Kumpulan Cerita Silat

13/08/2008

Memanah Burung Rajawali – 43

Filed under: Jin Yong, Memanah Burung Rajawali — ceritasilat @ 1:19 am

Memanah Burung Rajawali – 43
Bab 43. Melawan Batu Besar
Oleh Jin Yong

(Terima kasih kepada Chu)

Walaupun ia telah berkeputusan demikian, Auwyang Kongcu tidak segera turun tangan untuk mewujudkan itu. Ia masih sangat lelah maka ia beristirahat terus. Ia menjalankan napasnya, untuk meluruskan pernapasannya.

Sesudah berselang lama, baru ia berbangkit bangun, akan mencari sebatang pohon yang kuat, yang ia patahkan, untuk dipakai sebagai senjata, untuk menotok jalan darah. Tiba di dekat gua, ia bertindak dengan hati-hati. Biar bagaimana, ia masih jeri terhadap pengemis tua itu. Di mulut gua ia memasang kupingnya. Ia tidak dapat mendengar suara apa juga. Ia masih menanti beberapa saat, baru ia bertindak masuk. Tidak berani ia masuk langsung, ia mepet-mepet di pinggiran, majunya setindak demi setindak. Sekarang ia bisa melihat Pak Kay lagi duduk bersila menghadap matahari, orang tua itu lagi berlatih dengan ilmu dalamnya, dilihat dari air mukanya yang segar, ia seperti tidak tengah menderita luka parah.
(more…)

Kisah Membunuh Naga (33)

Filed under: Jin Yong, Kisah Membunuh Naga — ceritasilat @ 12:50 am

Kisah Membunuh Naga (33)
Oleh Jin Yong

(Terima kasih kepada Saudara Pepe Haliwell, Eeyore dan Yin)

Si nona bersenyum-senyum yang penuh dengan rasa beruntung. Sambil bersandar pada dada pemuda it, ia berkata, “Dulu, waktu aku minta kau mengikuti aku, kau bukan saja sudah menolak, tapi juga memukul aku, mencaci. Aku merasa sangat beruntung, bahwa sekarang kau bisa mengatakan begitu.”

Perkataan si nona seolah-olah air dingin yang menyiram kepala pemuda itu. Ia mendapat kenyataan, bahwa dengan mendengar perkataannya sambil memeramkan mata, nona itu membayang bayangkan, bahwa perkataan itu dikeluarkan oleh pemuda yang dipujanya, tapi yang sudah menyakiti hatinya.
(more…)

Hina Kelana: Bab 129. Rahasia Put-kay Hwesio yang Aneh

Filed under: +Hina Kelana, Jin Yong — ceritasilat @ 12:41 am

Hina Kelana
Bab 129. Rahasia Put-kay Hwesio yang Aneh
Oleh Jin Yong

Begitulah Lenghou Tiong mengikuti ajakan Gi-lim. Keduanya terus berjalan ke jurusan sana tanpa buka suara sedikit pun.

Setelah menyusuri sebuah jalanan sempit, akhirnya mereka keluar dari lembah itu, tiba-tiba terdengar Gi-lim berkata, “Kau sendiri tidak dapat mendengar pembicaraan orang, buat apa kau berada di sana?” Ucapan ini agaknya tidak ditujukan kepadanya melainkan cuma menggumam sendiri saja.
(more…)

Create a free website or blog at WordPress.com.