Kumpulan Cerita Silat

08/08/2008

Kisah Membunuh Naga [28]

Filed under: Jin Yong, Kisah Membunuh Naga — ceritasilat @ 1:53 am

Kisah Membunuh Naga [28]
Oleh Jin Yong

(Terima kasih kepada Saudara Pepe Haliwell, Thor)

Kedua ular itu saling mendekati dan mengeluarkan lidah mereka, yang bertopi emas menjilat punggung ular yang bertopi perak, sedang yang bertopi perakpun menjilat punggung yang bertopi emas. Sambil menunjukkan sikap saling mencintai itu. Perlahan-lahan mereka saling mendekati lingkaran. Buru-buru Boe Kie memasang kedua bumbung bambu di lubang lingkaran dan dengan tongkat bambu, ia menggebrak buntut Gin-koan Hiat-coa. Sekali berkelebat ular itu sudah masuk ke dalam bumbung. Kim-koan Hiat-coa masuk ikut masuk, tapi karena bumbung itu kecil, dan hanya memuat seekor ular dia tidak berhasil. Tiba-tiba ia mengeluarkan suara nyaring luar biasa. Boe Kie segera mencekal bumbung yang lain dan menggebrak pula buntut si topi emas yang sekali lompat, sudah masuk ke dalam bumbung. Si bocah lalu mengambil sumbat kayu dan menyumbat lubang bumbung.

Sedari Kim-gin Hiat-coa keluar, semua orang mengamati dengan menahan nafas dan jantung berdebar. Sesudah Boe Kie menutup bumbung, barulah barulah mereka bernafas lega.
(more…)

Memanah Burung Rajawali – 38

Filed under: Memanah Burung Rajawali — ceritasilat @ 12:19 am

Memanah Burung Rajawali – 38
Bab 38. Memilih Baba Mantu
Oleh Jin Yong

(Terima kasih kepada Chu)
Auwyang Hong melihat Cit Kong tidak segera menjawab, ia mendahului: “Baiklah begini keputusan kita! Sebenarnya saudara Yok sudah menerima naik keponakanku tetapi karena memandang mukanya saudara Cit, biarlah kedua bocah itu diuji pula! Aku lihat cara ini tidak sampai merenggangkan kerukunan.” Ia lantas berpaling kepada keponakannya, akan membilang: “Sebentar, apabila kau tidak sanggup melawan Kwee Sieheng, itu tandanya kau sendiri yang tidak punya guna, kau tidak dapat menyesalkan lain orang, kita semua mesti dengan gembira meminum arak kegirangannya Kwee Sieheng itu! Jikalau kau memikir lainnya, hingga timbul lain kesulitan, bukan saja kedua locianpwee bakal tidak menerima kau, aku sendiri pun tidak gampang-gampang memberi ampun padamu!”

Ang Cit Kong tertawa berlenggak.
(more…)

Create a free website or blog at WordPress.com.