Kumpulan Cerita Silat

07/07/2008

Pendekar-Pendekar Negeri Tayli – 22

Filed under: Jin Yong, Pendekar-Pendekar Negeri Tayli — ceritasilat @ 2:21 am

Pendekar-Pendekar Negeri Tayli – 22
Oleh Jin Yong

(Terima Kasih Kepada Nra)

“Ilmu silat Loji dengan sendirinya bukan nomor satu di dunia ini,” demikian tutur Pau-sam. “Tapi kalau dia tak sanggup melawan orang dan ingin melarikan diri, kuyakin di jagat ini juga tiada seorang pun mampu menahannya. Apalagi mereka suami-istri gabung bersama, tiada seorang pun yang mereka takuti. Tapi demi keselamatan Buyung-hiante, ia pikir mendatangkan bala bantuan lebih banyak akan lebih baik.”

“Apa yang dikatakan tujuh golongan dan aliran keempat provinsi itu entah terdiri dari orang-orang macam apa?” tanya Giok-yan. Terhadap ilmu silat dari berbagai aliran tiada satu pun yang tak dikenalnya. Maka asal ia tahu dari golongan atau aliran mana, untuk menghadapinya menjadi sangat mudah.
(more…)

Memanah Burung Rajawali – 07

Filed under: Jin Yong, Memanah Burung Rajawali — ceritasilat @ 1:53 am

Memanah Burung Rajawali – 07
Bab 07. Adu Panah
Oleh Jin Yong

(Terima kasih kepada Chu)

Lie Peng ada bersama Toan Thian Tek, mereka masing-masing menunggang satu kuda, tetapi serbuan sisa tentera “musuh” itu demikian hebat, mereka ke dibikin terpencar, terpaksa nyonya Kwee lari sendirian. Syukur untuknya, karena sisa tentera itu main saling selamatan diri sendiri, ia tidak mendapat gangguan. Hanya sesudah lari serintasan, ia merasakan perutnya mulas, sakit sekali, hingga tanpa dapat ditahan lagi, ia rubuh dari kudanya. Ia pingsan. Entah sudah lewat berapa lama, ia sadar sendirinya dengan perlahan-lahan. Untuk kagetnya, samar-samar ia dengar tangisan bayi. Ia belum sadar betul, tak tahu ia dirinya berada di dunia baka atau masih hidup. Ia hanya dengar tangisan itu makin lama makin keras. Ia geraki tubuhnya, tapi ia merasa ada benda yang membanduli perutnya.

Ketika itu masih malam, sang rembulan mengencang di atas langit, muncul di antara sang awan. Sekarang baru Lie Peng sadar betul, setelah ia melihat dengan tegas, tanpa merasa ia menangis menggerung-gerung. Nyatalah dalam keadaan seperti itu, ia telah melahirkan anak…….
(more…)

Kisah Membunuh Naga (07)

Filed under: Jin Yong, Kisah Membunuh Naga — ceritasilat @ 1:44 am

Kisah Membunuh Naga (07)
Oleh Jin Yong

(Terima kasih kepada Saudara Pepe Haliwell)

Sesudah berjalan beberapa lama, tanpa merasa Coei San dongak mengawasi rembulan yang sedang dipandang sinona. Tiba-tiba di sebelah timur laut muncul segumpal awan hitam. Benar juga orang kata, angin dan awan tak dapat ditaksir kedatangannya. Dengan cepat, awan itu bergerak dan meluas. Tak lama kemudian, rembulan sudah tertutup awan hitam dan berbareng dengan turunnya angin, hujan gerimis mulai turun.

Ketika itu, Coei San sedang berjalan digili-gili yang berdampingan dengan sebidang tanah lapang dan disekitar itu tak ada tempat meneduh. Tapi pemuda yang sedang was-was itu pun tidak ingin cari tempat meneduh. Walaupun yang turun hanya gerimis, lama-lama pakaian Coei San basah juga. Ia melirik si nona yang juga masih tetap duduk di kepala perahu, dengan tak menghiraukan serangan hujan. Tiba-tiba ia tersadar.
(more…)

Blog at WordPress.com.