Kumpulan Cerita Silat

08/07/2008

Pendekar-Pendekar Negeri Tayli – 24

Filed under: Jin Yong, Pendekar-Pendekar Negeri Tayli — ceritasilat @ 2:30 am

Pendekar-Pendekar Negeri Tayli – 24
Oleh Jin Yong

(Terima Kasih Kepada Nra)

“Kiranya jembatan itu adalah sebuah tok-bok-kip (jembatan balok kayu tunggal) yaitu hanya selonjor balok yang menghubungkan ujung sini dengan seberang sana. Di sebelah sini berdiri seorang laki-laki berbaju hitam dan sebelah sana berdiri seorang desa sambil memikul satu pikulan rabuk kotoran.

“Rupanya kedua orang itu bertengkar karena berebut hak jalan lebih dulu. Si orang desa menyatakan dia membawa pikulan yang berat, tidak mungkin mundur, maka laki-laki berbaju hitam itu disuruh memberi jalan dulu.
(more…)

Pendekar-Pendekar Negeri Tayli – 23

Filed under: Jin Yong, Pendekar-Pendekar Negeri Tayli — ceritasilat @ 2:23 am

Pendekar-Pendekar Negeri Tayli – 23
Oleh Jin Yong

(Terima Kasih Kepada Nra)

Keruan Tiang-pi-soh atau si kakek lengan panjang yang dipanggil sebagai Tan-tianglo itu melengak, sahutnya, “Pangcu, orang ini terlalu kurang ajar, ilmu silatnya juga tidak rendah, kalau dibiarkan hidup, kelak tentu akan membahayakan.”

“Benar juga katamu,” ujar Kiau Hong sambil mengangguk. “Tapi kita belum lagi ketemu lawan utama dan belum-belum sudah melukai bawahannya, hal ini akan merosotkan pamor kita sendiri. Maka menurut pendapatku, lebih baik kita jaga nama dan wibawa kita lebih dulu.”
(more…)

Memanah Burung Rajawali – 08

Filed under: Jin Yong, Memanah Burung Rajawali — ceritasilat @ 1:50 am

Memanah Burung Rajawali – 08
Bab 08. Pedang Mustika
Oleh Jin Yong

(Terima kasih kepada Chu)

Girang Temuchin melihat kedatangan Jebe. Ia menempatkan orang gagah itu dibawah Ogotai, putranya yang ketiga yang menjadi satu siphu-thio, kepala komponi yang memimpin sepuluh serdadu. Setelah menemui tiga putra Temuchin, Jebe mencari Borchu untuk menghanturkan terima kasih. Borchu menyambut dengan baik, karena keduanya saling menghormati dan menghargai, lantas saja mereka menjdia sahabat kental.

Jebe ingat budinya Kwee Ceng, ia perlakukan itu bocah dan ibunya dengan baik. Ia telah pikir, setelah Kwee Ceng tambah umurnya akan ia wariskan ilmu panah dan ilmu silat kepadanya.
(more…)

Kisah Membunuh Naga [08]

Filed under: Jin Yong, Kisah Membunuh Naga — ceritasilat @ 1:48 am

Kisah Membunuh Naga [08]
Oleh Jin Yong

(Terima kasih kepada Saudara Pepe Haliwell)

Mendengar pemuda itu adalah salah seorang dari Boe tong Cit hiap, Pek Kwie Sioe terkejut. “Sudah lama aku mendengar nama besar dari Boe tong Cit hiap,” “katanya. “Aku merasa sangat beruntung, bahwa di hari ini aku dapat bertemu muka dengan Thio Ngohiap.”

Thio Coei San segera menjawab dengan perkataan-perkataan merendahkan diri.
(more…)

Blog at WordPress.com.