Kumpulan Cerita Silat

20/05/2008

Duke of Mount Deer (32)

Filed under: Duke of Mount Deer, Jin Yong — ceritasilat @ 11:07 pm

Duke of Mount Deer (32)
Oleh Jin Yong

(Terima kasih kepada Hy_edl048 dan Pipit)

Selesai berkata, Pui Ie langsung menangis. Air matanya mengucur deras.

“Jangan mudah bersedih. Jangan asal mengalirkan air mata saja!” kata Siau Po. “Kau begitu cantik dan manis. Begitu indahnya sehingga mirip batu kumala dan bunga bermekaran. Melihat air matamu mengalir, hatiku pun ikut hancur luluh… Nona Pui, demi engkau, aku akan melakukan apa saja. Aku akan menolong kakak seperguruanmu. Dan aku pasti akan berhasil! Nona Pui, mari kita mengadakan perjanjian. Kalau aku gagal menolong Lau-sukomu itu, biarlah seumur hidupku aku menjadi budakmu. Sebaliknya, andaikata aku berhasil menolong Lau sukomu keluar dengan selamat dari istana ini, maka untuk seumur hidup, kau harus menjadi istriku. Seorang laki-Iaki sejati, asal kata-katanya sudah tercetus keluar, entah empat kuda apa pun sukar mengejarnya! Nah, demikianlah janji kita!”
(more…)

Pedang Tetesan Air Mata – 10

Filed under: +Pedang Tetesan Air Mata — ceritasilat @ 12:58 am

Pedang Tetesan Air Mata – 10
Delapan Puluh Delapan Pahlawan
Oleh Gu Long

Fajar telah menyingsing di kota Tiang-an.

Namun langit masih berwarna kelabu, seluruh jagad bagaikan mati, sepi dan mati.
(more…)

Misteri Kapal Layar Pancawarna (33 – Tamat)

Filed under: +Misteri Kapal Layar Pancawarna — ceritasilat @ 12:55 am

Misteri Kapal Layar Pancawarna (33 – Tamat)
Oleh Gu Long

(Terima kasih kepada Lenghocong)

Jing-ping-kiam-khek Pek Sam-khong maksudmu? ….” seru Ban-lo-hu-jin kaget, “kalau demikian, keberangkatan Pui-Po-giok ke Pek-cui-kiong berarti akan mempertemukan tiga generasi mereka dari kakek anak dan cucu.”

Oh-Put-jiu menghela napas, “Sayang sekali meski mereka bertemu, satu dengan yang lain justru tidak boleh saling kenal, Po-ji belum tahu siapa orang yang dilihat dan dihadapinya….”
(more…)

Create a free website or blog at WordPress.com.