Kumpulan Cerita Silat

05/07/2008

Pendekar-Pendekar Negeri Tayli – 20

Filed under: Jin Yong, Pendekar-Pendekar Negeri Tayli — ceritasilat @ 2:17 am

Pendekar-Pendekar Negeri Tayli – 20
Oleh Jin Yong

(Terima Kasih Kepada Nra)

“Aku adalah tukang kebun yang disuruh menanam bunga oleh Hujin,” sahut Toan Ki dengan berlagak tertawa. “Peng-mama, apakah sudah siap rabuknya?”

“Tunggulah sebentar, tidak lama lagi akan tersedia,” sahut Peng-mama. Lalu ia berpaling kembar dan tanya Giok-yan, “Siocia, Buyung-siauya sangat sayang kepada kedua pelayannya ini, bukan?”
(more…)

Advertisements

Kisah Membunuh Naga (05)

Filed under: Jin Yong, Kisah Membunuh Naga — ceritasilat @ 1:35 am

Kisah Membunuh Naga (05)
Oleh Jin Yong

(Terima kasih kepada Saudara Pepe Haliwell)

Sementara itu, karena leher dan badannya tak bisa bergerak, Jie Thai Giam hanya bisa melihat bendera piauw yang tertancap di pot bunga. Untuk sejenak seluruh ruangan sunyi senyap dan yang terdengar hanyalah bunyi lalat yang beterbangan kian kemari. Lain suara yang didengarnya ialah suara nafas Touw Tay Kim yang tersengal-sengal. Walaupun tak melihat mukanya, ia bisa menebak, bahwa Cong piauw tauw itu tengah mengawasi emas yang berkeredepan dengan mata membelalak.

Beberapa saat kemudian, barulah terdengar suara Touw Tay Kim, “In Toa ya, piauw apa yang mau diantar?”
(more…)

Memanah Burung Rajawali – 05

Filed under: Jin Yong, Memanah Burung Rajawali — ceritasilat @ 1:13 am

Memanah Burung Rajawali – 05
Bab 05. Pertarungan Mati Hidup
Oleh Jin Yong

(Terima kasih kepada Chu)

Segera terlihat orang banyak yang naik ke loteng itu adalah serdadu-serdadu bangsa Kim, sebagaimana mereka gampang dikenali dengan seragam mereka. Melihat mereka itu, naik darahnya Khu Cie Kee. Ia hargakan Kanglam Cit Koay, ia menyangka mereka itu diperdayakan oleh Ciauw Bok Hweshio, maka itu sampai sebegitu jauh, ia layani mereka separuh main-main, akan tetapi sekarang tak dapat ia atasi diri lagi. Sangking murkanya,ia tertawa terbahak-bahak.

“Ciauw Bok Hweshio! Kanglam Cit Koay!” ia berseru, “Walaupun kasih datang tambahan tigaribu lagi serdadu berandal Kim, toya kamu masih tidak jerih!”
(more…)

Blog at WordPress.com.