Kumpulan Cerita Silat

30/11/2008

Pisau Terbang Li (30)

Filed under: Pisau Terbang Li — ceritasilat @ 1:05 am

Malam yang Sangat Sangat Panjang

(Terima kasih kepada Saudara Dodokins)

Kabut menyelimuti keheningan malam. Di dahan hanya terlihat satu dua lembar daun. Kolam teratai pun penuh dengan daun-daun kering yang gugur. Rumput di jalan setapak sudah menjadi coklat. Dulu, bunga-bunga berwarna merah, pohon-pohon penuh dengan daunnya yang hijau lebat, harum bunga plum semerbak ke seluruh paviliun. Tapi kini semua telah tiada. Di ujung jembatan itu ada sebuah bangunan kecil, Bilik Keharuman Sejuk.

Di sini pernah tinggal pahlawan gagah dunia persilatan. Pernah juga tinggal wanita tercantik di seluruh dunia. Saat itu, bunga-bunga plum masih bermekaran dan keharumannya sungguh menawan hati.
(more…)

Blog at WordPress.com.