Kumpulan Cerita Silat

16/06/2008

Pendekar-Pendekar Negeri Tayli – 02

Filed under: Jin Yong, Pendekar-Pendekar Negeri Tayli — ceritasilat @ 1:57 am

Pendekar-Pendekar Negeri Tayli – 02
Oleh Jin Yong

(Terima Kasih Kepada Eve1yn)

“Jangan bodoh!” cepat Ciong Ling mencegah. “Urusan orang Kangouw sedikit pun engkau tidak paham, kalau sampai bikin sirik orang, aku takkan mampu menolongmu.”

“Jangan khawatir bagiku” sahut Toan Ki. “Kau tunggu saja di sini, sebentar aku akan kembali.”
(more…)

15/06/2008

Pendekar-Pendekar Negeri Tayli – 01

Filed under: Jin Yong, Pendekar-Pendekar Negeri Tayli — ceritasilat @ 1:53 am

Pendekar-Pendekar Negeri Tayli – 01
Oleh Jin Yong

(Terima Kasih Kepada Eve1yn)

Sinar hijau berkelebat, sebatang pedang Jing-kong-kiam menusuk cepat ke pundak kiri seorang laki-laki setengah umur.

Belum lagi serangan itu mengenai sasaran, penyerang itu sudah menggeser ke samping dan menyerang pula ke leher kanan laki-laki itu.
(more…)

09/06/2008

Duke of Mount Deer (35)

Filed under: Duke of Mount Deer, Jin Yong — ceritasilat @ 11:00 pm

Duke of Mount Deer (35)
Oleh Jin Yong

Liu Tay-hong yang mendengar perkataan Tan Kin lam barusan, segera bertanya, “Tan Cong tocu, jadi tadi kau menggunakan ilmu ‘Ceng-hiat sin Jiau’ untuk menghadapi pemuda itu? Menurut apa yang pernah kudengar, siapa yang terkena serangan ilmu itu, dalam waktu tiga hari darah di seluruh tubuhnya akan membeku, dan orang itu tidak bisa bergerak sama sekali serta tidak dapat disembuhkan lagi. Benarkah?”

Tan Kin-lam menarik nafas panjang. “Pada dasarnya, sifat ilmu itu memang keji sekali,” sahutnya. “Aku sebenarnya tidak berniat menggunakan ilmu itu, tapi cara kedatangannya sungguh luar biasa dan dia sudah mendengar percakapan rahasia kita. Ilmunya juga lihay sekali dan kita belum tahu maksud kedatangannya. Untuk menjaga diri kita semua terhadap hal yang tidak diinginkan, terpaksa aku menggunakan ilmu itu. Perbuatanku tadi sarna sekali tidak mirip seorang laki-laki sejati dan aku menjadi malu karenanya!”
(more…)

08/06/2008

Kisah si Rase Terbang (01)

Filed under: Jin Yong, Kisah Si Rase Terbang — ceritasilat @ 11:05 pm

Kisah si Rase Terbang (01)
Oleh Jin Yong

(Terima Kasih kepada Ririn)

Musim dingin belum menyingkir dari daerah Utara. Gunung Tiang-pek-san masih mengenakan mantel salju yang putih bersih. Saat itu fajar mulai menyingsing dan timbunan salju memantulkan kembali cahaya matahari dalam beribu warna, seakan-akan beribu permata tersebar di situ.

Suasana tenang tenteram, damai dan suci seakan-akan hendak mengesankan bahwa dunia ini sungguh indah, bila saja tidak dinodai perbuatan manusia yang penuh angkara. Tetapi di sini pun tiba- tiba terdengar mendesisnya sebatang anak panah yang dilepaskan dari balik gunung di sebelah Timur dan melayang ke tengah angkasa.
(more…)

Duke of Mount Deer (34)

Filed under: Duke of Mount Deer, Jin Yong — ceritasilat @ 11:00 pm

Duke of Mount Deer (34)
Oleh Jin Yong

(Terima kasih kepada hy_edl048 dan Pipit)

Belum lagi Kiam Seng dan Tay Hong menyahut, salah seorang di antara mereka sudah menyela.

“Aku yang rendah bersama murid dan keponakan muridku Lau It-Cou telah ditolong oleh Wi Hiocu, budinya yang luar biasa besarnya ibarat mega di langit. Aku juga pernah menyatakan pada Cian suhu, apabila perkumpulan tuan-tuan memerlukan bantuan, kami siap menjalankan tugas apa saja yang diperintahkan.”
(more…)

07/06/2008

Hina Kelana: Bab 120. Matinya Ih Jong-hay dan Bok Ko-hong

Filed under: +Hina Kelana, Jin Yong — ceritasilat @ 11:03 pm

Hina Kelana
Bab 120. Matinya Ih Jong-hay dan Bok Ko-hong
Oleh Jin Yong

Pada saat itulah tiba-tiba pandangan semua orang serasa kabur, tampaknya seperti Lim Peng-ci melompat ke sana dan mengadang di depan kuda Bok Ko-hong, tapi segera pemuda itu kelihatan sedang kebas-kebas kipasnya dan duduk tenang di tempatnya seperti tidak pernah meninggalkan bangkunya.

Selagi semua orang merasa bingung, mendadak terdengar Bok Ko-hong menggertak agar kudanya cepat lari.
(more…)

06/06/2008

Ilmu Ulat Sutera (25)

Filed under: Ilmu Ulat Sutera — ceritasilat @ 11:01 pm

Ilmu Ulat Sutera (25)
Oleh Huang Ying

Dalam waktu yang bersamaan, tiga sosok tubuh manusia melayang jatuh dari atas. Tiga sosok mayat.

Kepala Cian-bin-hud yang gundul hampir terbelah menjadi dua bagian. Pakaian Cukek Ming penuh dengan bercak darah. Entah berapa banyak jarum beracun yang menusuk tubuhnya. Sedangkan dada Teng-cu retak parah bahkan lubang di tengahnya menganga mengerikan.
(more…)

« Newer Posts

Blog at WordPress.com.