Kumpulan Cerita Silat

17/07/2008

Hina Kelana: Bab 123. Rahasia Munculnya Lo Tek-nau

Filed under: +Hina Kelana, Jin Yong — ceritasilat @ 3:04 am

Hina Kelana
Bab 123. Rahasia Munculnya Lo Tek-nau
Oleh Jin Yong

Selang sejenak barulah Peng-ci meneruskan pula, “Dengan perlahan ibumu berkata, ‘Sudah tentu aku tahu, sebab kiam-boh itu justru kau sendiri yang mengambilnya.’ – Dengan gusar ayahmu menjerit pula, ‘Maksudmu men… men….’ tapi hanya sekian saja ucapannya dan mendadak bungkam.

“Suara ibumu sangat tenang, katanya pula, ‘Dalam keadaan pingsan tempo hari, ketika aku membubuhi obat pada luka Anak Tiong, kulihat dalam bajunya tersimpan sepotong kasa yang penuh tulisan mengenai ilmu pedang. Ketika untuk kedua kalinya aku memberi obat padanya ternyata kasa itu sudah tidak ada, waktu itu Anak Tiong masih belum sadar kembali. Selama itu di dalam kamar selain kita berdua tiada orang ketiga lagi, dan yang pasti aku sendiri tidak ambil kasa bertulis ilmu pedang itu.’
(more…)

Advertisements

Memanah Burung Rajawali – 17

Filed under: Jin Yong, Memanah Burung Rajawali — ceritasilat @ 2:41 am

Memanah Burung Rajawali – 17
Bab 17. Pangeran Wanyen Kang
Oleh Jin Yong

(Terima kasih kepada Chu)

Kena dihajar secara demikian, pemuda kita merasa kegelapan mata. Tidak sempat ia mengempos semangatnya. Bagus untuknya, selama dua tahun ia telah peroleh latihan tenaga dalam dari Tang Yang Cu Ma Giok, walaupun ia terhajar hebat, ia tidak terluka, tidak patah tulang-tulang rusuknya, ia cuma merasakan sangat sakit. Dalam pada itu, ia sadar akan dirinya, maka tidak membuat tempo lagi, ia melakukan pembalasan, dengan tendangan beruntun Wanyoh Lian-hoan-twie, maka dalam sekejap saja, ia dapat menendang terus-terusan sembilan kali, semuanya cepat dan hebat. Inilah pelajaran yang ia wariskan dari Ma Ong Sin Han Po Kie di Malaikat Raja Kuda, dengan ilmu mana Han Po Kie pernah robohkan beberapa jago dari Selatan dan Utara. Hanya sampai sebegitu jauh, Kwee Ceng belum mendapatkan kesempurnaannya.

Kongcu itu menjadi repot, ia berklit dan berlompatan tiada hentinya. Tujuh tendangan ia bisa kasih lolos, tetapi yang kedelapan dan kesembilan, telah mengenakan kempolannya kiri dan kanan. Syukur untuknya, karena berberang ia berkelit, ia tak sampai tertendang roboh, ia cuma terjerunuk.
(more…)

Blog at WordPress.com.