Kumpulan Cerita Silat

12/08/2008

Memanah Burung Rajawali – 42

Filed under: Jin Yong, Memanah Burung Rajawali — ceritasilat @ 1:17 am

Memanah Burung Rajawali – 42
Bab 42. Di Pulau Terpencil
Oleh Jin Yong

(Terima kasih kepada Chu)

Oey Yong selulup, ia berenang ke arah air berputar itu. Ia tidak jeri untuk tenaga besar dari usar-usaran air itu, ia dapat mempertahankan diri dari sedotan yang keras. Di situ ia selulup ubak-ubakan, untuk mencari Kwee Ceng. Lama ia berputaran, Kwee Ceng tidak nampak, Auwyang Hong pun tidak ada. Maka maulah ia menduga, kedua orang itu telah kena terbawa perahu sampai di dasar laut…

Lama-lama lelah juga Oey Yong. Tapi ia masih belum putus asa, ia bahkan penasaran. Maka ia mencari terus. Sangat ia mengharap-harapkan nanti dapat menemukan si anak muda. Diam-diam ia mengharapi bantuan Thian, mengasihani dia. Tapi masih sia-sia belaka usahanya itu. Saking letih, ia muncul ke muka air. Ia berenang ke perahu kecil. Di dalam hatinya ia berjanji, sebentar ia akan selulup pula, untuk mencari terlebih jauh.
(more…)

Kisah Membunuh Naga (32)

Filed under: Jin Yong, Kisah Membunuh Naga — ceritasilat @ 12:57 am

Kisah Membunuh Naga (32)
Oleh Jin Yong

(Terima kasih kepada Saudara Pepe Haliwell, wibowoindra dan Thor)

“Sebab takut dipukul olehmu,” jawabnya.

Mendadak Coe Tiang Leng menyambar pundak Boe Kie dengan gerakan Kin na cioe. “Sekarang kau tak takut lagi?” bentaknya. Tiba-tiba ia merasa telapak tangannya panas, lengannya bergemetar dan ia terpaksa melepaskan cengkramannya. Tapi walaupun begitu, dadanya sakit dan menyesak. Ia mundur beberapa tindak dan berkata dengan suara parau. “Kau…ilmu apa itu?”

Sesudah memiliki Kioe yang sin kang, inilah untuk pertama kalinya Boe Kie menjajalnya. Ia sendiri baru tahu hebatnya ilmu tersebut. Dengan hanya menggunakan dua bagian tenaga, Coe Tiang Leng seorang ahli silat kelas satu sudah dapat dijatuhkan. Kalau ia mengerahkan seluruh tenaga mungkin sekali lengan orang tua itu sudah menjadi patah. Ia girang bukan main dan sambil mengawasi muka si tua, bertanya seraya tersenyum, “Coe Pehpeh, bagaimana pendapatmu? Apa ilmuku cukup lihay?”
(more…)

Blog at WordPress.com.