datang?”

“Itu tidak jadi soal. Yang penting semuanya tahu.”

ShangGuan JinHong tersenyum sinis, “Rencana yang sangat rapi.”

Kata Long Xiao Yun muda, “Aku tahu Ketua Partai membutuhkan waktu untuk berpikir. Aku tinggal di Hotel Awan Rejeki, menunggu jawaban Ketua Partai.”

Lalu tambahnya, “Setelah pemberitahuan disebarkan dan diterima oleh para pendekar, aku akan mengantar Li Xun Huan ke sini.”

ShangGuan JinHong mengejek, “Mengantar dia ke sini… Hmmmh. Mana kalian sanggup?”

Kata Long Xiao Yun muda, “Sudah tentu kami menyadarinya. Jika Pendeta XinMei dari Shaolin dan Tuan Ketujuh Tian tidak dapat melakukannya, bagaimana mungkin aku dapat melakukannya. Akan tetapi…”

“Teruskan.”

“Jika Tuan Jin dapat membantu mengawal, pasti tidak akan ada masalah.”

ShangGuan JinHong diam saja.

Tiba-tiba Jin Wu Ming berkata, “Aku akan pergi.”

Untuk pertama kalinya, seulas senyum tersungging di bibir Long Xiao Yun muda. Ia segera berlutut dan menyembah, “Terima kasih.”

ShangGuan JinHong masih terdiam sampai lama. Tiba-tiba ia bertanya, “Apakah ilmu silatmu sungguh punah untuk selama-lamanya? Apakah Li Xun Huan yang melakukannya?”

Wajah Long Xiao Yun muda berubah. Ditundukkannya kepalanya dan menjawab pendek, “Ya.”

ShangGuan JinHong mengawasi wajahnya dan bertanya, “Apakah kau membencinya?”

Long Xiao Yun muda berpikir lama sebelum menjawab, “Ya.”

Kata ShangGuan JinHong, “Sebetulnya kau seharusnya membenci dia, malah seharusnya kau berterima kasih padanya.”

Long Xiao Yun muda mengangkat kepalanya sedikit karena kaget, “Berterima kasih?”

Sahut ShangGuan JinHong dingin, “Jika ia belum memusnahkan ilmu silatmu, hari ini kau pasti mati di ruangan ini.”

Long Xiao Yun muda menundukkan kepalanya semakin dalam.

Sambung ShangGuan JinHong, “Kau sudah begitu licik di usiamu yang sangat muda. Dalam dua puluh tahun kau pasti bisa menandingi aku. Jika kau tidak cacad, mungkinkah aku membiarkanmu hidup?”

Long Xiao Yun muda mengertakkan giginya kuat-kuat. Begitu kuat sampai gusinya berdarah.

Namun kepalanya tetap tertunduk.

Advertisements

1 Comment »

  1. mana lagii donk lanjutannya,,,untuk bagian “putus hubungan”

    dah terlanjur penasaran nih..

    di tunggu secepatnya ya lanjutannya,

    Comment by sardi — 04/01/2009 @ 4:54 am


RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Blog at WordPress.com.

%d bloggers like this: