Kumpulan Cerita Silat

16/05/2008

Duke of Mount Deer -28-

Filed under: Duke of Mount Deer, Jin Yong — ceritasilat @ 10:57 pm

Duke of Mount Deer -28-
Oleh Jin Yong

(Terima kasih kepada Pipit)

“Benar! Benar!” Tiba-tiba Siau Po berseru. “Memang benar gunung Ngo Tay san! Oh, thayhou, kau seperti dewa yang bisa tahu segala hal!” .

“Apa lagi yang dikatakannya?” tanya thayhou tanpa memperdulikan pujian orang. Dia juga tidak sadar bahwa bocah itu sedang mempermainkannya.
(more…)

Hina Kelana: Bab 118. Cara Balas Dendam yang Luar Biasa

Filed under: +Hina Kelana, Jin Yong — ceritasilat @ 10:46 pm

Hina Kelana
Bab 118. Cara Balas Dendam yang Luar Biasa
Oleh Jin Yong

Yang dikhawatirkan Ih Jong-hay hanya kalau pihak lawan main kerubut. Maka kedatangan ke Hong-sian-tay sengaja diperlambat sedikit sehingga berada di ke belakang Lim Peng-ci, tujuannya ingin tahu apakah pemuda itu membawa bala bantuan. Tak terduga Peng-ci ternyata datang sendirian ke tempat yang dijanjikan ini. Diam-diam Ih Jong-hay bergirang, anak murid Jing-sia-pay yang dibawanya lantas ditinggalkan, hanya dua orang muridnya saja yang diajak naik ke Hong-sian-tay agar tidak dipandang hina oleh pihak lawan. Anak muridnya yang lain tersebar di sekeliling puncak gunung itu untuk memberi bantuan bila perlu.

Ketika sampai di puncak atas, dilihatnya di samping Hong-sian-tay banyak orang berbaring di situ, tidak Lim Peng-ci saja yang kaget, bahkan Ih Jong-hay juga terkejut dan mengira dirinya tertipu. Tapi kemudian demi mendengar ucapan Gi-ho, walaupun secara kasar Gi-ho menyebutnya sebagai “tojin pendek”, namun nadanya menyatakan takkan bantu pihak mana pun, maka legalah hati Ih Jong-hay.
(more…)

Pedang Tetesan Air Mata – 06

Filed under: +Pedang Tetesan Air Mata, Gu Long — ceritasilat @ 10:43 pm

Pedang Tetesan Air Mata – 06
Ruang Singa Jantan
Oleh Gu Long

Lok-yang adalah sebuah kota indah yang penuh dengan peninggalan-peninggalan kuno serta panorama yang indah yang cocok untuk dikunjungi.

Namun Siau-ko tidak tertarik dengan kesemuanya itu.
(more…)

Misteri Kapal Layar Pancawarna (31)

Filed under: +Misteri Kapal Layar Pancawarna, Gu Long — ceritasilat @ 10:40 pm

Misteri Kapal Layar Pancawarna (31)
Oleh Gu Long

(Terima kasih kepada Lenghocong)

“Kalian memang sekawanan binatang liar yang bodoh, memangnya kalian tidak melihat sikap nenek itu amat takut dan segan terhadap nona ini? Kalau nona ini tidak kelaparan dan lemas lunglai, memangnya nenek siluman itu tidak berlutut minta ampun padanya.”

Sekilas kawanan perampok itu adu pandang pula, lalu pecah gelak tawa mereka.
(more…)

Create a free website or blog at WordPress.com.