Kumpulan Cerita Silat

16/12/2008

Pisau Terbang Li (46)

Filed under: Pisau Terbang Li — ceritasilat @ 11:52 am

Yang Gagah Berani dan Yang Penuh Ambisi

(Terima kasih kepada Saudara Dodokins)

Li Xun Huan menatap tubuh Guo Song Yang dan mendesah. Katanya, “Kau betul. Aku sudah terlambat selangkah.”

Kata LingLing, “Kalau ia sudah mati, apa yang dapat dikatakannya padamu? Apa maksudmu orang mati bisa bicara juga?”

Sahut Li Xun Huan, “Walaupun tidak dalam bentuk perkataan, aku masih dapat mendengarnya.”

LingLing berkata dengan gemetar, “Ta…Tapi aku tidak mendengar apa-apa.”

Gadis ini menjadi sangat bingung dan ketakutan.

Orang memang biasanya takut pada hal-hal yang tidak mereka mengerti.

Li Xun Huan terdiam sejenak. Lalu katanya, “Kau ingin tahu apa yang dikatakannya?”

LingLing hanya bisa mengangguk.

Kata Li Xun Huan, “Sebenarnya ia pun memberikan pesannya padamu juga. Hanya saja kau tidak mendengarkan. Sejujurnya, perkataan orang mati adalah perkataan yang paling berharga, karena perkataan ini dibayar dengan hidup mereka. Jika kau belajar mendengar perkataan orang mati, kau akan belajar begitu banyak perkara.”

Tanya LingLing, “Bagaimana aku mendengarkan perkataan orang mati?”

Sahut Li Xun Huan, “Sudah pasti tidak mudah. Tapi jika kau ingin hidup beberapa tahun lebih lama dan hidup berbahagia, kau harus memperlajarinya.”

Nadanya sangat serius, tidak ada kesan bercanda.

Kata LingLing tidak sabar, “Tapi bagaimana mempelajarinya? Maukah kau mengajar aku?”

Kata Li Xun Huan, “Mengapa kau tidak mencoba mendengarkan sekali lagi?”

LingLing memejamkan matanya.

Ia berusaha keras untuk mendengarkan, tapi tidak ada suara apa pun yang terdengar.

Kata Li Xun Huan, “Jangan hanya gunakan telingamu, gunakan juga matamu.”

LingLing membuka matanya.

Terlihat tubuh Guo Song Yang penuh dengan sayatan pedang. Kini terlihat lebih jelas setelah tubuhnya bersih tersiram air.

Tubuhnya kini berwarna abu-abu, karena tidak ada lagi darah di dalamnya.

Setelah sekian lama, Li Xun Huan berkata, “Apa yang kau lihat? Apa yang kau dengar?”

Sahut LingLing, “A…Aku melihat ada banyak luka di tubuhnya. Semuanya ada 19.”

“Apa lagi?”

“Luka-luka ini sangat pendek dan dangkal. Sepertinya yang melukai adalah ujung sebilah pedang yang sangat tajam.”

Tanya Li Xun Huan, “Mengapa pedang?”

Sahut LingLing, “Karena golok atau tombak tidak akan membuat luka sekecil itu.”

“Bagus sekali. Kau sudah belajar begitu banyak.”

LingLing tersenyum, katanya, “Oleh sebab itu, yang membunuhnya pasti Jin Wu Ming, karena ShangGuan JinHong menggunakan Cincin Naga dan Burung Hong, bukan pedang. Mungkin ShangGuan JinHong bahkan tidak datang.”

Kata Li Xun Huan, “Mungkin dia ada di sini namun tidak menyerang sama sekali.”

LingLing mengangguk. Tambahnya, “Luka-luka ini semuanya dibuat diagonal, lebih dalam di bagian bawah dan lebih dangkal di bagian atas.”

“Betul sekali.”

“Oleh sebab itu, pasti pedang digerakkan dari bawah ke atas. Ini jurus pedang yang sangat aneh. Aku sering mendengar bahwa ilmu pedang Jin Wu Ming sangat cepat dan penuh tipu daya, suatu ilmu pedang yang sangat jarang ditemukan dalam dunia persilatan. Tapi baru hari ini aku benar-benar yakin.”

Kata Li Xun Huan, “Kau benar. Ilmu pedangnya tidak saja misterius, namun serangannya datang dari sudut-sudut yang janggal, sehingga lawannya tidak bisa menebak arah serangannya.”

Ia menunjuk pada salah satu luka di tubuh Guo Song Yang. Katanya, “Lihatlah luka ini. Luka ini adalah luka biasa jika arah serangannya dari atas ke bawah. Tapi jika dilihat lebih teliti, kau bisa melihat bahwa serangannya pasti dari bawah ke atas. Ilmu pedangnya sepertinya kebalikan dari jurus pedang pada umumnya.”

Sahut LingLing, “Kau benar.”

Kata Li Xun Huan lagi, “Oleh sebab itu, jurus pedang Jin Wu Ming bermula dari bawah pinggang, dan menggunakan kekuatan pergelangan tangan yang sangat besar. Jika aku tidak melihat luka-luka ini, aku tidak akan pernah menyangka ada orang yang bisa menyerang seperti ini.”

LingLing hanya mengangguk.

Lanjut Li Xun Huan, “Kau hanya melihat tubuh bagian depan saja. Ada tujuh luka lagi di punggungnya. Mengingat kehebatan ilmu silat Guo Song Yang, tidak mungkin ia bisa dilukai dari belakang.”

Sahut LingLing, “Betul juga. Jika aku sedang bertempur, aku tidak mungkin membelakangi lawanku.”

Kata Li Xun Huan, “Oleh sebab itu, luka-luka ini pasti terjadi sewaktu mereka berpapasan. Hanya jika Jin Wu Ming bisa menyerang dari samping tubuhnyalah, ia dapat melukai lawannya seperti ini.”

Ia mendesah dan menyambung, “Siapa pun yang dapat menyerang dari samping tubuhnya, pasti berlatih ilmu pedang yang tidak lazim. Yang lebih aneh lagi, serangan ini juga berasal dari bawah ke atas. Artinya Jin Wu Ming pasti mengubah caranya memegang pedang pada saat tubuh mereka berpapasan. Kemampuan ini saja dapat membuatnya menjadi seorang pesilat yang sangat berbahaya!”

LingLing hanya mendengarkan dengan pikiran kalut.

Setelah terdiam beberapa saat, akhirnya LingLing mendesah dan berkata, “Jadi itulah yang ingin disampaikannya padamu.”

“Kalau bukan dengan karena itu, tidak mungkin ia menderita begini banyak luka.”

“Kenapa?”

Sahut Li Xun Huan, “Karena ketika dua pesilat tangguh bertempur, kalah atau menang hampair selalu tergantung dari satu gerakan saja. Jika yang satu melakukan sedikit saja kesalahan dari jurusnya, lawannya akan segera mengambil kesempatan itu untuk mengalahkannya.”

“Oh, begitu.”

Lanjut Li Xun Huan, “Coba bayangkan. Pedang Besi Puncak Matahari telah malang-melintang di dunia persilatan lebih dari 20 tahun. Guo Song Yang adalah salah satu yang terhebat dari ahli pedang kelas wahid di dunia ini. Tidak mungkin ia melakukan 26 kesalahan, bahkan bisa dilukai 26 kali.”

Kata LingLing, “Jadi maksudmu, ia sengaja melakukannya… Apakah ia tidak kuatir Jin Wu Ming akan membunuhnya?”

Sahut Li Xun Huan, “Karena ia sengaja memperlihatkan lubang untuk diserang, ia pun pasti dapat menghindari serangan yang mematikan. Itulah sebabnya, luka-lukanya pun amat dangkal.”

LingLing sungguh tidak memahaminya, “Mengapa ia melakukannya?”

Li Xun Huan menghela nafas, “Untuk menunjukkan padaku bagaimana ilmu pedang Jin Wu Ming!”

Tubuh LingLing menegang sekertika.

Lalu air mata pun mulai bergulir ke wajahnya. Katanya, “Aku selalu berpikir bahwa tidak ada seorang pun yang baik di dunia ini. Persahabatan berarti memanfaatkan orang lain demi kepentingan diri sendiri. Oleh sebab itu, jika seseorang ingin hidup enak, ia harus belajar untuk memanfaatkan orang lain, untuk menipu. Jangan pernah berusaha menjadi seseorang yang berbudi dan menyayangi, karena ia akan menderita di kemudian hari.”

Kata Li Xun Huan, “Apakah kau mempelajarinya dari Lin Xian Er?”

LingLing mengangguk, “Namun kini aku tahu bahwa ada orang yang baik di dunia ini. Ada orang yang sungguh-sungguh menjunjung tinggi kehormatan dan persahabatan, bahkan lebih daripada nyawa mereka sendiri.”

Tiba-tiba ia berlutut di depan tubuh Guo Song Yang dan berkata, “Tuan Guo, walaupun kau sudah mati, kau berhasil menolong sahabatmu, dan juga memberikan padaku suatu pelajaran yang sangat berharga. Kuharap kau dapat beristirahat dengan tenang sekarang.”

—–

Di jalan tanah di luar pegunungan itu, dua orang sedang berjalan kaki. Cahaya matahari terbenam menyinari jubah mereka, membuatnya berkilau keemasan yang mengandung aura misterius.

Mereka tidak berjalan cepat, tidak juga lambat. Mereka berjalan dengan tenang. Mereka tidak bercakap-cakap, juga tidak membuat gerakan-gerakan aneh.

Namun tubuh mereka memancarkan hawa pembunuhan yang tebal walaupun tidak kelihatan. Bahkan sebelum mereka memasuki hutan, burung-burung telah terbang berhamburan. Sepertinya ketakutan karena aura hitam yang keluar dari tubuh kedua orang ini.

Bagi mereka hidup itu sangat penting.

Mereka tidak akan membiarkan kehidupan dalam bentuk apapun hinggap di atas kepala mereka!

Dalam hutan cahayanya remang-remang.

Sesampainya mereka di sini, orang yang berjalan di depan tiba-tiba berhenti. Hampir pada saat yang bersamaan, orang yang di belakang pun berhenti.

Orang yang di depan adalah ShangGuan JinHong. Tanyanya, “Bagaimana ilmu pedang Guo Song Yang?”

Sahut Jin Wu Ming, “Bagus!”

Tanya ShangGuan JinHong lagi, “Sangat bagus?”

Sahut Jin Wu Ming, “Sangat bagus, lebih hebat daripada para ketua dari tujuh partai pedang utama dalam dunia persilatan.”

“Namun sewaktu ia bertempur denganmu, ia memperlihatkan lebih dari 26 lubang kelemahan dalam jurus-jurusnya.”

Kata Jin Wu Ming, “Dua puluh sembilan. Aku tidak menyerang tiga di antaranya.”

ShangGuan JinHong mengangguk, “Benar. Tiga kali kau menyerangnya. Mengapa?”

“Karena jika tiga kali itu aku menyerangnya, dia akan langsung mati.”

“Apakah kau menyadari bahwa ia dengan sengaja memperlihatkan titik-titik kelemahannya itu?”

Sahut Jin Wu Ming, “Ya, aku tahu. Oleh sebab itu, aku tidak mau ia mati terlalu cepat. Aku ingin memanfaatkannya untuk melatih ilmu pedangku!”

Tanya ShangGuan JinHong, “Tapi tahukah kau, mengapa ia memperlihatkan kelemahannya itu?”

Jin Wu Ming menjawab, “Tidak. Aku tidak pernah memikirkannya.”

Selain membunuh orang, Jin Wu Ming tidak suka berpikir tentang hal-hal yang lain.

Kata ShangGuan JinHong, “Ia memperlihatkan kelemahannya, supaya kau dapat melukainya.”

“Hah?”

ShangGuan JinHong menjelaskan, “Ia tahu bahwa ia tidak mungkin dapat mengalahkan kita berdua, oleh sebab itu cara inilah yang ditempuhnya. Supaya Li Xun Huan dapat memahami ilmu pedangmu dari luka-luka yang dideritanya.”

Ia mengangkat kepalanya, dan lanjutnya, “Oleh sebab itu, Li Xun Huan pasti akan datang menyusul. Jika kita kembali sekarang, kita pasti akan menemukan Li Xun Huan!”

—–

Li Xun Huan kembali ke rumah Ah Fei untuk mencari cangkul untuk menggali kuburan. Orang kalangan dunia persilatan memang biasa dikuburkan di tempat mereka meninggal.

Selama itu LingLing hanya bisa mengawasi. Li Xun Huan tidak membiarkan dia ikut campur. Menggali kuburan untuk Guo Song Yang adalah hak pribadinya. Tidak seorang pun boleh mencampuri.

LingLing bertanya, “Apakah kau benar-benar akan menguburkannya di sini?”

Li Xun Huan mengangguk.

Kata LingLing, “Jika seseorang mati dengan terhormat, tidak ada masalah di mana ia dikuburkan, bukan?”

“Ya.”

“Kalau begitu, seharusnya kau tidak menguburkan dia di sini.”

Tanya Li Xun Huan, “Kalau tidak di sini, di mana?”

Sahut LingLing, “Kau seharusnya menggantung dia di sumber mata air di sana itu.”

Li Xun Huan terdiam.

Kata LingLing, “ShangGuan JinHong dan Jin Wu Ming pasti akan menyadari apa maksud Tuan Guo bukan?”

“Ya.”

“Jin Wu Ming pasti tidak ingin ilmu pedangnya dimengerti oleh engkau. Jadi, setelah ia menyadarinya, ia pasti akan datang kembali, bukan?”

“Ya.”

“Jika waktu mereka datang mereka menemukan tubuh Tuan Guo sudah dipindahkan, mereka pasti akan tahu bahwa kau sudah datang ke sini, bukan?”

Li Xun Huan mengangguk.

Kata LingLing, “Kalau begitu, jika kau sampai bertempur dengan Jin Wu Ming suatu hari nanti, ia pasti akan mengubah jurus pedangnya bukan?”

“Betul.”

“Kalau begitu, tidakkah pesan Tuan Guo menjadi sia-sia belaka?”

Sahut Li Xun Huan, “Aku sudah menyadarinya sejak tadi.”

“Lalu mengapa kau masih berniat untuk menguburkannya?”

“Aku tidak bisa membiarkan dia tergantung di sana. Ia sudah berjuang dan mati untukku selagi aku…”

LingLing memotong cepat, “Tepat sekali. Ia mati untukmu. Kau harus mengembalikan tubuhnya ke tempat semula. Kalau tidak, bukankah kematiannya akan sia-sia?”

Li Xun Huan berpikir beberapa saat, lalu berkata, “Aku yakin ShangGuan JinHong dan Jin Wu Ming tidak akan datang kembali.”

—–

Kata ShangGuan JinHong, “Jika kau kembali ke sana sekarang, kau pasti akan kalah!”

Tangan Jin Wu Ming menggenggam pedangnya kuat-kuat. Suaranya menjadi serak sewaktu bertanya, “Mengapa aku pasti kalah?”

Sahut ShangGuan JinHong, “Kau sudah membunuh Guo Song Yang. Nafsu membunuhmu pasti sudah jauh berkurang. Sebaliknya saat ini Li Xun Huan sedang mempunya tenaga tambahan karena kesedihan hatinya. Jika kau kembali sekarang, kau sudah rugi beberapa langkah.”

“Tapi kau…”

ShangGuan JinHong memotongnya, “Memang kita berdua pasti akan dapat membunuhnya. Tapi…bagaimana kau bisa pasti bahwa Li Xun Huan datang sendirian? Bagaimana jika Si Tua Sun datang bersamanya?”

“Bahkan berdua pun tidak pasti kita…”

ShangGuan JinHong segera berkata dengan tegas, “Aku sudah bilang. Dalam kedatangan kita kali ini ke dalam dunia persilatan, kita hanya akan menang. Kita tidak boleh kalah. Kalau kita tidak yakin seratus dua puluh persen bahwa kita akan menang, kita tidak akan bertempur!”

Jin Wu Ming terdiam.

ShangGuan JinHong menambahkan, “Lagi pula, perasaan sudah mulai merasuki pikiranmu.”

Tanya Jin Wu Ming kaget, “Perasaan?”

Sahut ShangGuan JinHong, “Alasan mengapa kau bisa menang adalah karena kau tidak berbelas kasihan. Namun kini, perasaan telah merayap masuk ke dalam hatimu, sehingga kekuatanmu menjadi berkurang.”

Lanjutnya, “Sebelumnya kau tidak pernah seperti ini. Apa yang terjadi? Siapa yang membuatmu begini?”

Jin Wu Ming memalingkan wajahnya dan menjawab, “Bukan siapa-siapa.”

Kata ShangGuan JinHong, “Aku bukannya ingin tahu siapa orangnya. Namun jika kau ingin menang, jika kau ingin mengalahkan Li Xun Huan, maka kau harus kembali ke sifatmu yang semula, yang tidak kenal belas kasihan. Jika kau ingin kembali seperti dulu, maka kau harus membunuh wanita yang menggerakkan hatimu itu!”

Sambil berbicara, ia memutar badan dan masuk ke dalam hutan.

—–

Hari sudah tengah malam.

Hati Li Xun Huan terasa berat, sama seperti langkah-langkahnya.

Akhirnya Guo Song Yang telah dikubur. Nasib jago pedang nomor satu itu pada akhirnya tidak berbeda dari yang lain. Menghuni sepetak tanah sempit dalam pelukan bumi.

Tapi apakah kematiannya memiliki arti yang lebih penting daripada sebagian besar orang yang pernah hidup?

Li Xun Huan tidak tahu jawabannya. Ia hanya tahu bahwa Guo Song Yang tidak perlu mati. Jika seseorang yang tidak seharusnya mati malah mati…apakah kematiannya tidak sedikit gila?

Mungkin setiap pahlawan dalam sejarah dunia ini memang sedikit banyak gila.

Bahkan dirinya sendiripun cukup gila.

LingLing mengikutinya dari dekat. Tiba-tiba ia bertanya, “Bagaimana kau mengetahui bahwa ShangGuan JinHong dan Jin Wu Ming tidak akan kembali?”

Sahut Li Xun Huan, “Karena ShangGuan JinHong sangat ambisius. Orang yang berambisi begitu besar tidak bertingkah seperti orang pada umumnya.”

Tanya LingLing, “Apanya yang berbeda?”

“Setelah mereka menyerang, berhasil atau gagal, mereka akan segera undur dan menunggu kesempatan berikutnya. Orang yang berambisi tidak akan mengambil resiko.”

Ia mengeluh. Lanjutnya, “Orang yang ambisius tidak pernah bertindak bodoh. Itulah perbedaan mereka dari para pahlawan.”

Tanya LingLing, “Jadi pahlawan itu pasti luar biasa gila?”

Advertisements

Leave a Comment »

No comments yet.

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Create a free website or blog at WordPress.com.

%d bloggers like this: