Kumpulan Cerita Silat

06/08/2008

Kisah Membunuh Naga (26)

Filed under: Jin Yong, Kisah Membunuh Naga — ceritasilat @ 1:49 am

Kisah Membunuh Naga (26)
Oleh Jin Yong

(Terima kasih kepada Saudara Pepe Haliwell)

Si nenek bersenyum, “Bagus ! Bagus!”, katanya, “Kau sungguh seorang anak yang baik?”

“Popo, mengapa kau tidak menuang air perak kedalam kupingku?” tanya si bocah dengan berani. “Mengapa kau tidak memaksa aku menelan jarum? Huh huh ! Dulu, waktu masih kecil, aku sudah tak takut segala siksaan. Apalagi sekarang?”
(more…)

Memanah Burung Rajawali – 36

Filed under: Jin Yong, Memanah Burung Rajawali — ceritasilat @ 1:40 am

Memanah Burung Rajawali – 36
Bab 36. Ilmu Silat dari Kitab yang Diperebuti
Oleh Jin Yong

(Terima kasih kepada Chu)

Entah sudah lewat berapa banyak hari, maka pada suatu tengah hari bersantap, Ciu Pek Thong berkata pada adik angkatnya: “Adik, kau telah berhasil mewariskan ilmu silat Kong-beng-kun, selanjutnya aku tidak bakal mampu merobohkan kau pula. Karena itu kita harus menukar caranya bermain-main.”

Kwee Ceng gembira, dia tertawa. “Bagus, toako. Apakah caramu itu?”
(more…)

Hina Kelana: Bab 128. Intrik Gak Put-kun Terhadap Hing-san-pay

Filed under: +Hina Kelana, Jin Yong — ceritasilat @ 1:01 am

Hina Kelana
Bab 128. Intrik Gak Put-kun Terhadap Hing-san-pay
Oleh Jin Yong

(Terima kasih kepada Tungning)

Lenghou Tiong merenungkan kembali percakapannya dengan Ing-ing di gua itu tentang pengalamannya di Siau-lim-si, di mana dia telah kena ditendang dengan keras oleh Gak Put-kun, ia tidak terluka, sebaliknya tulang kaki Gak Put-kun sendiri patah malah. Hal ini sangat mengherankan Ing-ing, katanya ayahnya (Yim Ngo-heng) juga tidak habis paham atas kejadian itu. Sebab seperti diketahuinya di dalam tubuh Lenghou Tiong sudah banyak bertambah dengan lwekang yang disedotnya dari beberapa tokoh silat kelas tinggi, namun untuk bisa menggunakan campuran lwekang itu buat menyerang lawan diperlukan latihan yang cukup, padahal waktu itu Lenghou Tiong belum mencapai taraf demikian. Kini kalau dipikir, jelas Gak Put-kun sengaja pura-pura, sengaja diperlihatkan kepada Co Leng-tan agar saingannya itu menilai rendah kepandaiannya dan lengah.

Dan benar juga usaha Co Leng-tan dengan susah payah untuk menggabungkan Ngo-gak-kiam-pay akhirnya cuma sia-sia saja, orang lain yang menarik keuntungannya.
(more…)

Blog at WordPress.com.