Kumpulan Cerita Silat

15/11/2008

Pisau Terbang Li (15)

Filed under: Pisau Terbang Li — ceritasilat @ 2:09 am

Cinta Sejati

(Terima kasih kepada Saudara Dodokins)

Setelah hujan salju terus menerus untuk beberapa hari, matahari muncul kembali hari ini.

Namun cahayanya tidak sampai ke ruangan yang satu ini. Sungguh pun demikian, Li Xun Huan tidak putus asa. Ia tahu beberapa tempat di dunia ini tidak pernah merasakan cahaya matahari.
(more…)

Advertisements

14/11/2008

Pisau Terbang Li (14)

Filed under: Pisau Terbang Li — ceritasilat @ 2:08 am

Beberapa Hal Tak Bisa Dijelaskan

(Terima kasih kepada Saudara Dodokins)

Sahut Lin Xian Er, “Jadi Tuan Tian belum bisa melihat bahwa ia mengenakan Rompi Benang Emas?”

Mata Tian Qi melebar, “Jadi itulah sebabnya saat Saudara Muo Yun memukulnya, malah tangannya sendiri yang terluka.”
(more…)

13/11/2008

Pisau Terbang Li (13)

Filed under: Pisau Terbang Li — ceritasilat @ 2:09 am

Bencana yang Aneh

(Terima kasih kepada Saudara Dodokins)

Tanya Lin Shi Yin, “Jadi kau setuju?”

Li Xun Huan mengatupkan giginya, “Tak tahukah kau bahwa aku suka sekali menyakiti orang?”
(more…)

12/11/2008

Pisau Terbang Li (12)

Filed under: Pisau Terbang Li — ceritasilat @ 2:06 am

Keduanya adalah Orang-orang yang Patah Hati

(Terima kasih kepada Saudara Dodokins)

Walaupun hari masih siang, langit mendung bagaikan magrib.

Ah Fei berjalan tenang, sama seperti waktu pertama kali Tie Zhuan Jia melihat dia berjalan. Masih begitu kesepian, begitu lelah.
(more…)

11/11/2008

Pisau Terbang Li (11)

Filed under: Pisau Terbang Li — ceritasilat @ 8:51 am

Penyelamat dari Langit

(Terima kasih kepada Saudara Dodokins)

Ketika si wanita mata satu mendengar seseorang berteriak dari luar, ia segera keluar dan bertanya, “Apa yang begitu penting sampai kau berteriak-teriak seperti oang kesurupan?”

Kata orang itu, “Aku baru saja bertemu dengan Zhao Zheng Yi. Katanya orang marga Tie itu ada….”
(more…)

10/11/2008

Pisau Terbang Li (10)

Filed under: Pisau Terbang Li — ceritasilat @ 2:05 am

Persoalan 18 Tahun yang Lalu

(Terima kasih kepada Saudara Dodokins)

Li Xun Huan menarik nafas panjang, lalu berkata, “Aku mengajarimu terlalu banyak. Dan kau pun belajar terlalu cepat.”

Ia tiba-tiba melepaskan tangannya, bangkit dan merapikan pakaiannya. Ia melihat keluar jendela dan berkata, “Pertunjukan hari ini telah selesai. Jika kau belum puas, silakan datang lagi besok pagi.”
(more…)

09/11/2008

Pisau Terbang Li (09)

Filed under: Pisau Terbang Li — ceritasilat @ 2:01 am

Pertemuan Kembali

(Terima kasih kepada Saudara Dodokins)

Waktu anak muda itu mendengar perkataan Li Xun Huan, ia berusaha tenang. Lalu ia menyeringai dan berkata, “Sangat menarik. Perkataanmu sangat menarik. Bagaimana sehelai jubah bisa punya mata?”

Li Xun Huan tersenyum dan menjawab, “Kalau jubahku tidak punya mata, bagaimana ia dapat melihat kedatangan pedangmu? Lalu bagaimana aku dapat mengelak dari bokonganmu?”
(more…)

08/11/2008

Pisau Terbang Li [08]

Filed under: Pisau Terbang Li — ceritasilat @ 2:01 am

Masa Lalu Tak Mungkin Diubah

(Terima kasih kepada Saudara Dodokins)

Dulu taman ini adalah milik Li Xun Huan. Ia tumbuh di sini. Masa kecilnya menyenangkan dan penuh kenangan indah. Namun demikian, di tempat ini pulalah ia mengantarkan kedua orang tuanya dan kakaknya ke tempat peristirahatan mereka yang terakhir.

Siapa sangka, ia menjadi orang asing di tempat ini.
(more…)

07/11/2008

Pisau Terbang Li (07)

Filed under: Pisau Terbang Li — ceritasilat @ 1:58 am

Tidak Sengaja Melukai Anak Sahabat

(Terima kasih kepada Saudara Dodokins)

Setelah Li Xun Huan minum anggur, obat penawarnya bekerja lebih cepat. Setelah dua belas jam, tenaganya berangsur-angsur pulih.

Hari sudah mulai fajar. Sang Kusir sama sekali tidak terlelap, namun ia tetap bersemangat. Hanya saja karena minum terlalu banyak, kepalanya terasa berdenyut-denyut.
(more…)

06/11/2008

Pisau Terbang Li (06)

Filed under: Pisau Terbang Li — ceritasilat @ 1:51 am

Penyelamat di Kampung Halaman Si Pemabuk

(Terima kasih kepada Saudara Dodokins)

Sang Kusir tiba-tiba melompat, menanggalkan kemejanya, dan menyambut salju dan angin dingin dengan dada telanjang.

Bagai seekor kuda, ditariknya kereta itu.
(more…)

05/11/2008

Pisau Terbang Li (05)

Filed under: Pisau Terbang Li — ceritasilat @ 1:42 am

Pengejaran di Malam Bersalju

(Terima kasih kepada Saudara Dodokins)

Li Xun Huan mengambil botol arak dan menghabiskan seluruh anggur di dalamnya. Lalu ia terbatuk-batuk dan terus terbatuk-batuk, sampai wajahnya yang pucat menjadi merah darah. Tangannya memegang dadanya dan berkata pada dirinya sendiri, “Xiao Yun, Shi Yin. Aku tak pernah menyalahkan kalian berdua. Apa pun yang dikatakan orang, aku tak akan menyalahkan kalian, sebab kalian memang tidak berbuat salah. Semua kesalahan, akulah yang melakukannya.”

Tiba-tiba pintu kayu itu terpentang lebar.
(more…)

04/11/2008

Pisau Terbang Li (04)

Filed under: Pisau Terbang Li — ceritasilat @ 1:22 am

Kecantikan yang Menyentuh Sanubari

(Terima kasih kepada Saudara Dodokins)

Sun Kui menjawab, “Kau tahu apa? Jika aku berhasil membunuh Si Bandit Bunga Plum, tidak saja akan kudapatkan ketenaran, tapi juga banyak keuntungan yang lain.”

“Apa?”
(more…)

03/11/2008

Pisau Terbang Li (03)

Filed under: Pisau Terbang Li — ceritasilat @ 1:12 am

Mustika yang Menggoyahkan Hati Manusia

(Terima kasih kepada Saudara Dodokins)

Li Xun Huan memandang sekali lagi. Leher ‘Singa Emas’ telah ditusuk!

Namun badannya masih berdiri tegak! Artinya, siapa pun pembunuhnya, ia memiliki keahlian pedang yang tinggi. Ketepatannya! Kecepatannya!
(more…)

Kisah Membunuh Naga (55)

Filed under: Kisah Membunuh Naga — ceritasilat @ 12:46 am

Kisah Membunuh Naga (55)
Oleh Jin Yong

(Terima kasih kepada Saudara Pepe Haliwell)

Mendengar perkataan muridnya, Biat Coat berkata, “Cie Jiak, lekas turun, jangan perdulikan aku!
Penjahat ini terlalu mengejek aku. Tak bisa aku mengampuni jiwanya.”

Ho Pit Ong mengeluh. Ia ingin menolong soehengnya dan di luar dugaan, si nenek menyerang secara
nekat-nekatan. “Biat coat Soethay!” teriaknya. “Omongan itu berasal dari Kouw Touwtoo, bukan
karanganku.”
(more…)

02/11/2008

Pisau Terbang Li (02)

Filed under: Pisau Terbang Li — ceritasilat @ 1:08 am

Pisau Terbang Li (02)

Teman Akrab Tersimpan dalam Lautan

(Terima kasih kepada Saudara Dodokins)

Kereta kuda kini penuh dengan botol-botol anggur. Anggur ini dibeli oleh si anak muda, jadi ia minum sebotol demi sebotol, menikmati kelezatannya.

Li Xun Huan memandangnya dengan gembira. Jarang sekali ia bertemu seseorang yang menarik perhatiannya, tapi anak muda ini sungguh-sungguh menarik.
(more…)

« Newer PostsOlder Posts »

Create a free website or blog at WordPress.com.